
Bharada Jefry merasakan rasa bahagia yang tak terukir bisa memeluk orang yang ia cintai.
Namun kebahagiaan itu hanya sesaat, Aruna dan Arini sudah buka Aruna dan arini lagi.
Jasadnya memang milik mereka berdua, akan tetapi jiwanya separuh milik Kakawin. “Hahaha …. Selamat tinggal Angling Wirasena yang bodoh!”
Dengan menyeringai dan kuku-kuku yang memanjang, Aruna dan Arini menusuk kedua pinggang Bharada Jefry.
JLEB!
“Uhuk ….” Bharada Jefry terbatuk darah dan dengan sangat cepat racun yang setara dengan ular laut yang sangat beracun menjalar ke seluruh aliran darahnya.
Kemudian Bharada Jefry melanjutkan dengan tersenyum kecut, “Terima kasih meskipun hanya sesaat rasa rinduku sudah tersalurkan selama 10.000 tahun. Apapun yang kamu lakukan aku akan tetap mencintaimu Serani dan Seruni.”
Di balik wajah seringainya Aruna dan Arini menitikan air mata kesedihan yang sangat dalam. Bertolak belakang dengan keinginan Kakawin untuk menghabisi siapapun yang pernah menghalanginya.
“Tidak …! Pak Jefry!” Al melesat sangat cepat menggunakan ajian moksala rudra dan melepaskan pukulan ajian gada brahma ke arah Aruna.
Arini menarik Aruna dan keduanya terpundur dengan kaki bergesekan dengan permukaan tanah, hampir saja pukulan kuat itu mengenainya.
“Naga Taksaka! Apa yang harus aku lakukan? Sepertinya pak Jefry terkena racun ganas.”
Al panik melihat tubuh Bharada Jefry yang memiliki ruam akar berwarna ungu di sekujur tubuhnya. Terlebih lagi raut wajahnya sudah sangat pucat dan seputih kertas. Racun Wisanggeni telah menyebar dan sedang merusak setiap organ vital milik Bharada Jefry.
“Sialan kau Kakawin! Kau memanfaatkan kedua gadis kembar yang jiwanya aku jaga selama 10.000 tahun hanya untuk mengambil ajian wisanggeni milikku. Aku tak memaafkannya, aaaaargh …!”
Naga Taksaka menguasai tubuh Al dan mengamuk. Tubuh Al dipenuhi urat otot di sekujur tubuhnya dan matanya berubah menjadi manik mata berwarna hijau dan tubuhnya diselimuti aura hijau seperti angin yang mendesis.
[Xixixixi …. tuan telah mengalami penyatuan paksa dengan khodam yang terkontrak dengan tuan. Umur tuan dikurangi satu tahun dan berat badan tuan dikurangi 5 kg]
[Selamat tuan berhasil mendapatkan pusaka pedang Naga Taksaka]
Al yang sudah dirasuki oleh Naga Taksaka dari dalam kehampaan mengeluarkan pedang sepanjang 1 meter dengan bilah berwarna hitam bilah tajam di kedua sisinya dengan aksen garis berwarna hijau sesuai mata Naga Taksaka.
“Ajian Wisanggeni!”
Pedang naga Taksaka diselimuti angin hijau yang mendesis dan berkobar-kobar seperti angin dan ditempelkan ke dada Bharada Jefry untuk menyerap racun Wisanggeni. yang sangat berbahaya.
Tapi sebelum itu selesai, Aruna dan Arini mengeluarkan belati chandra kembar. Aruna dan Arini memegang belati emas seperti milik power ranger hijau di power mighty morphin.
Aruna memegang di tangan kanannya dan Arini memegang di tangan kirinya. kemudian melesat ke arah Al dan menebas ke arah lehernya.
Al melompat mundur dan meninggalkan pedang Naga Taksaka di atas tubuh Bharada Jefry.
Al berhasil selamat dari saabetan belati Chandra Kembar, “Kau memang licik Kakawin, dasar Iblis sialan!”
“Ya, kalau aku memang licik kenapa? Makanya jadi siluman jangan terlalu naif dan polos. Kau selalu saja baik pada musika Chandra Kembar dan menjaganya setelah berhasil ditemukan oleh Ki Gondang dengan memberikan energi alam setiap malam bulan purnama. apa yang kamu berikan menjadi manifestasi senjata untukku, hahaha ….”
Arini dan Aruna serentak menepuk dadanya penuh kemenangan, sebab berhasil memperdaya Naga Taksaka.
Bagaimanapun juga, walau Kakawin disegel di tempat yang berbeda dengan Arini dan Aruna. Selama keturunan Ratu Wulandari ada disekitar mereka, Kakawin akan terus menyerap apa yang mustika Chandra Kembar serap.
Sebab selama ini Al dan Ki gondang tinggal dalam satu kabupaten yang sama, kecuali kakawin di negara yang berbeda, maka koneksi antara Kakawin dengan Aruna dan Arini yang berada di dalam mustika Chandra Kembar bisa terputus.
Al menautkan tangan agar koneksinya dengan pedang Naga Taksaka tidak terputus, jika terputus maka penyerapan racun wisanggeni maka akan gagal dan Bharada Jefry tidak akan selamat.
__ADS_1
“Sedikit lagi ayo!”
Naga Taksaka mencoba menguatkan diri disaat genting seperti ini, ia harus memacu semangatnya. Karena hidup dan mati berada di tangannya saat ini.
Aruna dan Arini kembali melesat cepat untuk menyerang Al dengan sabetan belati Chandra Kembar.
Al kayang agar terhindar dari tebasan tersebut, ia harus berkonsentrasi mengurai racun dari jarak jauh di dalam tubuh Bharada Jefry yang hampir saja masuk ke dalam aliran jantungnya.
Arini dan Aruna semakin cepat menyerang Al, gerakannya juga susah diprediksi, sebab saking cepatnya gerakan mereka dan hampir saja terkena tusukan dari belati yang dipegang oleh Aruna.
‘Naga Taksaka jangan seenaknya menggunakan tubuhku!’ sergah Al di dalam ruang batinnya. Jiwanya terkurung di dalam ruang batinnya sendiri.
‘Maaf tuan muda. Aku akan berganti dengan tuan muda lagi setelah aku berhasil menyerap racunnya. Aku mohon ampun tuan muda,’ batin Naga Taksaka dengan nada ketakutan.
Suara Al bukan seperti Al yang sebelumnya ia dengar, dari suaranya saja terlalu menggelegar dan mendominasi.
Sudah ribuan tusukan dan tebasan Arini serta Aruna lancarkan ke arah tubuh Al. namun tak satu pun yang mengenainya.
Nafas Aruna dan Arini mulai tak beraturan, Energi TM juga energi TD miliknya sudah mulai berkurang drastis, akibat menggunakan pusaka belati chandra kembar dan baju ratu chandra kembar.
“Sial, kita sudah mencapai batasnya. tubuh ini masih belum bisa menyesuaikan jiwa kita.” Aruna menatap Arini dan sebaliknya dengan menyeringai kesal.
“Kalian pikir bisa mengendalikan manifestasi energi alam semudah itu. kalian juga terpedaya olehku. Kini aku akan habisi kalian berdua dengan tanganku sendiri dan menyelamatkan Chandra Kembar dari kalian!”
Pedang Naga Taksaka terbang cepat ke arah Al degan sangat cepat dan langsung ditangkapnya. Tubuh Al diselimuti angin hijau yang menderu-deru.
“Orang yang memanfaatkan orang lain demi dirinya sendiri hanyalah kotoran yang harus dibersihkan!”
Setelah mengatakan hal tersebut dengan penuh kegeraman, Al melesat dari tempatnya berdiri menuju ke arah Aruna dan Arini yang sudah kehabisan stamina.
Aruna dan Arini serentak melemparkan belati Chandra Kembar ke arah Al yang sedang melesat.
TRANG!
Kedua belati berhasil di belokan tepat di samping kanan dan kiri tubuh Bharada Jefry yang masih pingsan dan dalam pemulihan organ vital yang sangat-sangat lambat.
Al masih terus melesat tanpa suara ke arah Aruna dan Arini yang sudah merubah wujudnya dengan ajian Chandra Getih.
Kedua matanya berubah merah darah dengan taring yang sangat panjang dan kuku-kuku yang sangat runcing.
Kekawin mengerahkan energinya yang tersisa untuk menghabisi AL adapun yang terjadi. Aku Kakawin sudah kehilangan rasionalitasnya, ia hanya ingin membalas dendam pada Al yang merupakan keturunan Ratu Wulandari, orang yang menyegel dirinya selama 10.000 tahun di dalam deityas aksa.
Al, Aruna, dan Arini beradu serangan hingga menimbulkan percikan api akibat cakar Aruna dan Arini berbenturan dengan bilah pedang Naga Taksaka.
Setelah beberapa menit beradu serangan dan sudah ribuan gerakan mereka peragakan, belum ada tanda-tanda siappa yang akan kalah.
‘Cih, sudah lemah pun siluman ini tetap kuat. andai saja energi TM di dalam wadahku sudah kembali aku bisa melumpuhkannya dengan ajian rantai bajra isvara,’ batin Al menyeringai kesal.
Aruna dan arini dalam kondisi lemah pun tetap kuat dan tetap seimbang melawan Al yang sudah menggunakan pusaka Naga Taksaka.
“Sudahlah menyerah anak muda. Aku akan mengampuni Angling Wirasena jika kau mau menyerahkan nyawamu padaku sebagai hutang yang leluhur kaiangharus bayar,” bujuk Arini sambil terus menyerang Al bersama Aruna.
‘Kalau seperti ini terus energi alam pun akan habis dan mode Naga Taksaka juga akan berakhir, maka aku hanya bisa menggunakan energi TD, sial!’ batin Al terus merutuki kekuatannya yang belum mampu melumpuhkan Kakawin.
Bukannya kuku itu semakin hancur atau terkikis, malah semakin kuat dn tajam setelah bergesekan terus dengan bilah pedang Naga Taksaka.
__ADS_1
Al tidak menyadari energi alam yang berada di dalam pedang Naga Taksaka juga sedang diserap oleh Aruna dan Arini melalui benturan kukunya dengan bilah pedang Naga Taksaka.
Al terus berpikir sembari terus menyerang dan bertahan dari cakaran kuku-kuku Aruna dan Arini yang memiliki racun Wisanggeni. Tujuannya bukan untuk membunuhnya tapi melumpuhkan lalu memisahkannya dari jasad Aruna dan Arini terlebih dahulu.
Al salto ke belakang sambil melakukan tendangan untuk mementalkan keempat tangan mereka.
Begitu tiba di permukaan tanah ia mengalirkan energi TD pada gagang pedang Naga Taksaka, “Ajian Gada Brahma!”
Dan melesat secepat mungkin menghantamkan gagang pedang Naga Taksaka ke raha tangan Aruna dan Arini secepat mungkin juga satu persatu untuk membuatnya lumpuh.
BAM! BAM!
Keempat tangan yang terkena hantama gagang pedang tersebut langsung gemetar. Bukan saja lumpuh tapi juga retak dan tak bisa digerakan.
“Sialan! Bedebah, Kutu Kampret!” rutuk keras Aruna dan Arini serentak dengan berapi-api.
Mereka berdua terpundur dengan kaki bergesekan dengan permukaan tanah. Al tidak tinggal diam setelah melakukan serangan yang pertama.
Al mengejar Aruna dan Arini untuk melakukan serangan selanjutnya. kali ini Al mengincar perut mereka dan menusukan gagang pedang Naga taksaka secepat mungkin ke arah perut Arini dan Aruna bergantian dengan sangat cepat.
“Guhak! Guhak!” Serentak Aruna dan Arini memuntahkan darah segar terhantam pukulan gagang pedang Naga Taksaka yang sudah dimasukan tenaga sebesar 8 ekor gajah dewasa.
Mereka berdua terpental dan hampir saja jatuh ke kawah Gunung Kalahar kalau saja tidak di tahan oleh Al.
“Aku tidak seperti leluhurku yang menyegel mu. Apa yang akan aku lakukan adalah menghukummu karena telah membuat cinta pak Jefry tertahan selama 10.000 tahun dan memisahkan cinta mereka. Luzion aksa! Ajian Beluk Sandarawa!”
Al menautkan tangan untuk memunculkan gulungan emas dari kehampaan. Kepulan asap menghalangi pandangan dan begitu asap itu mereda sudah terlihat gulungan yang sudah memanjang dengan satu kolom yang sudah terisi dengan nama dari tulisan huruf sansekerta yakni, ‘Naga Taksaka.’
“Jangan kau lakukan, jangan!” Aruna daan Arini berontak dan ingin kabur, namun tubuhnya sudah tak bisa lagi gerakan.
Kakawin tidak bias lepas dari jasad Aruna dan Arini sekarang sebelum menunggu 40 hari untuk menguatkan ajiannya, yakni ajian Chandra Sudarsana. Ajian yang lebih tinggi kedudukannya dari ajian chandra kembar dan ajian pancer sudarsana.
Ajian Chandra Sudarsana merupakan perpaduan antara ajian chandra kembar dan ajian pancer sudarsana.
Al menemppelkan kedua telapak tangannya ke dahi Aruna dan Arini untuk menandainya. Kakawin akan dikontrak dengan Al untuk dijadikan khodamnya bersama Naga Taksaka.
“Jangan lakukan! Jangan, aku tidak bisa dikontrak dengan orang yang kubenci!” Aruna dan Arini terus berontak dengan berteriak.
“Sudah terlambat. Se —-”
“Baik, aku mengaku kalah. Aku akan keluar dari dalam tubuh mereka dan menggantikan jiwaku sebagai pertukaran nyawa untuknya dan membersihkan tubuh mereka dari semua energi negatif maupun energi kematian.”
Arini daan Aruna yang sudah tak bisa melawan menunduk pasrah. dengan sekuat tenaga ia ingin menautkan tangan untuk menukarkan jiwanya dengan jiwa Aruna dan Arini yang telah ia segel di dalam ruang batinnya.
Konsekuensinya Kakawin akan mati seperti Hanubara.
“Ajian Adanu Kalaseta!” Serentak Aruna dan Arini merapal mantra.
Kedua tubuhnya bersinar terang, belati chandra kembar terbang ke arah mereka berdua dan mengelilinginya.
dari pancaran cahaya tersebut menyuburkan tanaman yang sudah mati dan menciptakan pepohonan yang cukup rimbun.
Bersamaan itu pula aura hitam keluar dari dalam tubuh arini dan Aruna, lalu masuk ke dalam luzion aksa yang sudah berubah menjadi deityas aksa.
Deityas aksa menyerap energi aura hitam tersebut dan itu adalah manifestasi dari Kakawin yang menjadi mustika Kalaseta.
__ADS_1
[Selamat, tuan berhasil membunuh makhluk halus yang memiliki tahapan ??? dan mendapatkan ??? poin Indigo]
[Selamat, tuan telah naik level Indigo ke level Kharisma Alit. poin pengalam Indigo yang didapatkan dari membunuh makhluk halus dikalikan lima]