
Prida dengan kemampuan mata maputi aksa, yakni kemampuan mata tembus pandang dan sudah melihat semua kejadian dilantai bawah.
Prida tidak mengambil tindakan, ia hanya ingin melihat respon dan kemampuan Al.
Al hanya duduk diam sambil menopang dagu di kedua tautan tangannya, pemuda gendut tersebut malah tidak terpengaruh. Jika lantai dasar tempat dirinya berada sedang terjadi perampokan.
Al malah santai mengeluarkan cairan merah muda dari kantong plastik yang ia simpan di saku kanannya.
"Gluk!" Al menenggak habis botol kaca berisi cairan merah muda dalam sekali teguk.
"Oh, pemuda gendut yang hebat, disaat orang lain takut, kau malah santai-santai rupanya."
Salah satu perampok tersebut menodongkan ujung senapan ke perut Al yang bergelambir.
[Xixixixi! Berat badan tuan turun 0,75 kg]
"Pak, tembak saja. Tapi sebelum itu aku nasihatin pak, carilah uang yang halal, masih banyak pekerjaan-pekerjaan halal diluar ---"
"Diam! Urusi saja perut gendutmu itu yang membuat mataku sakit," bentak perampok tersebut sambil menusukan ujung senapan lebiiih dalam ke perut Al dan melanjutkan, "Cepat serahkan semua hartamu dan uang di atm milikmu!"
"Apakah bapak ini tidak bisa melihat bajuku dan sandal yang kupakai. Mungkin mata bapak atau ibu rabun, mari sini aku periksa," ejek Al dengan tersenyum sinis.
CUG!
Perampok yang lain menembakan senapannya ke udara, "Semuanya! Cepat berikan benda berharga kalian. Jangan beraani-beranri lapor polisi atau kepala kalian aku tembak."
Semua orang ketakutan termasuk karyawan dan karyawati bank, mereka langsung menyerahkan uang dan menaruhnya ke atas meja teler.
Al mengeraskan rahang melihat hal ini, jiwa kepahlawanannya meronta-ronta ingin segera beraksi.
Prinsip kepahlawanan Al adalah beraksi dahulu hasil tidak usah dipikirkan. Apalagi ia sudah punya kekuatan supranatural daari kitab Ajian Nawadewanata meski baru dua ajian.
Al mengepalkan tangan dan bergumam, "Ajian Gada brahma, Ajian Moksala Rudra."
__ADS_1
Al hilang dari tempatnya duduk dan langsung melesatkan pukulan ke perampok yang menodongkan senjata ke perutnya.
BAM!
Al tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk melancarkan pukulan ajian gada brahma ke 3 peraampok lainnya hanya dalam hitungan 3 detik.
Keempat perampok terpental secara bersaamaan dan menabrak dinding lobi bank. Untung saja pukulan Al yang coba kontrol hnya setara kekuatan satu gajah. Kalau tidak, keempat perampok tersebut bisa dibuat mati oleh pukulan Al.
[Xixixi ... energi TM dan TD tuan terkuras habis serta akan dipulihkan dalam 1 jam menggunakan 10% lemak tuan]
Al kembali ke tempat duduk sebelumnya dan berpura-pura tidak mealkukan apa-apa. Nafanya yang tersengal-sengal ia tahan agar orang-orang di dlantai bawah tidak curiga jika Al yang melumpuhkan keempat perampok tersebut.
Penjaga keamanan yang lain segera mengamankan senapan AK-47 yang berada di dekat keempat perampok. Tkautnya, mereka masih sadar meskipun pukulan Al membuat mereka pingsan.
Prida yang sudah mengamati Al di atas dan sudah bertransaksi dengan manajer pusat bank ABC cabang Indramayu, segera turun dengan membawa koper hitam berisi uang 200 juta rupiah.
Prida telah melihat semua pergerakan Al melalui pandangan maputi aksa dan ia sangat terkejut dengan pemua gendut tersebut.
"Al, ayo kita keluar! Aku sudah menelepon polisi!" panggil Prida dan Al langsung bangkit berdiri untuk berjalan walau agak limbung. "Al, kamu tidak apa-apa?"
Prida berbaik hati untuk memapahnya dan berbisik, "Ajian yang kammu gunakan memang sangat hebat, bahkan di perpustakaan akademi WOng Alus milikku pun tidak ada. Namun, jika tidak diimbangi latihan yang baik, kamu akan terus kelelahan seperti ini."
Al langsung melebarkan mata, dan membatin, 'Bagaimana nona ini bisa tahu jika aku yang membereskan perampok tersebut? Padahal dia sedang berada di lantai atas.'
"Tidak usah terkejut begitu, kamu akan lebih paham jika sudah mengenal dunia Sramana lebih dalam," bisik Prida dengan suara yang begitu lembut di telinga kiri Al dan membuat pipinya merona.
Prida memapah Al dan membawanya ke depan lobi, salah satu valet parkir membawakan mobil milik Prida.
Pria valet parkir membukakan pintu mobil dan membantu memapah Al untuk duduk di kursi penumpang yang sejajar dengan krsi kemudi.
"Terima kasih mas, ini buat mas." Prida tersenyum lebar sambil memberikan uang pecahan 100.000 pada pria valet parkir yang pipinya sudah merona menatap Prida.
Prida mlajukan mobil miliknya, ketika masuk jalanan pusat kota Indramayu yang mulai macet.
__ADS_1
Lyodra yang sedang menunggu ojek online melihat Al yang sedang berada di dalam mobil Prida.
"Al! Al!" panggil Lyodra dengan bergegas berlari ke arah mobil Prida yang berjarak 10 meter
"Sepertinya ada yang memangglku." Al bergumam sambil menoleh ke belakang dan melihat Lyodra yang sedang mengejar mobil Prida, "Itu Lyodra!"
"Nona mohon berhenti!" sambung Al.
Prida menekan pedal rem dengan pelan karena jalan sedang macet parah, "Kenapa Al? Ada apa?"
Lyodra tidak sadar ia masuk ke bahu jalan dan dari belakang ada motor yang melaju 20 km/jam sedang menyalib mobil truk di belakang mobil Prida dari arah kiri.
Daan ....
BRAK!
Lyodra tertabrak, betisnya kirinya lecet dan jatuh terjerembab ke bahu jalan. AL melompat keluar dari mobil Prida dan tak memerdulikan dirinya sendiri yang masih lemas akibat menggunakan dua ajian sekaligus.
Begitu mendarat ke permukaan tanah, Al tidak bisa menyeimbangkan kakinya dan akhirnya jatuh terjerembab.
Prida hanya bisa menepuk jidatnya sendiri melihat hal tersebut dan keluar dari
mobilnya untuk menolong Al.
Pemotor yang menabrkan Lyodra masih berdiri tegak dan segera memarkirkan motornya untuk menolong Lyodra.
"maafkan aku mba, aku tak sengaja, aku akan bertanggung jawab," jelas sesosok ibu yang menabrak lyodra dan membantunya bangkit berdiri dengan memapahnya.
"Sial, semua ini salahku," gumam Al mengeraskan rahang, ia marah pada diirinya sendiri dan merasa kecelakaan yang menimpa Lyodra sebab dirinya.
"Tidak apa-apa." Prida memapah Al dan membawanya ke arah Lyodra, agar Al bisa melihat kondisi Lyodra dan tidak lagi mengkhawatirkannya.
Prida menggunakan ajian lempit sayuta untuk mengambil botol ramuan yang memiliki cairan berwarna hijau, itu aalah ramuan sembilan bintang yang mampu mengobati luka luar dan dalam hanya dalam sekejap mata.
__ADS_1
kemudian melanjutkan dengan memberikan botol kecil tersebut ke Lyodra, "Minumlah!"
"Untuk ibu lain kali hati-hati ya bu dan tetap waspada. Masalah ini biar aku yang urus, silahkan ibu boleh pulang!" seru Prida sambil sedikit menasehanti pemotor yang menabrak Lyodra.