INDIGO SYSTEM

INDIGO SYSTEM
Indigo <>39 Harta Kembar Siam VI


__ADS_3

Tahun 2023.


Al sedang makan baso sembari menunggu Bharada Jefry yang sedang melakkukan pertemuan dengan Kanit Polsek Lelea dan tim polsek Lelea yang sedang menyusun rencana untuk malam hari.


"Khoooo ...." Al bersendaawa keras setelah menghabiskan 3 mangkuk baso dan melanjutkan, "Bang, pesan lagi dua mangkuk! Perut ini masih lapar."


Dengan mengulas senyum penjual bakso yang bernama Pakk Kardi hanya bisa mengggelngkan kepala. Sudaah 3 mangkuk kata Al itu masih lapar, perut apa gentong monas.


Pak Kardi segera membuatkan dua mangkuk lagi dua mangkuk bakso urat dan segera disaajiikan ke meja Al dengan minuman es teh manis 3 gelas dan sudaah nambah lagi 3 gelas lagi.


Al sangat asyik meniikmati dua mangkuk bakso lagi daan tentu saja sudah dipindai menggunakann bhayangara aksa yang sudah berevolusi deityas aksa.


Al sangat senang pada pak Kardi, selain jujur orangnya alias tidak menggunakan jasa khodam alias jasa klenik, Pak Kardi juga raamah senyum dan pelayanan ekstra, yakni boleh nambah es teh manis dan gratis.


Sambil makan bakso, Al terus memindai setiap oraag yang lalu lalang, apakah ada yang mempunyai ciri aura hitam atau tidak?


Setelah setengah jam makan bakso sambil memindai orang yang diselimuti aura hitam dan tak menemukan satu pun orang yang sesuai dalam pencariannya tersebut.


Tiba-tiba ada kakek-kakek yang diselimuti aura emas dan aura emas itu hanya dilihat oleh Al.


"Apakah mereka tidak silau oleh aura emas yang kakek pancarrkan tersebut?" gumamnya.


Kakek tersebut yang sedang memesaan bakso melemparkan senyum ke arahnya dann Al membalas dengan anggukan disertai senyuman lebar.


"Beli bakso pak?" tanya Al dengan nadda ramah.


"Ya, dek. Entah kakek ingin saja, bawannya ngiler aja kalau ingat bakso Pak Kardi ini, hehehe ...."


"Ya, kek. Aku juga, lihat aku sudah habis mangkuk, hehehe ...."


Pak Kardi dan kakek tersebut hanya bisa menepuk jidatnya sendiri, "Astaga!"


Al merasa sagat akrab dan familiar dengan kakek yang bernama Ki Gondang, itu nama julukan atau panggilan yang disematkan pada Sramana yang sudah tersebut oleh warga sekitar. Nama aslinya adalah Suteja Atmaja.


Al tidak tahu, jika Ki Gondang yang sekarang ia temui merupakan target penculikan oehh anak buah geng Camping Ireng yang dikomandoi Prisarasari.


Al berdiri dan merasa teratrik dengan Ki Gondang, lalu mengulurkan tangan, "Kek, boleh kenalan? Namaku Vectorio Alzinsky, panggil saja Al."


"Oh, baik. Nama kakek Ki Gondang." Dengan mengulas senyum, Suteja Atmaja menjabat tangan Al. "Kapan-kapan mampirlah ke rumah kakek."


"Siap, kek. Nanti setelah aku punya waktu luang, aku sedaang menunggu atasanku."


Setelah mengatakan hal tersebut dan mengobrol asyik-asyiknya dengan Ki Gondang jug apak Kardi, Bharaka Jefry datang.


"Ayo rapat sudah selesai! Kita akan pergi ke rumah Ki Gondang untuk mengawasinya."

__ADS_1


Ki Gondang langsung mengernyit dan tubuhnya gemetar mendengar penuturan Bharaka Jefry. Walaupun ia seorang Sramana, tapi jika sudah mendengar atau melihat polisi langsung membuat nyalinya ciut.


Al melebarkan mata, "Ki Gondang?!"


"Ya, Ki Gondang."


"Ini bukan orangnya pak?" tunjuk Al pada KI Gondang.


Pandangan Bharaka Jefry memindai dari ujung kepala sampai ujung kaki pada kakek ompong tersebut, namun masih mempunyai warna rambut yang hitam legam.


"Dari ciri-cirinya sih iya." Bharaka Jefry mengelus daagunya, sedang mengira-ngira, apakah kakek di depannya tersebut Ki Gondang apa bukan.


Ki Gondang mau kabur tapi ditahan oleh Al,, "Tenang kakek, kami hanya ingin melindungi kakek dan tidak ada maksud lain."


Darii tatapan mata Al tersirat kejujuran yang sangat dalam. Maka dari itu Ki Gondang percaya pada apa yang dikatakan oleh Al dan menghela nafas panjang, perasannya sangat lega.


Agar merasa Ki Gondang tak merasa terancam, Al berinisiatif untuk membayar semua pesanann bakso yang akan dipesan oleh Ki Gondang, "Kakek, sebgai permintaan maaf, aku akan mentraktir kakek makan sepuasnya. Silahkan ambil pesan saja yang kakek mau! berapapun."


Tentu saja Ki Gondang sumringah mendengar Al akan mentraktirnya berapapun yang ia pesan.


Tanpa disadari khodam kedua milik Prisarasari yang berbentuk siluman bunglon dengan ajian malih rupa tingkat tinggi dan tikdak bisa dideteksi oleh radar gaib atau ajian pendeteksi apapun termasuk ajian padma siwa, sedang mengawasi Ki Gondang selama 3 hari ini.


Al dan Bharada Jefry tidak bisa merasakan siluman Khodrambadur, namun Bharada Jefry merasakan firasat buruk di dalam hatinya dan mulai gelisah.


"Kek, lebih baik kita cepat beli basonya! Aku merasakan firasat buruk." Ki Gondang hanya tersenyum tipis mendengar peringatan Bharada Jefry.


Seakan ia tahu siluman Khodrambadur yang terus mengawasinya dan selalu berubah-ubah bentuk agar tak dirasakan oleh para Sramana lainnya.


"Tapi kek ---"


Bharada Jefry memotong perkataan Al dengan menggeleng-gelenng pelan padanya, memberi isyarat agar tidak mengatakan hal yang sebenarnya pada Ki Gondang.


Ki Gondang segera menyelesaikan pembelian baksonya, dan ia membeli 3 amngkuk bakso. Kemudian ia pergi meninggalkan kedai bakso milik pak Kardi.


Al segera membayar dengan uang pecahan 100.000, daan ingin segera menyusul Ki Gondang, akan tetapi ditahan oleh Bharada Jefry.


"Tunggu, kita akan mengikutinya agak jauh. Kita akan emnyelidikinya daari jauh. Aku takut jika kita terlalu dekat. Pelaku yang sedang mengawasinya akan curiga," bisiknya pada telinga kanan Al.


'Kenapa kakek itu bisa merasakan hal tersebut? Sedangkan aku tidak bisa?' pikir Al.


"Pak, apakah bapak tahu jika kakek itu juga Sramana?" tanya al dengan nada pelan agar tak didengar oleh pelanggan lain.


"Ya, memang dia Sramana. Aku dapat melihatnya, namun aku tidak bisa membaca tingkatannya. Kemungkinan ada dua, pertama tahapnya beradda di atasku atau ia menyembunyikan tingkatnnya dengan ajian tertentu," jawab Bharada pada Al dengan pelan juga. Setelah itu mereka berdua menaiki motor menuju rumah Ki Gondang yang berada di perbatasan desa antara Desa Tamansari dan Desa Lelea.


Tiim dari polsek Lelea sudah disiagakan di berbagai sudut rumah untuk mengawasi rumah Ki Gondang. Al dan Bharada Jefry bersiaga seperti seorang pemuda.

__ADS_1


Mereka berdua mengawasi gerak-gerik setiap orang yang masuk ke daalam gang yang menuju rumah Ki Gondang.


Ki Gondang sebenarnya adalah seorang paranormal terkenal di Desa Tamansari. Tapi entah kenapa tiba-tiba ia menghentikan prakteknya dan sudah berhenti dari dua tahun yang lalu.


"Ajian Warhana Sandya!" Bharada Jefry menangkupkan tangan dan memejamkan mata beberapa detik untuk merapal ajian yang bisa mendeteksi apapun, baik itu makhluk halus dan benda yang bergerak.


Namun ajian tersebut tidak mempan pada Khodrambardur, sebab ajian malih rupanya sudah sangat tinggi.


Khodrambardur sudah menandai setiap polisi yang ia ketahui termasuk Bharada Jefry, namun tak menganggap Al sebagai ancaman dan ia menyepelekannya.


Berkat ini Khodrambardur, Prisarasari bisa menembus ajian penghalang apapun termasuk ajian milik Bharada Jefry.


Prisarasari sudah berada di atap rumah Ki Gondang, ia akan menculik kakek tua tersebut yang berhasil menemukan mustika Chandra Kemmbar dengan laku tirakat selama 15 tahun.


Prisarasari berencana membangkitkan lagi Kakawin dengan media rambut milik keturunan ratu Wulandari. Ia sudah mengetahui jika Al merupakan keturnan Ratu Wulandari dan itu terlihat dari aura juga deityas aksa yang sudah Khodrambardur laporkan padanya.


Maka sat sedang tidur, Khodrambardur mengambil sedikit rambut Al sebagai media pembangkitan Kakawin.


Prisarasari menautkan tangan dan merapal ajian untuk membuat semua polisi uyang sedang mengawasi Ki Gondang tertidur, "Ajian Sirep Megananda!"


Ajian bertipe ilusi tersebut berhaasil dilancarkan dalam radius 500 meter daan semua oraang dalam radius tersebut terkena ilusi untuk tidur.


Prisarassari kali ini nekat, ia ingin menculik Ki Gondang di malam hari. Karena besok adalah malam jumat kliwon bertepatan dengan bulan purnama. Itu adalah waktu yang tepat untuk membawa harta kembar siam melakukan ritual ajian pancer sudarsana untuk membaikan Kakawin.


Bharada Jefry tahu jika ia sudah terkena ajian sirep megananda, ia mencoba menahan. Tapi sayang, ajian itu terlalu kuat dan akhhirnya ikut tertidur pula bersama Al.


Prisarasari dan Khodrambardur yang sudah menyatukan jiwa serta tubuhnya secara sempurna tanpa mengubah bentuk fisik Prisarasari seperti Khodrambardur melompat dari atap rumah Ki Gondang yang hanya berbentuk gubuk reot.


Ia segera masuk ke dlam rumah dan mendapati Ki Gondang sedaang tertidur dalam keadaan bersila. Dari rauut mukanya Prisarari paham, Ki Gondang sempat melakukan perlawanan.


Khodam Ki Gondang berupa Naga Taksaka muncul dan ingin menyerang Prisarasari, "Hahaha .... Kamu memang kuat. Namun sayang jika tuanmu jiwanya aku kunci di daalam ajjian jayadipa sukma maka kau hanya cacing bagiku."


Dengan raut muka menyeringai, Prisarasari mengibaskan pusaka miliknya yang tiba-tiba muncul berupa dua selendang emas yang sudah terikat di pinggangnya.


BUAK!


Naga Taksaka dalam bentuk fisik manusia terpental dan lanngsung terjerembab dengan memuntahkan banyak darah, "Guhak!"


Prisarasari mengggunakann ajian panca komala untuk mengangkat tubuh ki Gondang tanpa menyentuhnya.


Prisarari melesatt dengan ajian kidang kencana ke arah depan gang dan sudah ada mobil yang menunggunya.


Prisarasarii, Jayadipa, Birawa, dan Setyarini berencana membawa Ki Gondang ke hutan dalam gunung Kalahar yang sekarang dikenal dengan gunung sanrti di Pandeglang.


Tujuan utama mereka melanjutkan ritual ajian pancer sudarsana hinga tahap tinggi, yakni menyatukan tubuh serta khodam miliknya hingga tahap sempurna seperti Prisarasari sekaligus membangkitkan Kakawin.

__ADS_1


Prisarasari berhasil membawa Ki Gondang ke dalam mobilnya dan tidak akan bangun selama Prisarasari tidak kehabsan energi TM.


Prisarasari yang melihat Bharada Jefry dan Al sedang tertidur berhimpitan di warung samping gang yang menuju rumah Ki Gondang hanya menyunggingkan senyum, "Sayang sekali, dulu kita teman tapi setelah ini aku pastikan ku mati bersama keturunan Wukandari bangsat itu."


__ADS_2