
"Apa yang terjadi? Kenapa mereka seperti ini?" Al bertanya-tanya dengan mata melebar dengan bergumam.
Seolah tahu apa yang Al pikirkan, Birawa hanya tersenyum licik dengan mulai mengocok dadu bak dewa judi. Ia putar ke udara ke kiri dan ke kanan, hingga suara dadu itu berbenturan satu sama lain dan sangat keras.
BRAK!
Penutup kaleng dan piring di taruh ke atas meja, dan Birawa dengan menyunggingkan senyum mengulurkan tangan ke arah 6 gambar, "Silahkan!"
'Hahaha .... Kali ini aku pasti menang dengan mengaburkan semua benda di dalam sini dengan aura ajiian kalaseta. Sramana sehebat apapun pasti akan terjebak dengan ermainanku ini,' batin Birawa tersenyum licik menatap Al.
Pria gendut tersebut bbungkam sembari berpikir mengingat-ingat semua gerakan dan hal yang dilakukan Birawa sebelumnya untuk mementukan akan pasang digambar mana.
'Dadunya pasti berubah ketika akan dibuka, sebelumnya aku sudah memprediksi jika apa yang aku pasang pasti menang. Sungguh licik permainannya. Aku ahrus memikirkan cara untuk mengalahkannya, bhayangkara aksa dan ripela aksa pun tidak berguna. Mak dari itu aku akan mengandalkan intuisiku,' pikir Al begitu keras.
Semua orang sudah memasang dengan tatapan penuh dendam pada Al. Sebab ia mengikuti Al mereka harus menelan kekalahan yang amat telak sebelumnya.
Mereka memasang dengan inttuisi mereka masing-masing, ada yang memasang di gambar Kuda, Gajah, Kerbau, Harimau, Rusa, dan juga B***.
Al masih diam dengan mengamati keaddaan, ia sama sekali tak boleh gegabah dan terbawa n****. Ia harus berpikir sejernih mungkin.
pandangann bhayangkara aksa melihat aura hitam di gambar Kuda, dan Kerbau. Dua dadu bergambar kuda dan satu dadu bergambar kerbau.
"Apakah sudaah siap? Apakah tidak mau berubah?" Birawa mualai dengan pola kedua memprovokasi para pemasang agar argu dan berubah pikiran.
Al sudah memahami polanya, dan tinggal menunggu pola terakhir yaitu menggosok-goskan tangan untuk merubah posisi dadu.
Namun, tiba-tiba bhayangkara aksa melihat semua aura hiitam di semua gambar yang telah dipasang.
'Kenapa? Bingung kah? Sehebat apapun dirimu, jika kau masuk teritorialku maka hanya akan meninggalkan tulang belulang saja, hahaha ....' Suara Birawa menggelegar di dalam pikiran Al, sebab ia mengirimkan komunikasinya melalui telepati.
'Kenapa semuanya tiba-tiba tertutup oleh aura hitam dan ini menyulitkanku. Ia sungguh licik dan sangat waspada. Tapi aku tidak akan mudah dikalahkan. Ajian Moksala Rudra! Ajian angkusa Sangkara!' batin Al menatap tajam kaleng penutup dadu.
Tangan Al bergerak sangat cepat menaruh uang di beberapa gambar, bahkan terkesan Al seperti diam di tempat dan belum menaruh uang tersebut ke salah satu gambar binatang.
Birawa tidak menyadarinya, lalu menggosok-gosokan tangan untuk merubah gambar dadu dan benar saja berubah menjadi 3 dadu bergambar kuda.
Al melirik ke semua orang sambil melemparkan siluet ppedang yang sangat kecil yang mmampu menembus kaleng penutup dan merubah gambar dadu menjadi 3 dadu Harimau.
Setelah selesai, Al mengambil semua uang di dalam kantong plastik ajaib sebesar 100 juta dan ditaruh ke gambar 3 harimau.
Melihat Al menaruh uang sebanyak itu, Sarkoji daan Wina juga melakukan hal yang sama, mereka mengeluarkn semua uang yang berada di saku mereka semuanya dan mengikuti Al yang menaruh digambar Harimau.
Semua orang juga akhirnya ikutan, dan Birawa tersenyum lebar. Ia sangat optimistis bakal menang telak dengan uang yang sangat banyak dan energi jiwa yang sangat banyak.
__ADS_1
Begitu dibuka pennutup kalengnya, mata Birawa melebar, "Apa?!"
Tapi semua orang yang wajahnya tegang berubah sumringah. Sebab apa yang mereka pasang bersama Al ternyata keluar yaitu dua dadu Kuda dan satu dadu Kerbau.
Semua orang bersorak sorai termasuk Al, "Hore ...! Kita menang!"
"Ti-tidak mung-mungkin?! Ba-gaimana bi-bisa?!" kata Biraw dengan mmelebarkan mata.
Pasaalnya, ia tak pernah mengalami seperti iinni dan merupakkan kekalahan pertamanya. Apalagi kekalahannya tersebut, tidak masuk dalam logika akalnya.
Al mengulas senyum licik pada Birawa dan berkata melalui telepati, 'Kenapa? Apa kau penassaran bisa mengalahkanmu? Cara licik maka harus dibalas dengan cara licik.'
"Sialan!" Birawa terprovokasi oleh Al dengan urat otot di wajahnya yang sudah menonjol besar ia membalik meja dan melannjuktkan dengan membentak, "Aku habisi kalian semua disini!"
Birawa tak terima ia kalah dalam permainannya sendiri dan berteriak, "Ajian Jayadipa! Ajian Kalaseta! Ajian Trikikrama!"
Bola hitam muncul di telapak tangan Birawa dan meledak membentuk bola penghalang, semua ruh yang berjumlah 20 orang dan juga Al tejebak di dalamnya.
Muncul roh jahat yang sangat banyak dengan tubuh tanpa kepala dan membawa A*****, jumlahnya ratusan dan selimuti aura gelap yang menyala-nyala.
Seketika itu juga tubuh Birawa membesar setinggi 20 meter, bentuknya seperti Kerbau tapi mulutnya sangat lebar, berukuran 5 meter dengan ratusan gigi tajam di seluruh mulutnya, juga air liur yang terus mentes.
Birawa dan Jayadipa Mangkudhara merupakan Sramana yang bisa menyatu dengan khodadm mllik mereka. Maka tubuhnya bisa berubah bentuk seperti khodaam masing-masing.
"Groaaar ...!" Birawa membuka mulutnya dengan megeluarkan suara raungan yang menggelegar bagai suaara petir yang sangat keras.
"Tolong! Jangan makan aku!"
"Ampuni tuan, jangan telan aku!"
"tolong! Bapak! Emak! Tolong!"
Semua ruh orang-orang tersebut ketakutan, tubuh mereka yang sedang pingsan atau koma tersebut memperlihatkan wajah gelisah dan kerinngat dingin yang mengucur deras.
Disaaat para ruh warga tersebut daalam keputusasaan, Al mencoba untuk menguatkan tekad dan menyerang bola penghalang hitam yang akan ditelan oleh Birawa, "Ajian Trisula Sambhu!"
Allmelempparkan siluet tombak trisula berwarna hitam ke arah bola penghalang yang mengurunng mereka dan menciptakan ledakan dahsyat.
BOOM!
Bahkan para ruh yang beraa di dalam bola penghalang terdorong ke belakang. Serangan Al juga membunuh 50 roh jahat tanpa kepala.
Benar-benar serangan yang sangat dahsyat dan mematikan.
__ADS_1
"Apa?!" Al dan Birawa serentak melebarkan mata. Mereka berdua sangat terkejut, seraangan ajian tersebut mampu menghabisi setengah pasukan milik Birawa.
Bola penghalang pun hancur dan muncul sebuah pusaran putih di belakang mereka.
"Cepat lari dan kabur!" teriak al menyadaarkan para ruh warga yang terjebak di daalam wilayah teritorial milik Birawa.
Mereka segera bergegas bangkit dan berlari ke arah pusaran putih untuk kabur.
"Sialan! Berani kau mengcaukan semua rencanaku, habisi dia!' teriak Birawa dengan urat otot di wajahnya yang sangat menonjol.
[Xixixixi .... Selamat, tuan berhasil membunuh roh jahat dan mendapatkan 30 poin Indigo]x50
[Selamat, tuan telah naik level ke level Dukun]
[Selamat, tuan telah naik level ke level Paranormal]
[Selamat, tuan mendapatkan luzion aksa]
[Luzion aksa adalah kemampuan pandangan yang mmampu membuat makhlus halus tunduk dan bisa dijadikan khodam. Saat iini tuan hanya bisa mengontrak kkhodam di level arwah gentayangan]
Layar antarmuka disertai dentingan suara mekanis terus muncul di depan Al. Namun, Al tiak menggubrisnya.
Ia harus segera bergegas kabur dan keluar dari cengkraman ajian jayadipa milik Birawa dan tidak memperdulikan uang 100 juta yang sudah ia pasang. Baginya keselamatan nyawa itu lebih penting daari sekedar uang.
Sebelum ia masuk ke daalam pusaran putih, setelah semua ruh para warga sudah berhasil masuk ke dalam pusaran putih, Al kemballi menyerang dengan sekuat tenaga dengan tombak tsiula hitam, "Ajian Trisula Sambhu!"
BOOOM!
Ledakan yang diciptakan dari serangan sebelumnya jauh lebih kuat dan Al kehilangan semua energi TM miliknya.
Tubuh al juga terpental masuk dalam pusaran, sebab saking kuatnya serangan tersebut.
[Xixixixi .... Selamat, tuan berhasil membunuh roh jahat dan mendapatkan 30 poin Indigo]x50
Birawa menylangkan kedua tang di tengah dada dan terpundur cukup jauh. Kepluan debu dan asap menghalangi pandangan dirinya.
50 pasukan roh jahat kepala buntung yang membawa A***** juga lenyap tak tersisa.
"Guhak!" Birawa berlutut satu kaki dengan memuntahkan seteguk darah hitam pekat.
Ia tak menyangka bisa berurusan dengan Sramana yang cukup kuat namun penakut tersebut dan menggeram, "Awas saja, aku akan memburumu pemuda gendut!"
.
__ADS_1