INDIGO SYSTEM

INDIGO SYSTEM
Indigo <>25 Aura Hitam IV


__ADS_3

Apa yang lihat al sekarang, sebenarnya bukan semestinya Al lihat. Mereka hanya ruh yang dikendalikan oleh Birawa Setra bandar judi 'Kuclak' dimensi gaib dan taruhanya bukan hanya uang, tapi juga energi jiwa mereka yang akan terhisap ke dalam tubuh Birawa Setra.


Atau lebiih tepatnya pecahan mustika jagat saksana.


Mustika jagat saksana memiliki peran penting kesaaaktian para Sramana, semakin banyak pecahan mustiika tersebut diberi energi jiwa, maka akan semakin kuat pula kekuatannya.


Ini yang sangat dilarang di erak kekaisaran kurusetra atauu zaman kaisar Wijaya daahulu. Sebab banyak yang nyawa yang ditumbalkan demi meraih kesaktian.


"Oh, ada pendatang baru. Silahkan tuan muda, semoga keberuntungan tuan baik hari ini." Birawa menyambut Al dengan tersenyum licik.


Sebab, tak ada satu pun orang yang akan menang dalam permainan gaib tersebut. Semuanya sudah dimanipulasi oleh Birawa dan menjadikannya selalu menang.


Makanya ruh yang tamak dan serakah yang pernah bermain akan selalu datang untuk bermain demi memenangkan uang mereka yang pernah bermain tapi selalu kalah.


'Aneh, ini seperti dimensi milik makhluk di rumah sakit itu. Aku merasakan energinya, tapi orang-orang disini tatapan matanya semua kosong. Lebih baik aku selidiki lebih mendalam,' batin Al sambil melihat layar ponselnya yang tanpa ada sinyal.


Semua dugannya tertuju pada kesimplan ika dimensi ini adalah dimensi ajian Jayadipa seperti teritorial milik Bayi Bajang atau Jayadipa Mangkudhara.


"Ayo silahkan pasang!" teriak Birawa lantang dan berapi-api.


Dengan tatapan kosong, Sarkoji, Wina dan 20 orang lainnya mulai menaruh uang keenm gambar mulai dari Gajah, Kuda, Rusa, Harimau, B***, dan juga Kerbau.


Al terdiam dan memprediksi gerakan Birawa ketika menaruh 3 dadu ke dalam piring, lalu ditutupnya dengan kaleng besar dan mengocoknya beberapa kali.


Al menaruh uang tersebut ketiga gambar sesuai hasil prediksinya, yakni gajah, kuda dan kerbau masing-masing 50 ribu.


"Tuan muda, mata anda sangat jeli. Tapi apakah anda yakin?" tanya Birawa dengan tersenyum licik.


Semua orang yang sudah menaruh uangnya dengan keyakinan gambar masing-masing, tiba-tiba berubah pikiran setelah mendengar perkataan Birawa dengan mengikuti pasangan Al.

__ADS_1


"Yakin. Aku pasti menang," tegas Al penuh percaya diri.


Birawa tersenyum licik dan menangkupkan tangan lalu menggosok-gosoknya beberapa kali. Tnpa disadari oelh semua orang termasuk Al, ketiga dadu itu berubah menjadi 3 gambar B***.


Sekelebat aura hitam tertangkap mata bhayangkara aksa di gambar B***, tapi Al yang sudah merasa di atas angin tak memperdulikannya.


"Aku pasti menang, ayo buka bandar!" teriiak Al lantang dan penuh antusias.


"Baiklah, mari kita buka!" Birawa memegang kaleng penutup danbersiap membukanya dengann tersenyum licik.


Al sudah masuk jebakannya dan pikirannya terasuki aura hitam dari energi ajian Kalaseta milik Birawa, yakni ajian yang menyerap energi jiwa milik seseorang asalkan i dalam hatinya ada rasa was-was, tamak, serakah, bahkan iri dan terburu-buru.


"Kita pasti menang, ayo cepat buka bandar!"


"Aku yakin kali iiiini aku psti pulang membawa uangku kembali."


Semua orang ricuh ingin segera melihat hasilnya. Namun begitu Birawa membuka kaleng yang menutupi daadu muka mereka langsung jelek dan bahkan depresi berat.


"Aaaaak ...!" Al merasakan ruhnya tercabut sedikit demi sedikit. Sebenarya bukan ruhnya tercabut, tapi energi jiwa Al sedag terhisap ke dalam pecahan mustika jagat saksana yang tertanam di dada BIrawa Setra.


[Xixixixi .... Umur tuan dikurangi satu bulan, karena menggunakan ripela aksa selama 3 detik]


[Xixixixi .... Hati0hati tuan, ada energi asing bersarag di dalam pikiran tuan]


Al yang sedang merassakan rasa sakit yang amat sangat, sebab energi jiwanya terhisap cepat ke dalam dada Birawa langsung tersadar mendengar suara mekanis sistem.


'Aku terlalu ceroboh. Ini bukan permainan judi biasa, tapi jud nyawa dan setiap kalah, maka energi jiwaku terhisap ke dalam dada bandar ini,' batin Al kesal menatap Birawa yang sedang tersenyum lebar menatap Al.


'Aku akan memakanmu sampai mati, berani kau masuk teritorialku, dan aku tahu pertama kali melihatmu, kau seorang Sramana. Dasar Amin tidak becus,' kata Birawa melalui komunikasi telepati di dalam batin Al.

__ADS_1


Keudian melanjutkan, 'Tapi aku senang yang datang bukan Sramana biasa. Maka dari itu aku akan membuatmu kalah dan mati, lalu energimmmmmmmmmmu aku hisap sampai habis, agar aku bertambah sakti, hahaha ....'


Al edikit gentar mendengar suara Birawa yang menggelegar di dalam pikirannya. Nnamun ia harus menguatkan tekad dan menang, agar bisa keluar dari wilayah teritorial milik Birawa.


Al menarik nafas dalam-dalam untuk menormalkan rtme jantung serta pparu-parunya agar kembali tenang.


Birawa mengambil semua uuang yang ditaruh pada gambar Kuda, Gajah, dan B*** dengan tersenyum lebar.


Bahkan ruh Sarkoji perlahan transparan, ia akan segera mati jika ruhnya hilang. Semua orang ikut ricuh dan berteriak keras ketika energi jiwa mereka terhisap masuk ke dalam dada Birawa.


"Aaaakh ...!" Serentak mereka memekik bahkan ada yang melengking keras saking sakitnya hisapan energi jiwa dari dada Biirawa.


Tubuh Almkembali gemetar melihat fenomena semua orang berteriak keras merasakan sakit yang luar biasa, sampai-sampai ia merasakan celananya hangat oleh air seni yang mengalir deras sebab ketakutan yang amat sangat.


"Gluk!" Al meneguk salivanya dalam-dalam dengan rauut muka seputih kertas, tubuhnya eperti terkena gempa 1,2 skala richter.


'Sial, aku emmang ceroboh menyelidiki hal iini. Nasib mereka juga berada ditanganku, jika aku kalah maka semuanya akan mati hari ini. Namun jika aku menang, kemungkinan nyawa mereka akan selamat,' bati Al dan langsung disahuti oleh Birawa dalam pikirannya.


'Ya, aku akan melepaskan mereka, tapi itu jika kau bisa menang dalam 3 permainan. Jika kalah ketiga-tiganya, maka nyawamu yang akan jadi taruhan, hahaha ...,' batin Birawa dengan tertawa terbahak-bahak.


Tertawanya saja sangat mendominasi dan mengitimidasi Al, sapai-sampai tertelan oleh ketakutannya pada Birawa dan tidak bisa berpikir jernih saat ini.


Al menarik nafass dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan, "Tenanglah."


"Ayo kita mulai!" Al meninju tepalak tangannya dengan penuh percaya diri, ia siap menatap lekat setiap gerak-gerik Birawa untuk menentukan langkah apa yang harus ia ambil selanjutnya.


"Ayo, silahkan! Kita akn memulai lagi permainan ronde kedua.Aku harap kallan bisaa menang dan ada kesempatan menang besar di ronde ini," kata Birawa dengan tersenyum licik membujuk mereka untuk memainkan taruhan yang lebih besar.


Para pemasang yang sudah kembali sadar, bersiap memasang lagi taruhan mereka dengan sangat brutal. Tubuh mereka terselimuti aura hitam yang sangat pekat, bahkan sklera matanya berubah menjadi sangat hitam.

__ADS_1


__ADS_2