INDIGO SYSTEM

INDIGO SYSTEM
Indigo <>7 Asal Mula VII


__ADS_3

...Rumah Sarkowi, tahun 2023....


Sarkowi menghela nafas panjang, "Namun, mayat gadis tersebut sampai sekarang tidak ditemukan di wilayah Hutan Alas Sinang, nak Al. Semenjak itu teror hantu kuntilanak rangkak terus meneror desa Jatitengah ampai sekarang."


"Tapi teror itu hanya berlaku pada laki-laki yang lahir di malam jumat kliwon dan termasuk bapak, nak," sambungnya dengan raut seputih kertas.


"Tapi, menurut Ibu Yuzan, aku sendiri lahir hari selasa kliwon. Tapi itu benar atau tidak. Aku sendiri tidak tahu pak, sudah 1001 kali memimpikan arwah gentayangan nona Endang."


"Maaf, mas Al. Nampaknya bapak tidak tahu, masalah ini mungkin ini berkaitan dengan jasad nona Endang yang tidak ditemukan. Hal itu juga yang membuat hakim pengadilan hanya memutuskan hukuman 5 tahun penjara pada pelakunya si Undi. Alasannya karena tidak diketemukannya mayat nona Endang sampai sekarang." Sarkowi menjelaskan dengan penuh kebingungan.


Penjelasan dan diskusi Al dengan Sarkowi mengenai asal-usul hantu kuntilanak rangkak menemui titik cerah sekaligus jalan buntu.


'Apakah aku harus ke hutan Alas Sinang untuk menyelesaikan misi ini? Tapi apakah tidak berbahaya jika aku kesana dengan kondisiku yang masih lemah," batin Al juga penuh kebimbangan untuk menentukan langkah selanjutnya.


"Baik, pak. Terima kasih atas waktunya, aku boleh minta nomor telepon pak Sarkowi. Siapa tahu jika aku mendapat petunjuk mengenai mayat nona Endang, aku bisa menghubungi bapak," pinta Al dengan tersenyum ramah.


"Baik, nak Al. Semoga nak Al mendapatkan petunjuk, tapi hati-hati jika bertemu dengan orang ini."


Sambil memberikan nomor teleponnya, Sarkowi juga memperlihatkan Undi yang sudah keluar dari penjara 10 tahun lalu. Sekarang ia menjadi pengusaha nomor satu di kecamatan Karangampel, tentu saja karena bantuan raja Mogharwala.


Al menghela nafas panjang, misteri hantu rangkak kuntilanak ittu menyeret Al untuk berhadapan dengan Undi. Jika Al berhasil menguak misteti tersebut.


[Xixixixi! Misi telah berhasil diselesaikan dengan progres 50%]


¤--------------¤--------------¤


[Misi: Pecahkan misteri hantu kuntilanak rangkak]


[Hadiah: 2000 Indigo Koin, cairan penurun lemak 1%, uang Rp,1.000.000 dan title rahasia]


[Petunjuk: Pak RT Sarkowi]


[Deskripsi misi: Hantu kuntilanak rangkak, memiliki penyebab kematian yang penuh misteri dan membuatnya arwahnya gentayangan di panti Insan Madani. Tapi ia akan menempel pada laki-laki yang lahir dalam malam jumat kliwon]


¤--------------¤--------------¤


[Tuan bisa menyelesaikan misi ini walau belum selesai sepenuhnya. Namun, hadiah yang didapat hanya 50% atau setengahnya]

__ADS_1


[Ya/Tidak]


Al yang sedang menatap layar antarmuka tersebut menekan tombol 'Tidak'. Bagi Al yang berprinsip pantang pulang sebelum menang, ini merupakan tantangan misi yang harsus ia selesaikan.


'Aku akan tetap menyelsaikannya apapun yang terjadi, aklku sudah masuk ke dalam bagian dari Indigo System, maka aku akan melanjutkannya,' batin Al menggenggam kuat kepalan tangannya dengan tekad yang maksimal.


Dengan mengulas senyum, Al menyimpan nomor Sarkowi dan mengingat foto Undi di dalam pikirannya dengan sangat treperinci.


"Terima kasih pak atas informasinya. Jika aku bertemu dengan nona Endang, aku akan encoba berkomunikasi dengannya."


Al izin pamit dengan mencium tangan Sarkowi dan keluar dengan langkah yang mantap.


Tujuannya tentu adalah hutan Alas Sinang.


Sambil berjalan ke arah jalan raya Al mengotak-atik menu antarmuka sistem, 'Sistem, ada beberapa fitur yang belum bisaa dibuka ya. Tapi, apakah aku bisa membeli Indigo Koin?'


[[Xixixixi! Bisa, tuan. 1 Indigo Koin \= Rp,10.000. Mau beli berapa tuan?]


Buset, mahal amat!' batin Al melebarkan mata dengan mengacak-acak rambutnya dan melanjutkan, 'Kamu tega banget ya sistem, sudah tahu aku hanya dibekali uang 10 juta oleh ibu Yuza.'


Al mendengus kesal, 'Isi ulang 100 koin!'


[Xixixixi! Baik, tuan. Silahkan masukan uang senilai 1 juta ke dalam ransel inventaris]


Al membuka tasnya dan mengambil map coklat berisi uang 10 juta. Uang pecahan 100.000 berumlah sepuluh lembar Al keluarkan dan ia masukan ke dalam kantong plastik ajaib.


[Xixixixi! Terima kasih tuan. Memproses isi ulang 100 Indigo Koin dan berhasil ditambhakn ke dalam fitur saldo Indigo Koin. Fitur isi ulang Indigo Koin hanya bisa digunakan satu bulan sattu kali]


'Aaaah ....' Al membatin sambil menepuk jidatnya sendiri menatap layar antarmuka sistem.


Awalnya ia berpikir jika isi ulang Indigo Koin bisa dilakukan setiap saat, ternyata hanya satu bulan satu kali dan membuatnya sedikit kesal.


'Kenapa kau tidak memberitahukan sebelumnya' teriaknya dalam batin berapi-api.


[Xixixixi! Salah sendiri tuan tidak bertanya, Xixixixi]


Melihat jawaban dari antarmuka atau panel hologram berwarna putih tersebut, Al ingin rasanya meminum cairan hijau dan merubah dirinya menjadi Hulk untuk mengamuk.

__ADS_1


'Aaaargh ... ah, sudahlah,' batin Al mengacak-acak rambutnya dan membuat orang yang lalu lalang di jalan raya menganggap Al, pemuda stres dan depresi, 'Gunakan untuk mempelajari kitab Ajian Nawadewanata!'


[Xixixixi! Baik, tuan. 100 Indigo Koin telah diggunakan untuk menaikan presentase pemahaman dan pengendalian kitab Ajian Nawadewanata. Memproses dalam 3 ... 2 ... 1 ....]


[0% ... 15% ... 25% ... 35% ... 45% ... 55% ... 65% ... 75% ... 85% ... 95% ... 99% ... 100%]


[Proses pemahaman berhasil. Pemahaman dan pengendalian kitab Ajian Nawadewanata menjadi 10%]


[Selamat, tuan berhasil mempelajari dan menguasai Ajian Gada Brahma dengan tingkat pengendalian 20%. Untuk menaikan tingkat pengendalian rank tubuh tuan harus ditingkatkan]


[Selamat, tuan berhasil mempelajari dan menguasai Ajian Moksala Rudra dengan tingkat pengendalian 20%. Untuk menaikan tingkat pengendalian rank tubuh tuan harus ditingkatkan]


[Ajian gada Brahma adalah kemampuan pukulan setara kekuatan 10 ekor gajah. Pukulan ini juga mempan terhadap makhluk halus di tingkatan arwah gentayangan. Saat ini pukulan tuan setara dua ekor gajah dan bisa membunuh makhluk halus di tingkatan arwah gentayangan]


[Ajian Moksala Rudra adalah kemampuan bergerak cepat. Saat ini kecepatan tuan setara peluru dan hanya bisa bertahan selama 3 detik]


Al menatap layar panel hologram dengan senyum merekah, dan dianggap oleh orang yang berlalu lalang stressnya tambah akut.


"nampaknya aku harus melnurunkan lemak ini," gumam Al memegangi perutnya yang sudah seperti gentong.


Setelah selesai dengan sistem, mata Al berkeliling mencari tukang ojek. Namun tak ada satupun menemukan tukang ojek di sekitarnya.


Ia ingiin memesan ojek online, namun ia tak punya kuota untuk mengunduh aplikasi Grob atau aplikasi Ngokjek di pliystire.


Hingga mobil Merkides Bonz S


K series berwarn merah berhenti di depannya.


"Al, mau kemana?" pannggil Vivian keluar dari mobil milik bosnya bernama Revan Anggara Jaya.


CEO Jaya Grup, grup perusahaan nomor satu di Indramayu, "Vivian, cepat. Kita tidak ada waktu!" teriak Revan ari dalam mobil.


"Sebentar bos, beri aku waktu satu menit." VIvian menghadap ke arah jendela mobil yang sudah terbuka dengan menangkupkan tangan


revan mengangguk dengan wajah datar, Revan rupanya menyukai Vivian. Tapi Vvivian masih tidak peka terhadapnya.


Pesona kecantikan Vivian memang mampu membius Revan Angga Jaya yang terkesan dingin pada setiap wanita.

__ADS_1


__ADS_2