
…
Pantai Tirtamaya.
Maung Bodas berubah dalam mode ajian mahkota siliwangi, karena ia merasa musuh yang akan ia lawan sangat kuat.
“Kenapa aku merasa ada khodam milik Birawa dan Prisarasari? Bukankah merekasudah tewas dan pecahan mustika jagat saksana sudah di ekstraksi dari tubuh mereka?” gumam Maung Bodas mengelus dagunya.
Penjagaan kubah pelindung di pantai Tirtamaya lebih kuat 10 kali lipat dari pabrik kosong di Palimanan.
Sampai-sampai Maung Bodas harus beraksi dengan kekuatan penuhnya. Saat ini Maung Bodas belum terlacak oleh ajian warha sandya yang dilepaskan oleh Setyarini.
Penjaga Ibu Yuzan, Vivian dan Lyodra adalah Setyarini dan Undi, tapi khodam dan anak buahnya yang menjaga ada sekitar 50 orang dan 300 khodam setingkat siluman.
Maung Bodas memejamkan mata untuk mendeteksi celah dari kubah pelindung gaib yang dipasang sangat jauh, yakni radius 1 km.
“Semoga aden bisa menyelamatkan mereka,” gumam Maung Bodas dengan raut muka khawatir.
Maung Bodas bersiap dengan kuda-kuda mengalirkan energi TD dan energi ™ ke seluruh tubuhnya untuk menerobos kubah pelindung gaib.
Di sekeliling tubuhnya terjadi fluktuasi udara sampai-sampai memunculkan pilar energi putih ke langit saking kuatnya energi yang digunakan Maung Bodas untuk menerobos lapisan kubah pelindung.
Petir putih menyelimuti Maung Lodaya yang sudah berubah menjadi pusaka kujang kembar dengan sangat bergemericik.
“Maju Maung Lodaya!” Maung Bodas melemparkan sekuat tenaga kedua kujang kembar ke arah lapisan kubah pelindung yang berada di bagian utara dan berhasil menembus lapisan kubah tersebut.
Pusaka kujang kembar lagsung berubah menjadi Maung Lodaya begitu melewati lapisan kubah pelindung gaib dan segera melesat ke arah tempat dimana Vivian, Lyodra dan Yuzan disekap tanpa diketahui oleh deteksi radar yang menyebar ke seluruh wilayah kubah pelindung gaib.
Maung lodaya mengecilkan tubuhnya seukuran harimau biasa dengan bulu merah dan belang hitam dengan manik mata merah.
Kemudian melesat secepat kilat agar tak diketahui makhluk gaib yang sedang berjaga dalam radius 1 km.
Maung Bodas terus mengawasi Maung Lodaya dengan ajian sandya warhandya dan tersenyum puas, “Bagus Maung kamu memang hebat. Lakukan secepat mungkin.”
__ADS_1
Maung Lodaya sudah sampai di sebuah bangunan kosong dan tak terawat dekat bibir pantai Tirtamaya.
Maung Lodaya mengendus-endus pelan sambil melesat bau Yuzan, Vivian dan Lyodra dan hidungnya benar, mereka bertiga di dalam bangunan yang banyak dijaga oleh makhluk halus dari level siluman, baik itu Genderuwo, Kuntilanak merah, Kera hitam, Bergola ijo dan Wewe Gombel.
Maung Lodaya membesar seratus kali lipat dan menginjak semua makhluk halus yang menjaga Lyodra, Vivian dan Yuzan.
Bangunann kosong tersebut juga langsung dimakan oleh Maung Lodaya, lalu berlari cepat ke arah Maung Bodas yang sudah dikepung oleh Undi dan pasukan siluman kuda miliknya.
“Maung, kamu tak usah membantuku. kamu bawa mereka bertiga menjauh dari tempat ini,” kata Maung Bodas melalui komunikasi telepati.
Maung Lodaya yang mendengarnya langsung melesat untuk menerobos lapisan kubah pelindung gaib dengan merubah dirinya menjadi pusaka kujang kembar, sementara Lyodra, Vivian, dan Yuzan ke dimensi gaib milik Maung Bodas.
Pusaka kujang kembar berhasil menerobos kubah pelindung gaib tanpa terdeteksi, kemampuan Maung Lodaya memang bukan kaleng-kaleng sebagai siluman, nenek moyang dari Maung Bodas.
Sementara itu Maung Bodas mulai melemah setelah semua energinya terkuras habis menggunakan ajian mahkota siliwangi.
Siluman-siluman kuda yang dipelihara oleh Undi terus menyerang Maung Bodas dengan hantaman tubuh sambil berlari kencang.
Maung Bodas menghindari serangan-serangan tersebut dengan terus melompat ke berbagai arah Hingga staminanya mulai kelelahan.
Begitu Maung Bodas kakinya menyentuh permukaan tanah, dan ingin melompat lagi, ia sudah tak kuat. Salah satu siluman kuda dengan aura api yang berkobar-kobar melesat secepat peluru dan berhasil menyeruduk Maung Bodas.
BAM!
Maung Bodas terpental ke udara, Undi memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyerang Maung Bodas yang pandangannya mulai buram dengan melompat dan melesatkan tendangan ke perut Maung Bodas.
BOOM!
Tubuh Maung Bodas meluncur ke permukaan aspal dan menabraknya hingga tercetak kawah sedalam 5 meter disertai kepulan debu juga asap.
Siluman kuda yang lain melompat dan bersiap menginjak maung Bodas yang sudah terkapar di dalam cekungan kawah.
BAM! BAM!
__ADS_1
Maung Bodas berhasil diinjak oleh 10 siluman kuda bergantian dan membuatnya memuntahkan banyak darah, “Guhak! Semoga Maung Lodaya sudah berhasil membawa mereka,” lirihnya.
Padahal ia sudah tersudut dan sedang diinjak habis-habisan oleh siluman kuda. namun pikirannya terus memikirkan keselamatan Maung Lodaya, Lyodra, Vivian, dan Yuzan. Keselamatan dirinya sendiri pun tak Maung Bodas pikirkan, ia sudah siap mati.
Salah satu anggota geng Camping Ireng melapor pada Undi, “Bos, mereka berhasil lolos dan kita belum dapat kabar dari Ki Sambadra.”
“Tidak apa-apa. Aku sudah mendapatkan hal yang sepadan dengan kedua mata dan kekuatan untuk meningkatkan tingkatanku.” Undi tersenyum licik sambil mengibaskan tangan.
Lalu berjalan perlahan mendekati Maung Bodas yang sudah terkapar pingsan, dan berkata, “Dengan memilikimu maka aku bisa menjadi sangat kuat. Aku tahu kau akan datang, makanya aku menyebar racun ajian wewe saluyu yang hanya mempan pada siluman harimau sepertimu. Kamu memang bodoh.”
Undi menautkan tangan, lau merapal ajian beluk sandarawa untuk mengontrak Maung Bodas yang hampir sekarat.
Semua kekuatannya menurun drastis dari level iblis ke level arwah gentayangan akibat terkena ajian wewe saluyu.
Pantas saja ia begitu lemah setelah melepaskan pusaka kujang kembar ke dalam lapisan kubah pelindung gaib.
Target dari drama penculikan ini, niat Undi dan niat Sambadra sudah berbeda. Sambadra menginginkan kedua mata Al, sedangkan Undi menginginkan Maung Bodas, khodam setara dengan raja iblis Mogharwala. Jadi walau ia gagal dengan rencana Samabdra, rencana utamanya tetap berhasil 100%.
Muncul sebuah gulungan hitam dan terhampar sangat panjang. Di dalam gulungan tersebut sudah banyak kolom yang terisi nama-nama khodam yang sudah dikontrak oleh Undi.
Lalu menulis nama Maung Bodas dengan huruf sansekerta di kolom yang paling ujung dengan darah yang keluar dari ujung telunjuknya.
BOOF!
Gulungan itu berubah menjadi kepulan asap setelah menggulung secara otomatis dan Undi berhasil mengontrak Maung Bodas menjadi khodamnya.
“Dengan begini aku tak butuh raja Mogharwala dan tak ada satupun dukun atau paranormal yang mampu menyentuhku di seluruh dunia, hahaha ….”
Undi tertawa jahat sambil terus berjalan dan punggungnya sudah hilang dari pandangan anak buahnya.
Tawanya tersebut membuat anak buahnya bergidik ngeri, sebab aura kematian yang sangat pekat menekan mereka semua.
Semua anggota geng Camping Ireng meninggalkan wilayah pantai Tirtamaya. Sedari awal Jayadipa dan Setyarini hanya mengirimkan bayangan mereka untuk mengelabui Maung Bodas.
__ADS_1
Karena Jayadipa dan Setyarini lebih condong dengan rencana Undi yang menginginkan Maung Bodas ketimbang rencana memiliki kedua mata Al.
Dengan memiliki Maung Bodas, maka mereka lebih dekat menuju pusaka pedang Maung Siliwangi yang merupakan empat pusaka pedang kurusetra. Maung Siliwangi merupakan nenek moyang dari Maung Bodas dan Maung Lodaya dan merupakan Kaisar leluhur para maung atau para siluman harimau.