INDIGO SYSTEM

INDIGO SYSTEM
Indigo <>12 Misteri Sramana III


__ADS_3

Perempuan berjubah hitam tersebut hilang dari pandangan, ia pergi meninggalkan wilayah istana Kurusetra menggunakan ajian lempit bumi.


Waninta itu bukan pendekar biasa, dan di zaman ini tidak mengenal adanya nama Sramana. Walau pendekar tersebut mampu mengirmkan santet atau pendekar aliran hitam.


Wijaya bersemedi di dalam kamar rahassianya untuk mencari petunjuk mengenai hal yang sedang di alami oleh Wulandari istri keduanya.


Satu hari, dua hari, tujuh hari sampai satu bulan lamanya ia bersemedi namun belum membuahkan petunjuk dari dewata sedikit pun.


Sementara kondisi perut Wulandari semakin besar seperti seorang ibu yang hamil 9 bulan.


Wulndarri juga nukan sekedar putri dari saudagar kaya, ia juga seorang pendekar yang cukup mumpuni.


Soka CItralndaala dibuat geram karena Wulandari seharusnya sudah mati satu minggu setelah terkena ajian jagat semesta tingkat tinggi.


"Sial, kenpa dia belum mati juga," gumam Soka Citrandala dengan mebgeraskan rahang.


Dia sedang berada di depan Wulandari menyamar sebagai salah satu dayng istana menggunakn ajian malih rupa tingkat tinggi.


Jika ada Wijaya mungkin akan ketahuan, karena ajian malih rupa tingkat apapun bisa Wijaya deteksi menggunakan ajian padma siwa.


'Padahal aku sudah menggunkan semua energi jiwaku sampai tahap maksimal untuk membunuhnya. Apakah ajian jagat semesta tidak bekerja,' batin Soka sambil menunudk dengan mengelap kaki Wulandari.


Kondisinya memang seperti seorang ibu hamil 9 bulan, tapi yang membuat Soka geram dan kesal adalah Wulandari baik-baik saja, bahkan terkesan bisa berlari.


"Dayang, sejujurnya aku sangat menerima keadaanku seperti ini. Namun, jika ini adalah kiriman pendekar aliran ilmu hitam aku tetaap akan meamaafkannya."


Kata-kata Wulandaari mengejutkan Soka karena tidak ada lagi dayang yang lain yang sedang berada di kamar Wulandari, hanya ada Asmarini yang sedang mmenemaninya.


"Ratu Wulandari, anda adalah wanita yang baik dan bjaksana. Tapi bisa saja penyebab mengenai hal ini karean sang kaisar, misal kaisar pernah berburu di hutan dan ada pendekar aliran hitam yang terkenaa panahnya."


"Tapi kaisar tidak menolongnya lalu memberikan kutukan dan kutukan itu malah mengenai Ratu yang tidak bersalah," balas Soka mencoba memprovokasi Wulandari agar sedikit membenci Wijaya.


"Dayang, rumah tangga itu bukan siapa yang benar atau siapa yang salah. Jika ada yang berbuat kesalahan, maka harus ditanggung bersama.

__ADS_1


"Jika memang suamiku melakukan hal seperti itu dan aku yang kena getahnya, itu tidak masalah. Deritaku derita suami juga,, derita suami deritaku juga. Toh, suamiku juga tidak tinggal diam," sergah Wulandari.


'BEruntung sekali kamu Wulandari dicintai dan mencintai Wijaya, andaikan saja aku bisa berada diposisimu, maka aku bisa merasakan kekasih sejati sesungguhnya,' batin Soka penuh rasa iri.


Wijaya dengan berat hati keluar dari kamar khusus pertapaannya, dan langsung menuju kamarWulandari untuk melihat keaddaan istri kedua tercintanya tersebut.


Namun, ketika Wijaya kelihatan batang hidungnya oleh Wulandari, istri keduanya tersebut langsung menggeram, "Pergi kau iiblis!"


Soka CItrandala yang menyamar sebagai dayang pun dibuat bingung, ia pikir ajian jagat semesta hanya akan mengumpulkan energi dalam wadah energi Wulandari dan tidak ada reaksi kesurupan seperti itu.


Soka tetap di dalam kamar dan berpura_pura menenangkan Wulandari, "Tenang yang mulia Ratu, itu bukan iblis, itu yang mulia kaisar suami yang mulia ratu."


"ya, benar kata dayang. Aku suamimu bukan iblis," timpal Kaisar Wijaya.


ASmarini melirik Wijaya dan menggeleng pelan ke arah kanan untuk memberikan kode pada Wijaya untuk keluar dari kamar Wulandari.


Tapi, Wijaya tidak mengerti dan ters mendekati Wulandari. Semakin Wijaya mendekat, semakin Wuilandari bertambah marah dan geram.


Sklera matanya memutih dengan ruam otot seperti aar menajlar di sekujur tubuhnya yang berwarna ungu kemerahan.


"Pergi!" tunjuk tegas Wulandari pada Wijaya dengan menggeram.


Suaranya sudah bukan suara Wulandari yang lembut, tapi seperti suara geraaman seribu orang laki-laki dan perempuan yang dijadikan satu.


Wulandari melesat ke udara dengan menabrak atap kamarnya dan Wijaya segera mengejarnya.


Di dalam wadah energi Wulandari ada banyak makhluk halus yang ingin tinggal dibadannya. Bukan hanya stu atau dua, tapi ribuan.


Wulandari yterbang melesaat cepat ke aarah hutan pegunungan Apuy agar tak dikejaar oleh Wijaya.


Namun, Wijaya tak mau melepaskannya begitu saaja. Lagipula itu adalah istrinya yang harus ia lindungi dan jaga.


"Kenapa Wulandari malah masuk ke dalam hutan Pegunguan Apuy yang banyak siluman. Tempat ini sangat berbahaya baginya," gumam Wijaya dengan raut muka khawatir.

__ADS_1


Wilayah pegunungan Apuy terkenal hutan yang angker dan meiliki banyak siluman. Walau siluman Maung Bodas pemimpin atau raja di pegungan Apuy sudah ia tundukan.


namun tetap saja setiap hari ada saja siluman baru yang masuk ke wilayah pegunugan Apuy.


Apalahi ditambah Wulandaari masuk ke dalam wilayah pegungan Apuy, maka akan semakin banyak makhluk halus termasuk siluman yang masuk dan berkumpul di dalam wilayah pegunungan Apuy.


Bagi makhluk halus seperti mereka, wanita yang mampu menyerap lima jenis energi dan menelurkan mustika jagat semesta, tubuhnya sangat wangi.


Bukan hanya itu, kekuatan mereka dan tingkatan mereka akan meningkat drastis. Apalag sampi bisa masuk ke dalam tubuhnya.


Ta, benar. Di dalam wadah energi Wulandari telah berkumpul lima jenis energi dan berkumpul menjadi kristal berbentuk mustika jagat semesta.


Wulandari mendapatkan malang dan untung disaaat bersamaan, untungnya dengan memiliki mustika jagat semesta, ia memiliki kekuatan setara mahadewi.Tapi malangnya adalah ia akan dikejar-kejar oleh makhluk halus yang ingin mendiami tubuhnya.


Kabut hitam dengan aura mistis menyellimuti hutan bagian luar pegunungan Apuy. Wijaya memasuki wilayah dalam hutan, tapi semakin dalam, kabut hitam dengan nergi engatif semakin tebal.


Pandangan matanya terhalang, untung saja ia bisa melacakk keberadaan Wulandari dengan ajian padma siwa.


"Hihihi ...." Sekelebat bayangan putih melayang di belakang WIjaya.


Ia tetap fokus berjalan perlahan ke arah Wulandari, semakin ke dalam, jalanannya semakin licin, terjal dan ketebalan kabutnya semakin tebal, hanya bisa melihat sampai jarak pandang 50 cm.


Sesosok arwah gentayangan melayang di belakang Wijaya dan meniup-niupkan ke arah tengkuk Wijaya agar ia ketakutan.


Sejujurnya ia sedikit ketakutan dan bulu kuduknya agak meremang. Siapa yang tidak takut masuk ke dalam hutan yang sangat gelap dengan banyak makhluk halus mendiami wilayah tersebut.


Tapi, rasa cintanya pada Wulandari mengalhkan rasa takutnya.


Sesosok Wewe Gombel dengan rambut panjang menjuntai sampai kakinya dengan gunung kembar diluar nalar umumnya manusia menjuntai sampai ke pahanya, terus menggoda Wijaya.


"Hihihi ... Hihihi ... Hihihi .... Anak muda tampan, hihihi ...."


__ADS_1


__ADS_2