
......................
Keesokan paginya.
Seruni dan Serani seperti biasa mencari kayu bakar di dalam bagian hutan Kalahar.
Seruni yang merasa ketakutan kemarin, sekarang begitu bersamangat. Bahkan sebab dirinya pekerjaan yang harus dikerjakan 4 jam, bisa dilakukan selama 1 jam.
Seruni bergerak sangat cepat dan menggendong 5 ikat kayu bakar dalam sekalii angkut.
Tentu saja ini sangat memudahkan Seruni dan Serani dalam bekerja. Baru satu jam mereka sudah selesai dan bisa mengumpulkan uang 10 koin emas.
10 koin emas tersebut adalah pembayaran hari ini dan kemarin.
"Juragan, kami pulang dahulu. Kami mau ke pasar membeli baju baru. Kami juga ingin melihat arak-arakan dari kekaisaran akan datang." Serani mengulas senyum sumringah pada Juraga Manik.
"Pergilah, kalian juga butuh menyegarkan diri dan ini untuk kalian." Juragan manik memberikan tambahan uang 5 kkoin emas untuk mereka berdua, "Itu bonus untuk kalian. Berkat kerja keras kalian aku bbisa memenuhi banyak pesanan hari ini."
"Terima kasih juragan." Serentak Seruni dan Serani menunduk hormat dengan mata berkaca-kaca. Mereka berdua sangat terharu atas kebaikan Juragan Sudamanik yang begitu tulus.
Mereka berdua pun segera pergi ke pasar dengan langkah penuh kegembiraan. Akhirnya mereka bia membeli baju baru setelah satu tahun memendam keinginan tersebut.
'Serani, aku berjanji hidup kita akan berubah,' batin Seruni menguatkan tekad.
Jarak pasar memang cukup jauh dari desa Kalahar, yakni sekitar 10 km dan mereka menyewa delman untuk kesana.
Kuda-kuda di Desa kalahar merupakan kuda-kuda terbaik di kekaisaran Kurusetra.
Hampir setiap bulan para pejabat kekaisaran akan berkunjung untuk membeli kuda di Desa kalahar dan hari ini pun tiba.
Tetapi ada kabar jika yang akan datang addalah Kaisar Wijaya dan Ratu Asmarini sendiri. Jadi para penduduk Desa Kalahar bersiap semeriah mungkin untuk menyambut Kaisar dan Permaisuri Mereka.
Mereka berdua sampai di pasar Kumbayana yang masih dalam satu wilayah Desa Kalahar yang sangat luas. Bahhkan Desa Kalahar tidak layak disebut sebagai Desa tapi seharusnya sudah menjadi kademangan atau kecamatan. Sebab luas wilayahnya dan dibagi atas beberapa blok-blok dusun.
"Kakak, kita harus bergegas membeli baju. Takut terlambat, kita tidak bisa melihat Kaisar Wijaya nantinya."
Serani menarik tangan Seruni begitu turun dari delman. Serani menarik Seruni ke arah toko pakaian yang cukup mahal dan terkenal yang selama ini mereka berdua impikan.
"Bulik Ratu. Kami ingin membeli baju." Serani menaruh 5 koin emas di meja yang digunakan untuk transaksi di toko pakain Wilujeng Sumping.
"Wah, kalian telah mennepati janji kalian rupanya. Sudah satu tahun aku menunggu kedatangan kalian." Bulik Ratu tersenyum lebar dengan menangkupkan tangan menyambut Seruni dan Seruni.
Kemudian melanjutkan, "Apakah aku perlu melakukan riasan juga pada kalian? Sepertinya kalian akan mengikuti acara arak-arakan di Desa kalahar."
"Tentu, Bulik Ratu. Kami serahkan semuanya sama Bulik Ratu." Serentak Seruni dan Serani menangkupkan dengan menunduk hormat pada Ratu.
__ADS_1
"Baiklah, kalian mandilah terlebih dahulu! Tenang tidak butuh waktu lama untuk prosesnya. Silahkan masuk ke dalam! Nanti Srihartati yang akan membantu kalian."
Seruni dan Serani di hantar ke dalam toko Wilujeng Sumping untuk dilakukan pembersihan dengan mandi 7 bunga dewa.
Bunga yang cukup langka dan menggunakan ajian Chandra Triasih untuk meningkatkan aura pemikat pada target agar kecantikan luar dalamnya semakin mempesona.
Hanya Bulik Ratu Amorgawani yang bisa melakukannya. Bulik Ratu merupakan pengrajin pakaian khusus dan perias handal nomor satu di benua Nusantara. Namun ia tak pernah mau jika diundang oleh istana kekaisaran untuk datang.
Seruni dan Serani dibantu Srihartati membuka pakainnya. Nampak tubuh indahnya begitu sintal dan montok. Kulitnya memang berwarna agak sawo matang juga begitu kumal serta lusuh. Sebab tak pernah mendapatkan perawatan layaknya seorang perempuan.
"Nona, tubuh anda berdua sangat bagus. Jika ada lelaki yang mendapatkan nona dan menjadikan kedua nona tentu sangat beruntung," puji Srihartati pada Seruni dan Serani membbuat mereka tersipu malu.
Mereka selalu minder pada orang lain, sebab hidup mereka miskin dan yatim piatu. Tapi kini perubahan ini merupakan batu loncatan mereka untuk melangkah menjadi kupu-kupu yang indah yang terbang di angkasa.
Seruni dan Serani berendam di dalam baik berisi air khusus yang i dapat dari puncak gunung Kalahar dengan 7 bunga dewa yang sangat langka. Hanya Bulik Ratu Amogharwati yang mempunyai bunga tersebut.
Setelah berendam selama stu jam, kulit Seruni dan Serani begitu bersih seperti giok kaca yang berkilau. Bulik Ratu Amogharwati dan Srihartati sampai-sampai menjatuhkan rahangnya menatap mereka berdua tanpa sehelai benang pun.
Seruni berambut merah dengan manik mata merah bak ksristal ruby dan Serani berambut pirang dengan manik mata emas.
Kedua indahan itu salng melengkapi bukan saling menjatuhkan, bukan uga saling mengurangi atau menambahi.
Bulik Ratu Amogharwati membaca ajian chandra triasih dengan mulut komat-kamit. Tubuh Seruni dan Serani diselimuti aura emas, yakni aura dewi bulan kembar.
Riasan yang begitu cantik langsung terlukiskan di wajah mereka berdua, menambah daya pesona siapapun yang memandangnya.
Srihartati segera memakaikan pakaian berupa kemben dari kain khusus dari kain sutra yang sudah dipuasai selama 1 tahun oleh Bulik Ratu Amogharwati.
Mereka memakai pakain ratu Majapahit zaman dahulu dengan selendaang emas yang terikat di pinggag masing-masing.
Wajah dan tubuh mereka benar-benar seperti tam bisa dibedakan setelah memakai baju pusaka bernama 'Chandra Purnama.'
Baju khusus permaisuri yang dibuat sangat khusus Bulik Ratu Amogharwati. Pusaka Chandra Purnama pernah diminta oleh kaisar Wijaya, namun Bulik rati Amogharwati tidak memberikannya.
Sebab ia menanmkan kutukan juga anugrah di dalam pusaka tersebut. Jika yang memakainya bukan wanita kembar dan akan endapatkan kutukan ajian chandra getih.
Barang siapa wnita yang memakai pusaka Chandra Purnama dan bukan wanita kembar khusus. Maka ia akan haus darah dan terus membunuh siapapun tanpa pandang bulu. Ia aka. menjadi sesosok iblis yang haus darah.
Ia akan terus menciptakan pertumpahan darah dimanapun ia menginjak tanah. Kutukan yang sangat mengerikan. Makanya Bulik Ratu Amogharwati memberikan pusaka Chandra Purnama pada Seruni dan Serani.
"Kalian memang dua gadis yang aku tunggu dan sekarang ini takdir kalian telah menunggu." Bulik Ratu Amogharwati memegang pundak Seruni dan Serani bergantian dengan mengulas senyum lebar.
Kemudian melanjutkan, "Mulai sekarang nama kalian adalah Chandra Aruna dan Chandri Arini."
Bulik Ratu Amogharwati menepuk kedua pundak Seruni yang diberi nama Chandri Arini dan selanjutnya menepuk kedua Seraani yang diberi nama Chandra Aruna.
__ADS_1
Mereka berdua sangat senang dengan nama masing yang telah diberikan oleh Bulik Ratu Amogharwati.
"Aku akan menerima uang ini sebagai mahar, bukan sebagai biaya semua perawatan dan juga baju kalian. Aku memberikan semuanya gratis unutk kalian agar bisa mewarisi saah satu ilmu ajianku, yakni ajian chandra triasih," jelas Bulik Ratu Amogharwati.
Aruna dan Arini dihantar ke depan. Bulik Ratu Amogharwati. Sudah menyiapkan kereta kencana yang khusus untuk mereka berdua.
Namun, Aruna dan Arini tidak tahu jika mereka berdua sekarang dijadikan bidak catur oleh Bulik Ratu Amogharwati.
Untuk membalaskan dendamnya pada Kaisar Wijaya yang telah membunuh Sri Maharaja Baduga Gajah Prawaira, penguasa kekaisaran Siliwangi sebelumnya.
Bulik Ratu Amogharwati hanya sebuah nama samaran yang dahuluny adallah permaisuri kekaisaran Siliwangi dan merupakan istri sang kaisar Sri Maharaja Baduga Gajah Prawaira.
Nama aslinya adalah Ratu Dyah Chandra Brasta.
Aruna dan Arini dihantar oleh salah satu ajudan setia Bulik Ratu Amogharwati menuju alun-alun Desa Kalahar. Kecepatan kereta kencana milik Supala sangat cepat dan seperti memijak angin setiap kali para kuda itu berlari.
Alun-alun desa Kalahar yang berjarak 10 km tersebut ditempuh sangat cepat. Begitu sampai sudah banyak warga dari seluruh dusun meadatai alun-alun Desa.
Semua riu ramai dan mata yang terarah pada pandangan menuju tiang alun-alun desa, berubah posisi. Ketika Aruna dan Arini keluar dari kereta kencana dibantu Supala.
Angling Wirasena, Birawa, Jayadipa, Prisarasari, dan Setyarini yang merupakan para senopati di kekaisaran kurusetra bagian kekaisaran Siliwangi langsung terperangah melihat kedua gadis kembar tersebut.
Angling Wirasena langsung turun dari udanya dan berjalan mendekati Aruna serta Aruni yang sedang menyapa para warga dengan menangkupkan tangan dan senyum ramah.
"Lihat, si bujang llapuk segera melesat. Bagai Harimau menerkammanngsanya," cibir Birawa sambil menunjuk ke arah Angling Wirasena.
"Bodoh!" Setyarini menoyor bagian belakang kepala Birawa dan melanjutkan, "Memangnya kau sudah punya pasangan?"
Birawa langsung bungkam dicibir seperti itu. Angling Wirasena yang sudah terbius oleh kecantikan Aruna dan Aruni langsung memberi salam hormat dan berlutut satu kaki di depan mereka berdua.
'Pemuda yang sangat tampan,' batin Aruna dan Aruni serentak.
'Kakak, apakah kakak juga menyukai laki-laki ini? Aju juga suka dan siap berbagi suami denganmu,' kata Aruna melalui komunikasi telepati.
Setelah berhasil menguasani ajian chandra triasih hubungan kembar isam mereka melalui telepati semakin kuat. Mereka bisa berkomunikasi cukup dengan lewat telepati saja.
'Ya, kakak jjuga menyukainya. Tapi jika dia status kita. Apakah dia tetap mencintai kita?' tanya Aruni melalui telapati.
'Untuk itu kita harus mendapatkannya. Kakak tak perlu minder lagi. Sekarang kecantikan kita takan bisa mmengalahkan. Bhakan Ratu Wulandari dan Ratu Asmarini pun bukan tandingan kecantikan kita,' jawab Aruna melalui telepati dengan penuh percaya diri.
'Ya, kamu benar,' timpal Aruni melalui telepati dengan penuh percaya diri juga.
Mereka berdua kerubungi para warga,namun dijaga Supala dan Angling Wirasena agar para warga tidak berdesak-desakan di sekitar Aruna dan Arini.
Semua mata kaum adam dibuat mabuk kepayang oleh kecantikan Aruna dan Arini. Bahkan juragan Sudamanik orang terkaya di Desa Kalahr ingin mempersunting mereka berdua.
__ADS_1
Namun melihat yang mendekati Aruna dan Arini adalah Senpati Angling Wirasena. Niat itu Juragan Sudamanik urungkan.
.