INDIGO SYSTEM

INDIGO SYSTEM
Indigo <>41 Harta Kembar Siam VIII


__ADS_3

Al dan Bharada Jefry yang sudah sampai di kaki gunung Kalahar atau gunung Santri sedikit khawatir dengan pilar energi hiitam yang menjulang ke langit.


"Sial, kenapa akademi Wong Alus satu pun tak ada yang bertindak. Apa yang sedang diilakukan oleh Prida," gumam Bharada Jefry menyeringai kesal sambil memukul permukaan tanah.


Mereka berdua dibawa terbang oleh naga Taksaka yang merubah bentuknya menjadi naga panjang berwarna hijau pekat dengan sisik hijau seperti giok yang sangat mulus.


"Tidak perlu disesali, aku sudah tak bertuan. Aku membutuhkan tuan baru dan jika aku punya tuan baru maka kekuatanku akan semakin kuat. Maka ---"


Sebelum Naga Taksaka mellanjtkan perkatannya, mereka sudah diserang oleh pasukan kerajaan iblis Mogharwala.


Pasukan Kera Merah melemparkan pisau atau lebih tepatnya belati yang sudah diselimuti aura energi TM yang sangat padat.


JLEB! JELB!


Naga Taksaka sepanjang !0 meter tubuhnya dipenuhi belati yang diselimuti aura merah yang mendesis.


Bharada Jefry yang sangat sigap segera menarik Al agar terhindar dari serangan belati energi TM yang sangat kuat. Bukan hanya siluman seetingkat iblis yang bisa terbunuh, bahkan manusia biasa jika terkena pisau tersebut hanya dalam 3 detik akan tewas terkena racun kematian yang sangat ganas dari bilah pisau yang diselimuti aura energi ajian chandra getih.


"Tuan mudaa! Jadikan aku kodammu!" pinta Naga Taksaka dengan berteriak dan sudah kembali ke wujud manusia dengan punggung dipenuhi tusukan belati dan melanjutkan dengan memuntahkan banyak darah, "Guhak! Ayo cepat tuan muda. Kalau tidak aku akan mati dan tuan muda akan menyesal."


"Pak,apa yang harus aku lakukan?" tanya Al dengan raut muka panik. Ia bimbang dan bingung harus melakukan apa disaat situasi genting seperti ini.


"Percaya pada hatimu, Al" jawab Bharada Jefry dengan menghela nafas panjang.


Bharada Jefry juga tidak tahu harus melakkukan apa. Namun jika Sramana dibawah level Kharisma kontrak dengan khodam setingkat iblis biasanya akan mudah marah dan bisa menyerang siapapun tanpa pandang bulu.


Tangan Al tertangkup laut tertaut dan bukan Al yang menggerakan tapi ada kekuatan lain yang menggerakannya.


"Percaya pada intuisimu da pecaya pada hatimu!" Suara berat pria terdengar di dalam telinga Al dan merasuk ke dalam hatinya, "Katakan! Ajian Beluk Sandarawa dengan menggigit kedua jempoolmu hingga berdarah!"


Al tanpa basa-basi menggiggit kedua jempolnya dan merapal mantra, "Ajian Beluk Sandarawa!"


BOOF!


Muncul sebuah gulungan yang sangat pannjang dengan ornamen naga berkepala tujuh berwarna emas.


Gulungan itu menghampar dengan kolom yang masih kosong. Namun hanya ada satu kolom yang masih kosong polos. Sisanya sudah tertulis dengan aksara Sansekerta yang berarti terkunci.


Kedua jempol Al ditempelkan ke salah satu kolom dan menuliskan kata Naga Taksaka dengan huruf Sansekerta menggunakan darah sebagai tintanya.


BOOF!


Gulungan emas itu menghilanng menjadi kepulan asap dan manik mata Al yang berwarna hitam keduanya bergerak sangat cepat seperti mesin slot dan berhenti di manik mata berwarna hijau bermotif riak air.


Bharada Jefry yang melihatnya dibuat takjub setakjub-takjubnya. Bagaimana tidak, kedua mata itu sangat indah dipandang dan membuat tenteram.


Kedua mata Naga Taksaka juga memiliki motif yang sama dengan milik Al dan energi mereka beresonansi satu sama lain.


Al menyerap energi positif yang sangat banyak dari Naga Taksaka dan begitu pula sebaliknya. Perlahan dan past tubuh Al menyusut dan berkurang lemaknya sebanyak 10 kg.


[Xixixixi .... Selamat, tuan menaiikan rank tubuh tuan ke rank C. Tubuh tuan lemaknya telah hilang sebanyak 10 kg. Berat badan tuan sekarang 64,25 kg]


Dari tubuh Al keluar asap yang sangat mendesis kuat dan metapa pasukan kera merah tersebut dengan mata yang sangat tajam.


[Xixixixi .... Selamat tuan berhasil menaikan rank tubuh dari rank D ke rank E. Semua kekuatan ajian nawadewanata ditingkatkan menjadi 80%]


[Selamat, ajian gada brahma kekuatannya naik menjadi 80%, kekuatan setara 8 ekor gajah]

__ADS_1


[Selamat, ajian moksala rudra kekuatannya naik menjadi 80%, kecepatan tuan setara petir]


[Selamat, ajian angkusa sangkara kekuatannya naik menjadi 80%, tuan bisa menciptakan 10 pedang bayangan dan hanya mempan pada serangan fisik]


[Selamat, ajian trisula sambhu kekuatannya naik menjadi 80%, tuan bisa menciptakan delapan tombak trisula bayangan dan bisa membunuh makhluk halus setingkat jin]


[Selamat, ajian bajra isvara kekuatannya naik menjadi 80%, tuan bisa menyegel makhluk halus setingkat jin dan menyegel pergerakan Sramana ditahap dukun]


[Selamat, ajian chakra visnu kekuatannya naik menjadi 80%, tuan mampu menahan serangan fisik Sramana setingkat Kharisma Buana dan Makhluk halus setingkat jin]


[Selamat, ajian mahadewa nagapasa kekuatannya naik menjadi 80%, tuan bisa menciptakan 10 panah angin yang berbaur dengan elemen api. Jarak serang 20 meter]


[Selamat, ajian mahesora dupa kekuatannya naik menjadi 80%, tuan mendapatkan api Ashura, yakni api merah yang sangat panas mampu membakar target kecuali makhluk halus]


"Pak, lebih anda pergi ke atas. Aku akan menyusul setelah membereskan mereka semua."


Sudah ada 10 pedang bayangan berwarna merah yang mengililingi tubuh Al. Auranya sangat jauh berbeda dari sebelumnya, ketampanan wajahnya pun sudah tereksos dengan baik, akibat penurunan lemaknya yang sangat signifikan.


Bharada Jefry memanggil Hanubara dan dalam mode tempur, mereka memang bersiap untuk berperanng melawan Keempat Jendral Iblis yang sudah sempurna ajian pancer sudarsananya.


Bahkan Kakawin pun sudah dibangkitkan dalam tubuh Aruna dan Arini yang disegel di dalam mustika Chandra Kembar.


Bharada Jefry melesat secepat kilat menggunakan saalah satu ajian meringankan tubuh, yakni ajian kidang kuning.


Pasukan kera yang berjumlah 20 ekor tersebut membesarkan tubuhnya dengan ajian trikirama. Mereka bukan pasukan kera merah biasa. Walau tingkatannya di tahap jin tapi setara dengan tahap setan.


"Tuan muda, biar aku maju duluan! Ajian Jubah Besukih!"


Naga Taksaka tubuhnya diselimuti jubah berwarna hijau, hampir mirip dengan mode naruto dalam mode kurama. namun warnya hijau daun dengan siluet ketujuh tanduk di kepalanya.


Naga Taksaka melesat sangat cepat dengan ajian saifi angin tingkat tinggi dan sudah disempurnakan oleh energi TM dari Al.


BAM!


Saking cepatnya ia sudah tiba di depan salah satu kera merah raksasa hanya dalam sepersekian mili detik dan menghantamkan pukulan yang sangat kuat ke dadanya hinga terpental sejauh 100 meter.


Naga Taksaka menggelengkan kepalanya ke kiri dan ke kanan hiinggga berbunyi 'Krutuk-krutuk' untuk memprovokasi Kera merah raksasa lainnya.


"Groaaaar!" Ksembilan belas kea merah raksasan meraung keras secara serentak.


Wilayah dalam radius 500 meter bergetar tanahnya dan deru angin kencang menyondongkan setiap pohon di dekat mereka.


Al tidak tinggal diam, ia mengarahkan tusukan ke arah salah satu kera merah raksasa sebagai perintah pada kesepuluh pedang bayangannya.


Sepuluh pedang tersebut melesat sangat cepat dan berhasil menusuk dada salah satu kera merah raksasa hingga tertembus dan berlubang besar.


"Aaaaargh ....!" Kera merah raksasa tumbang denngan memekik keras.


Kera yang lainnya melompat ke arah Al untuk menginjaknya, akan tetapi sebelum sampai ke permukaan tanah. Naga Taksaka melompat dan melepaskan tendanngan yang sangat kuat hingga kepalannya itu terputus.


ZRASH!


Naga Taksaka harus melindungi Al, makanya ia bergerak secepat mungkin dan menghabisi kera merah itu satu persatu karena mereka bukan tandingannya.


ZRASH! ZRASH!


Satu persatu kepala melayang di udara dan tidak menyisakan satu pun kera merah raksasa yang hiidup.

__ADS_1


[Xixixixi .... Tubuh tuan telah naik ke level rank C. Untuk menaikan level Indigo diibutuhkan 10 kali lipat poin Indigo]


[Setiap kali khodam tuan membunuh makhluk halus, tuan berhak 100% poin Indigo. Tapi tuan akan makan seperti khodam tuan]


Al menatap layar antarmukanya dengan mengernyit dan sudah berpikiran yang bukan-bukan.


Setahu Al makhluk halus ini suka makan kotoran, baik darah haid perempuan dan kotoran apapun. Jika ia berbagi jiwa dengan Naga Taksaka kemungkinan Al juga akan makan kotoran nantinya.


"Gluk!" Al meneguk salivanya dalam-dalam, sebab ia sudah tak bisa lagi merasakan nasi lengko makanann kesukaanya setelah ini. "Nasib, oh nasib!"


[Xixixixi .... Selamat tuan mendapatkan 50 poin Indigo, sebab tuan berhasil membunuh makhluk halus setingkat Jin]


[Xixixixi .... Selamat tuan mendapatkan 50 poin Indigo, sebab khodam tuan berhasil membunuh makhluk halus setingkat Jin] x19


[Xixixixi]


[Status]


¤--------------¤--------------¤


[Nama: Vectorio Alzinsky (Pemburu hantu)]


[Level Indigo: Paranormal (2.500/30.000)]


[Rank Tubuh: C]


[Khodam: naga Taksaka [Iblis]


[Indigo Koin: 1200]


[Kemampuan: Bhayangkara Aksa]


[Saldo: 11.000.000]


[Inventaris: -]


[Untuk meningkatkan level Indigo tuan akan mendapatkan poin pengalaman Indigo dari menyelesaikan misi, dan memusnahkan makhluk halus]


[Level makhluk halus: Arwah gentayangan, roh jahat, jin, setan, siluman, Ifrit, dan Iblis. Semakin tinggi level semakin tinggi poin yang didapat]


¤--------------¤--------------¤


Tiba-tiba layar antarmuka memunculkan status dirinya tanpa diminta. Sedaangkan kondisi Al tiba-tiba energi TM di daam wadahnya berkurang sanngat drastis.


"Huff ... huff ... huff ...." Al langsung berlutut satu kai dengan nafas tak beraturan.


Jubah yang menyelimuti Naga Taksaka juga menghilang hanya menyisakan pakain yang ia pakai, "Maafkan aku tuan muda. Aku menyerap energi TM milikmu terlalu banyak. Ini adalah resiko jika kita saling berkontrak di bawah tingkatan Kharisma."


Al menepuk jidatnya sendiri dengan urat otot di dahinya, "Sialan kau berani mengibuli tuanmu ini, hah!"


"Yaa demi kebaikan kita bersama, ya kan ya donk?" Naga Taksaka berkedip cepat matanya dengan raut muka iimutnya.


Ingin rasanya Al muntah melihat Kelakuan Naga Taksaka yang konyol dan sok imut tersebut.


"Aku sudah tak bisa naik ke atas jika seperti ini. Aku butuh waktu tapi pak Jefry pasti butuh bantuanku. Kamu harus bertanggjung jawab untuk membawaku ke puncak."


Al mencoba bangkit, akan tetapi kedua kakinya begitu lemas. Untung Naga Taksaka peka dan lanngsung mmemapahnya.

__ADS_1


"Tuan harus belajar menyerap energi alam, agar energi tuan tak terbatas. Tapi itu tidak mudah. Tenang aku akan bersemayam di dalam ruang batin tuan untuk memulihkan energi TM tuan."


Setelah mengatakan hal tersebut, Naga Taksaka berubah menjadi bola cahaya hijau dan masuk ke dalam pusar untuk membantunya menyerap energi alam.


__ADS_2