
8 bulan kemudian.
Rumah tangga undi dan suminah yang semula berjalan harmonis, berubah menjadi kacau balau. Setelah Undi naik jabatan menjadi manajer di salah satu perusahaan yang cukup terkenal.
Undi sering main serong bukan hanya dengan satu wanita, tapi juga beberapa wanita termasuk sekretaris bosnya sendiri.
"Endang, kamu selalu bisa memuaskanku ---"
"Tapi mas. Kapan aku akan dinikahi, bagaimana jika aku hamil," potong Endang menggembungkan pipi.
Undi hanya terus menjanjikannya untuk menikahi Endang, tapi tak kunjung ada kejelasan. Hanya ada janji dan janji sudah tiga bulan lamanya.
Entah setan apa yang merasuki Undi, ia langsung menjerat leher Endang dengan kemeja putih miliknya yang tergeletak di samping tempat tidur kamar kost-kostan yang ditinggali oleh sang gadis pujaan kantor.
Und menarik keras jeratan bajunya tersebut hingga Endang hampir kehabisan nafas. Endang mencoba berontak namun jeratan undi semakin lama semakin kuat.
'Aku bersumpah, akan menghantui setiap laki-laki yang lahir di malam jumat kliwon,' batin Endang dan memejamkan mata dengan menghembuskan nafas untuk yang terakhir kalinya.
GLEGAR!
Suara petir yang sangat keras menyahuti kematian Endang.
Undi menyeringai jahat karena berhasil membunuh orang yang sangat mencintainya, meski itu cinta terlarang.
Pembunuhan ini memang sudah lama ia ingin lancarkan pada Endang, semenjak gadis manis dan seksi tersebut, satu bulan yang lalu meminta Undi untuk menikahinya.
Sekarang adalah puncak kekesalan Undi dan akhirnya menghabisi Endang, wanita pelakor yang sangat mencintai Undi.
Sebelum dikuburkan, Undi melakukan mantap-mantap Endang beberapa kali hingga ia puas.
Untuk menumopahkan kekesalannya, Undi memukul kedua betis mayat Endang hingga berdarah-darah dengan vas bunga yang terbuat dari kaca yang sangat tebal.
Kejadian ini tentu saja mengyndang Sarkowi yang sedang ronda malam di sekitar kost-kostan yang nantinya akan menjadi panti asuhan Insan Madani.
Undi bergegas melipat maya Endang dan memasukannya ke dalam koper besar. Ia keluar membawa koper besar tersebut dari pintu belakang kost nomor 5 yang ditempati Endang.
Mobilnya sudah ia parkirkan di gang belakang yang terhubung dengan pintu belakang kamar Endang.
__ADS_1
Undi memang sering melakukan hal tersebut ketika ingin berhubungan terlarang dengan Endang.
Sarkowi dan beberapa temannya mencoba mengetuk pintu kamar nomor 5, namun tidak ada sahutan.
Undi berhasil kabur dan membawa mayat Endang ke sbuah hutan bernama Alas Sinang untuk menyembunyikan mayat Endangdari endusan pihak yang berwajib.
tapi Sarkowi bukan orang yang bodoh, ia sudah mengantongi nomor polisi plat mobil Undi.
Karena selama satu minggu ini Sarkowi selalu ronda malam di belakang gang yang terhubung dengan pintu belakang kostan nomor 5 dan menandai lelaki yang dikabarkan para tetangga yang sering keluar masuk kamar kost nomor 5.
BRAK!!
Sarkowi dan ketiga temannya berhasil mendobrak pintu kamar nomor 5 dan menndapati darah berceceran di tempat tidur.
Endang dan Undi juga sudah tidak ada di kamar, "Cepat lapor ke polsek karangampel!" pinta Sarkowi pada temannya.
Sebagai ketua RT yang baru saja diangkat, Sarkowi bersikap tanggap dalam keadaan seperti ini. Takutnya, Undi belum jauh dari wilayah kecamatan Karangampel.
Tapi sayang, Undi menekan pedal gas mobilnya dengan maksimal, jalanan provinsi yang baryu saja di aspal dilewatinya dengan kecepatan 80 km/jam.
Hutan Alas Sinang memang tidak dijadikan tempat pesugihan, tapi tempat untuk mengolah kesaktian oleh para Sramana.
Undi adalah salah satunya yang menjadi Sramana ditingkat kebangkitan Mata batin. Undi bisa naik jabatan dengan mudah hanya dalam kurun 8 bulan selain dengan kemampuannya adlah dengan menjadi Sramana.
Namun jalan yang ditempuh undi menjadi Sraman adalah dengan bersekutu dengan kerajaan Iblis di hutan Alas Sinang dan mendapatkan bantuan khodam dari raja iblis Mogharwala.
Tapi konsekuensinya, setiap tahun ia harus menumbalkan mayat wanita cantik berumur 22 tahun yang sudah ia setubuhi dan Endang adalah tumbal pertama Undi.
Perjalanan menuju hutan Alas Sinang berhail Undi tempuh dalam waktu 3 jam, karena masuk ke dala wilayah hutan, jalanannya masih tanah daan berlumpur.
Undi menyiapkan sajen yang dibeinya kemarn dan sudah ia persiapkan di dalam mobil.
Undi menafruh kain mori (kain puitih/kain kafan) dan ditaruh dibatang pohon berdiameter 50 cm dengan memutarinya dengan kain mori tersebut.
Mayat Endang yang berada di dalam kper besar berarna hitam, ia keluarkan dari mobil dengann menyeretnya ke arah pohon yang sudah dilapisi kain mori.
Leher Endang diikat dengan tali dan ujung tali dilempar ke salah satu batang phon tersebut dan ujungnya undi tarik agar tubuh Endang mengambang setinggi 30 cm.
__ADS_1
"Gebyar sapisan sakehing cahya pada sirna, gebyar pindho sakehing roh pada sirna. Sakehing roh pada sirep, rep sirep sajagade pepyar-kepyar. Sakabehing sato janmo manungsa pada nyatu, Jin, Syetan, Peri, Prayangan pada nyatu Ambruk Saking badan kulo kersaning Raja Mogharwala."
Undi merapal ajian Ciung Wanara untuk memanggil Raja Iblis Mogharwala, lalu merobek dadda bagian jantung, darah segar masih mengucur deras dan Undi meminumnya.
Jantung Endang yang masih segar ia telan mentah-mentah, Undi memang biadab dan sudah menjadi iblis.
Kedua betis Endang yang mulus pun ia robek-robek dengan pisau yang Undi pegang erat di genggaman tangan kanannya.
Undi merobek-robek kedua betis Endang tersebut seperti psikopat yang haus darah. Undi sudah kehilangan akal warasnya karena mempelajari Ajian Ciung Wanara dengan banuan raja Iblis Mogharwala, iblis berbentuk siluman kera berbulu emas.
Undi sudah dirasuki salah satu anak buah raja Mogharwala, ia sepenuhnya kehilangan kesadaran.
......................
Keesokan paginya.
Berkat tanggapnya Sarkowi dan teman-temannya melaporkan hilangnya Endang Eka Sriyati, polisi berhasil menemukan dan menangkap Undi di hutan Alas Sinang.
Namun, polisi tidak menemukan mayat Endang disana, hanya menyisakan bercak darah Endang di bibir dan badan Undi yang masih tertidur dalam keadaan terkapar.
"Bangun, anda kami tangkap atas tuduhan penculikan dan pembunuhan nona Endang Eka Sriyati,' tegas Kanit sektor Terisi bernama Suratman dengan berteriiak dan menodongkan pistol ke arah undi.
Undi langsung kaget dan terbangun dengan mengangkat tangan, "Aku tidak bersalah pak!"
"Sudah, ikut dulu kamii ke kantor!" tegasnya dan menggelandan und ke mobil poloso sektor Terisi.
Flashback End.
......................
...Rumah Sarkowi, tahun 2023....
Sarkowi menghela nafas panjang, "Namun, mayat gadis tersebut sampai sekarang tidak ditemukan di wilayah Hutan Alas Sinang, nak Al. Semenjak itu teror hantu kuntilanak rangkak terus meneror desa Jatitengah ampai sekarang."
"Tapi teror itu hanya berlaku pada laki-laki yang lahir di malam jumat kliwon dan termasuk bapak, nak," sambungnya dengan raut seputih kertas.
"Tapi, menurut Ibu Yuzan, aku sendiri lahir hari selasa kliwon. Tapi itu benar atau tidak. Aku sendiri tidak tahu pak, sudah 1001 kali memimpikan arwah gentayangan nona Endang."
__ADS_1