INDIGO SYSTEM

INDIGO SYSTEM
Indigo <>47 Jembatan Saksi Bisu IV


__ADS_3

Al dijaga ketat oleh lima penjaga dan digiring ke arah mansion milik Prida, yaknii MBG SVIP 01.


Komplek Mansion Bharata Group bukan saja menggunakan keamanan fisik, tapi juga tingkat keamanan gaib berupa kubah pelindung yang mampu menahan makhluk halus setingkat Ifrit.


Kubah pelindung tersebut telh ditingkatkan oleh Prida ke level yang lebih tinggi setelah mendapatkan serangan dari kerajaan iblis Mogharwala.


Al menyusuri satu mansion ke mansion lain hingga tiba di mansion yang paling ujung di sebelah utara bertuliskan MBG SVIP 01.


Pintu masuknya pun sangat ketat, ada beberapa penjaga setingkat Paranormal dan ratusan khodam yang memakai pakaian kerajaan kuno berwaran merah.


Deityas aksa aktif sendiri, “Oh, rupanya ini rumah yang sangat menarik. Dengan ratusan khodam dan juga puluhan Sramana. Nona Prida memang sangat hebat,” puji Al dengan tersenyum tipis.


“Pak izinkan mas ini masuk! Ia ingin bertemu dengan nona Prida,” pinta salah satu penjaga yang menjaga Al.


“Kepentingan?” tegas kepala penjaga gerbang rumah Prida.


“Apakah aku harus juga mengatakan kepentinganku? Kalian benar-benar menjengkelkan sedari tadi.”


Setelah mengatakan hal tersebut, Al hilang dari pandangan semua penjaga termasuk khodam yang menjaga rumah Prida.


Tanpa mereka sadari, semua tubuh mereka semua sudah terikat rantai ajian bajra isvara dan tak bisa digerakan.


“Bagaimana bisa?!”


“Sangat cepat?!”


“Kapan dia melakukannya?!”


Semua mata melebar termasuk khodam yang menjaga rumah Prida dan mereka tidak berkutik sama sekali melawan Al.


Al sendiri sudah berada di depan pintu depan rumah Prida dan mengetuknya, “Nona, aku datang!”


Lalu membuka pintunya. Prida ternyata sedang mengadakan rapat dengan para tetua akademi Wong Alus.


“Siapa kamu?! Lancang!” Govanka langsung geram dan mengepalkan tangan. Begitu pula Dokter Rizer.

__ADS_1


“Kamu hanya cecunguk berani masuk ke tempat ka —-”


“Dokter, jika memang aku cecunguk kenapa semua penjaga keamanan termasuk 100 khodam milik nona Prida tak mampu menangkapku?” potong Al dengan menyunggingkan senyum.


Kemudian melanjutkan, “Aku terus menelepon nona Prida dan tak pernah di angkat. Jadi aku datang kesini langsung untuk menanyakan beberapa hal. Apakah tidak boleh?”


Semua orang terdiam dan penuh kewaspadaan termasuk Prida. Semua pasang mata melebar setelah memindai tingkatan Al dan sedikit pangling dengannya.


“Apakah dia Al?” gumam Prida dengan mata membola.


“Bagaimana mungkin dia naik sangat tajam tingkatan Sramananya? Padahal terakhir bertemu masih di tahap mata batin?” gumam Dokter Rizer dengan melebarkan mata.


“Apa yang ingin kau tanyakan?” Govanka berpindah tempat di depan Al menggunakan ajian kidang kuning dan langsung mencengkram kerah kaosnya.


Kemudian melanjutkan, “Aku akan membunuhmu di tempat jika kau mengganggu kami.”


“Aku sungguh kecewa dengan penyambutan para tetua akademi Wong Alus yang sangat mulia. Aku hanya 3 hal yang ingin aku nyatakan.” Al begitu tenang dan sangat berwibawa.


Bahkan ia sama sekali tidak takut dengan aliran listrik yang siap menusuk dadanya yang sudah disiapkan di telapak tangan kiri Govanka yang sedang mengeluarkan ajian bajra mandala.


Sekelebat bayangan hitam mendekati Dokter Rizer, hanya ia dan Al yang bisa melihatnya.


“Tuan, apakah anda tidak ingin mencobanya?” bisik bayangan hitam itu lalu pergi hilang dari pandangan Al.


Dokter Rizer langsung tersenyum licik, dan bergumam, “Tentu, ini adalah kesempatan langka. Aku juga sudah berhasil membuat formula ramuan untuk menangkal racun ajian pancer sambadra.”


Kemudian melanjutkan dengan tersenyum lebar dan membungkuk hormat ke arah Al, “Tentu, kami akan senang menerimanya. Selamat datang di akademi Wong Alus.”


Al yang dirasuki Naga Taksaka hanya berpikir positif kepada Dokter Rizer lalu mendekatinya, dan sama sekali tidak menghiraukan Govanka, “Terima kasih Dokter. Apakah Dokter punya sesuatu yang aku inginkan?”


“Tentu. Ajian Lempit Sayuta!” Dokter Rizer mengeluarkan satu botol cairan seputih susu dan memberikannya pada Al, “Ini yang kamu minta dan aku pastikan paling lambat 24 jam Bharada Jefry akan sadar.”


“Tapi paman —”


“Tenanglah, keponakanku. Jangan terlalu agresif. Toh, pusaka seperti itu buat apa untuk kita,” potong Dokter Rizer pada perkataan keponakannya Prida.

__ADS_1


Semua tetua diam jika yang memutuskan adalah Dokter Rizer, mereka akan menuruti semua perintahnya walau pemimpin sebenarnya akademi Wong Alus adalah Prida Maheswari.


Dokter Rizer juga memberikan sebuah gulungan dengan ornamen 4 naga emas kepada Al, "urusan kita sudah selesai bukan?"


"Tentu Dokter. Senang berbisnis dengan Dokter Rizer, bye!" 


Al membalikan badan lalu berjalan cepat ke arah pintu dengan melambaikan tangan. Saat keluar dari pintu itu Al baru tersadar, “Dimana aku ini?”


“Tunggu Al!” Prida mengejar Al dengan berjalan cepat dan berhasil meraih pundaknya, “Apa kamu gila mau mencari ketiga pedang kurusetra yang lainnya. Jika kamu bukan penerus kamu takkan bisa mendapatkannya.”


“Eh, maksud nona apa? Apakah aku melakukan apa-apa pada nona? maafkan aku nona jika aku lancang. Lebih baik aku akan pulang saja.”


Al langsung lari terbirit-birit keluar dari wilayah komplek Mansion Bharata Group. Ia sama sekali tak sadar jika sudah membawa peta berisikan lokasi empat pedang kurusetra dan ramuan  Wijayakusuma.


“Huff … huff … huff ….” Al keluar dari wilayah komplek dan berhenti di dekat sebuah pohon besar dengan menyandarkan badannya.


“Apa ini?” pikir al  melihat gulungan peta dengan ornamen 4 naga emas dan botol berisi cairan ramuan Wijayakusuma. “Ah, sudahlah. Aku simpan saja ke ransel sistem.”


Al menyimpan gulungan dan botol kecil berisi cairan susu itu ke ransel sistem. Tiba-tiba ponselnya berdering dan itu adalah pesan dari Vivian.


Dalam pesannya Vivian meminta Al untuk pulang, ada seseorang yang ingin bertemu dengannya.


Al penasaran siapa yang ingin bertemu dengannya?


Makanya ia bergegas mencari ojek online untuk segera pulang ke panti dan sebenarnya ia cukup merasa lelah setelah menjaga Bharada Jefry selama 7 hari kemarin. Ingin rasanya tubuhnya itu ia rebahkan di tempat tidur.


Tanpa disadari Al anyak mata-mata dari jin dan siluman yang terus menguntitnya. Mereka sedang mencari celah untuk mengambil mata Al atau pusaka Al. 


Raja Mogharwala yang kalah perang dengan akademi Wong Alus dan beberapa kerajaan iblis lainnya mulai menargetkan Al sebagai sumber kekuatan.


Bukan hanya Raja Mogharwala, tapi juga Jayadipa dan Setyarini juga sudah menargetkan Al untuk mengambil sesuatu darinya.


Apalagi setelah Jayadipa dan Setyarini dengan mata kepala mereka sendiri melihat Al dengan mudah bisa mengalahkan Kakawin, mereka berdua sangat ingin memiliki salah satu atau kedua mata Al beserta pusaka Naga Taksaka.


 

__ADS_1


__ADS_2