
Sambadra memasang kuda-kuda dan berisap melesat ke arah Al. Namun sebelum ia melesat ke arah Al, Sambadra memperkuat tubuh dengan ajian lembu sekilan dan lengannya dengan ajian brajamusti.
Al menangkis sabetan kedua celurit kembar yang dilesatkan ke arahnya bertubi-tubi dan cukup cepat. Namun Al dengan sangat mudah menangkis dan membelokannya ke berbagai arah menggunakan pedang Naga Taksaka. Baginya gerakan Sambadra di pandangan mata ripela aska hanya seperti gerakan lambat.
Dalam jarak dekat Sambadra melemparkan salah satu celurit dan lemparannya terkesan secara acak dan tidak tertuju pada salah satu bagian tubuh Al.
Mata Al bergerak ke kiri dan ke kanan untuk memprediksi arah serangan Sambadra.
Dan benar saja celurit tersebut berbalik arah seperti bumerang ke arah Al. Kondisi al benar-benar terdesak di serang dari depan dan belakang.
“Mati kau!”
Sambadra mengayunkan celurit yang berada di tangan kirinya dengan ayunan tebasan yang sangat kuat, sebab mengira Al sudah tak bisa berpikir tenang dan jernih.
JLEB!
Punggung kirinya terkena celurit yang berputar seperti gasing. Tapi ia berhasil menendang tubuh Sambadra hingga terpental sebelum ia berhasil mengayunkan celurit untuk menebas lehernya.
“Uhuk!” Sambadra terpundur dengan memuntahkan seteguk darah dan hampir saja jika tidak menyeimbangkan tubuhnya, ia bisa menghantam tiang besi.
Kemudian dia melanjutkan, “Aku yakin kau pasti mati terkena racun braja sangkala milikku dari ajian brajamusti yang telah aku satukan ke kedua celurit itu, hahaha ….”
“Aaaakh …!” Al melepas celurit tersebut dengan memekik keras dan melanjutkan, “Apakah kau tahu kenapa aku memiliki pedang Naga Taksaka ini? Biar aku perlihatkan!”
Al melempar ke udara pusaka celurit tersebut dan menebasnya bertubi-tubi hingga hancur berkeping-keping.
SLASH! SLASH!
“Apa?! Tidak mungkin?!” Sambadra geram dengan melebarkan mata.
Pasalnya khodam celurit tersebut merupakan khodam tingkat siluman yang cukup kuat. Dengan mudahnya Al menghancurkan pusaka celurit kembar tersebut.
“Ajian Mahesora Dupa: Kalpataru Agni!”
Tubuh Al dibakar api hijau yang berkobar-kobar dan luka robekan di punggung kirinya menutup dengan sangat cepat.
“Bedebah!” Sambadra geram dan melemparkan celurit di tangan kirinya ke arah Al.
Celurit tersebut berputar sangat cepat seperti gasing dan menimbulkan deru angin yang sangat kencang. Angin yang tercipta dari putaran celurit tersebut mampu memotong benda apapun dalam radius 10 meter.
Al mundur secepat mungkin agar tak terkena deru angin yang bisa memotong apapun.
__ADS_1
Selama dalam mode kerasukan Naga Taksaka, Al hanya bisa menggunakan ajian-ajian yang Naga Taksaka miliki dan tak bisa menggunakan semua ajian-ajian nawadewanata kecuali ajian mahesora dupa itu pun hanya kalpataru agni.
Sebab ajian kalpataru agni sudah menyatu dengan luzion aksa yang mengontrak Naga Taksaka.
Dari belakang Al dikepung puluhan Bergola Ijo dengan tubuh dua kali lipat lebih besar dari Genderuwo. Level mereka berada di tahap siluman.
Benar-benar Sambadra paranormal atau dukun yang tak mudah ditaklukan.
Al melompat sambil salto ke belakang dan menebaskan pedang naga Takasa ke mata kanan salah satu Bergola Ijo dan berhasil melukai mata kanannya.
SLASH!
Bergola Ijo tersebut limbung dan terjatuh ke arah deru angin yang semakin meluas. Akibatnya, tubuhnya tercabik-cabik menjadi beberapa bagian dan luruh menjadi debu.
“Gluk!” Al meneguk salivanya dalam-dalam dan sadar dari kerasukan Naga Taksaka.
Ia berhasil mendarat di salah satu besi yang terhubung dari satu tiang ke tiang lain di belakang kawanan Bergola Ijo.
Al merasakan fluktuasi energi alam di dalam kundalininya, “Baguslah, walau kamu bisu tapi kamu tetap sangat berguna. Rasakan ini! Ajian Trisula Sambu! Ajian Angkusa Sangkara!”
Al menyerang dengan brutal dengan melepaskan 10 tombak trisula perak dan 12 pedang bayangan hitam hitam ke arah kawanan Bergola Ijo.
Rentetan ledakan disertai kepulan debu yang menghalangi pandangan mengiringi tumbangnya sembilan Bergola Ijo.
10 tombak trisula habis tak tersisa, namun pedang bayangan masih tersisa 3 pedang dan masih melesat ke arah Sambadra.
Satu pedang hancur ketika mengenai deru angin dan menghentikan deru angin tersebut. Satu pedang bayangan lagi berhasil ditebas dan hancur berkeping-keping oleh Sambadra.
JLEB!
Satu pedang terakhir Sambadra tidak menyadarinya sebab terhalang kepulan debu dan asap. Bilah pedang tersebut tepat mengenai jantung Sambadra dan langsung memuntahkan darah.
“Guhak! Sial! Aku dikalahkan oleh cecunguk bocah yang masih bau kencur.” Sambadra tumbang disertai 100 pasukan khodamnya oleh gelombang kejut dari serangan trisula sambhu yang menyebar sampai radius 750 meter.
[Selamat, tuan berhasil membunuh makhluk halus yang memiliki tingkat jin dan mendapatkan 50 poin Indigo dikalikan 5]x30
[Selamat, tuan berhasil membunuh makhluk halus yang memiliki tingkat setan dan mendapatkan 70 poin Indigo dikalikan 5]x30
[Selamat, tuan berhasil membunuh makhluk halus yang memiliki tingkat siluman dan mendapatkan 100 poin Indigo dikalikan 5]x40
Mata Al segera berkeliling mencari keberadaan anak panti yang diculik oleh geng Camping Ireng.
__ADS_1
Setelah lama mendeteksi, ia tdak menemuka tanda-tanda dimana anak-anak panti itu disekap di dalam pabrik kosong.
Al mengacak-acak rambutnya setelah beberapa kali melesat dan mencari di setiap ruangan juga sudut pabrik. Namun tidak menemukan keberadaan mereka.
“Aneh, jelas-jelas aku merasakan keberadaan mereka, tapi mereka dimana?” pikir Al dengan agak frustasi karena sudah bolak-balik sepuluh kali tapi tidak menemukan keberadaan fisik mereka.
Al yang kesal melemparkan api bulan darah atau ajian chandra agni, turunan dari ajian mahesora dupa untuk membakar mayat Sambadra.
Hanya dalam hitungan detik, mayat Sambadra terbakar hebat dan luruh menjadi debu. Begitu pula dengan celurit kembar yang masih tersisa satu celurir pun luruh menjadi debu.
[Xixixixi …. Selamat tuan berhasil menyelesaikan misi tersembunyi]
¤--------------¤--------------¤
[Misi tersembunyi: Menetralisir, memisahkan dan menghancurkan pecahan mustika jagat saksana dari energi kematian]
[Hadiah: Rp,10.000.000]
[Batas waktu:-]
[Hukuman:-]
¤--------------¤--------------¤
[Hadiah uang sudah ditransfer ke saldo sistem]
Dari tubuh Sambadra dan celurit miliknya yang sudah menjadi debu, tiba-tiba berubah menjadi aura berwarna emas dan lama-kelamaan membentuk pecahan mustika jagat saksana.
Pecahan mustika tersebut masuk ke dalam pusar Al dan tubuh Al merasakan fluktuasi energi yang sangat dahsyat.
Tubuh dan jiwanya seperti baru dilahirkan, begitu bersinar dan sangat prima, hingga sinar dari tubuh Al yang menyebar ke seluruh pabrik kosong itu menghancurkan dinding dimensi penghalang gaib yang dibuat oleh Sambadra untuk menyekap 10 anak panti.
PRANG!
Terdengar suara kaca yang hancur berkeping-keping dan Al bisa merasakan keberadaan 10 anak panti termasuk Alisa dan Fregy.
Secepat peluru Al melesat ke arah barat untuk melihat situasinya, apakah mereka memang berada disana.
Dan benar saja mereka berada pabrik kosong bagian barat dengan menunduk lesu, “Alisa! Fregy! Umbaran! Patria! Silvia! Aneresi! Udala! Varsi! HIdris! Diva!” panggilnya.
Mereka yang terpanggil dan sedang tertunduk lesu langsung mendongakan kepala. Ketika Semua mata mereka melihat itu adalah Al, mereka langsung bangkit dan berlari ke arahnya Al untuk memeluknya.
__ADS_1