
Pak Sarkoji menghantarkan Al dan sudah sampai ke salah satu diler motor bernama Yabohai Jaya Motor.
Al turun dengan perasaan tak karuan. Pasalnya sepanjang jalan ia terus memikirkan masalah yang terjadi pada Sarkoji. Namun, ia tak sama sekali menemukan titik terang.
"Terima kasih pak." Al turun dan langsung memberikan uang pecahan 50.000.
Sarkoji menerima uang tersebut dan akan mengembalikan kembalian uangnya, sebab ongkos perjalanannya hanya lima belas ribu rupiah, "Tidak usah pak. Kembaliannya buat bapak saja."
Setelah mengulas senyum, Al masuk ke dalam diler motor dan disambut ramah oleh pelayan wanita yan berpakaian cukup seksi, " Ada yang bisa dibanting mas?"
"Maaf, mbak. Apa mbak sanggup banting aku, hehehe." Al langsung terkekeh mendengar penuturan SPG tersebut dan menurutnya ini lucu.
"Maaf, mas bercanda. Mari duduk dahulu." SPG bernama Wina tersebut mempersilahkan Al duduk dan memberikan menjamu Al dengan sebaik-baiknya dengan minuman teh gantol juga brownies cake.
'Aku tak menyangka pelayanan mereka sangat prima pada pelanggan. Padahal belum tentu aku atau pelanggan lainnya akan membeli,' batin Al dengan mata penuh kekaguman.
Wina juga duduk di kursi seberang Al yang terbatasi oleh meja dan bertanya sambil memberikan brosur, "Mas mau beli motor apa?"
Al bungkam sambil membuka dan melihat berbagai jenis motor merk Yabohai, "Motor ini mbak. Tapi aku beli kontan dan ingin langsung dibawa sekarang, apakah bisa?"
"Bisa, jika kami memiliki stok jenis dan warna motor yang mas ingin," jawab Wina dengan tersenyum ramah.
Sesaat All terperangah dengan senyum Wina dan sedikit meneguk salivanya karena tak tahan melihat wanita yang memiliki nilai 90 tersebut.
"Maaf, mbak. Mbak sangat cantik jadi hatiku tergoda dan aku memilih motor ini juga warna ini." Al memberikan pernyataan terhadap isi hatinya yang dikatakannya denan jujur, lalu menunjuk jenis sport berwarna hitam, yakni motor Yabohai R27 seharga 65 juta.
__ADS_1
Tanpa basa-basi al merogoh bagian dada, ia sengaja menyimpan kantong plasik ajaib di bagian dada agar ketika ia mengambil uang banyak,orang yang melihatnya tidak curiga.
Sebab, dada Al dan perutnya yang bergelambir seperti tumpukan uang saking besarnya.
Uang 65 juta tersebut diberikan pada Wina dengan menaruhnya di atas meja, "Baik, mas. Terima kasih kami akan segera proses mohon minta tanda pengenal atau KTP sebagai syarat kepengurusan surat-surat motornya."
Al memberikan KTP-nya ke Wina dengan mengulas senyum, membuat Wina tersipu malu. Walau Al gendut, tapi dia punya di mata wanita ia punya daya tarik tersendiri.
Wina meninggalkan Al dengan membawa uang 65 juta dan juga KTP miliknya menuju bagian transaksi. Wina harus menyelesaikan transaksi ini agar ia segera mendapatkan bonus, sebab sudah satu bulan ini dan kemarin ia belum mendapatkan pelanggan.
Memberikan sebotol teh gantol dan brownies itu adalah salah satu pelayanan WIna dari uang pribadinya. Bagaimana pun ia harus pecah telor bulan ini agar bosnya tak memarahinya lagi setiap hari dan menekannya untuk mendapatkan pelanggan.
Al juga melihat aura hitam sesaat yang menyelimuti tubuh Wina, tapi aura tersebut hilang saat ini.
'Kenapa nona SPG juga sama memiliki aura hitam sepeti driver ojek online tadi. Apakah ini sesuatu hal yang simpel?' batin Al kembali lagi berpikir keras.
Wina kembali menemui Al dan memberikan kunci motor, namun ketika kedua tangan mereka bersentuhan. Al merasakan udara yang sagat dingin melebihi dinginnya pundak Sarkoji, bahkan rasa dinginnya sampai-sampai menusuk tulang Al.
Al kaget dan langsung memundurkan tangannya dan beralasan agar tak membuat Wina tersinggung, "Maaf, nona. Aku ter-terkejut."
Wina menangkupkan tangan dengan mata berkaca-kaca, takutnya perbuatannya tersebut menyinggung Al dan membuat pria gendut tersebut, tidak jadi membeli sepeda motor lewat Wina, "Maaf, mas. Maaf."
"Tidak apa-apa mba. Tapi sepertinya wajah mba pucat, jangan terlalu diporsir mbak kerjanya." Al mengingatkan sambil mengambil kunci motornya yang dijatuhkan oleh Wina.
"Aku sehat kok, mas. Terima kasih atas perhatiannya. Ini semua hadiah dari kami dan untuk surat-suratnya bisa diambil paling lambat setelah 14 hari kerja ya mas." Al hanya mengangguk untuk membalas pemberitahuan Wina.
__ADS_1
Al menerima kardus cukup besar berisi helm dan jaket dari Yabohai Jaya motor. Lalu memakai helm dan jaket untuk bersiap mengendarai motor tersebut yang sudah mendapat bonus BBM 10 liter di dalam tangkinya.
Al menyalakan tombol starter dan menarik-menarik pegangan gas motor untuk mencoba pertama kali motor impiannya tersebut.
Al segera meluncur menuju desa Amis, namun di sepanjang perjalanan, Al beberapa kali menemukan orang-orang baik pria dan waniita mengalami hal yang sama dengan Sarkoji dan Wina.
Tubuhnya terselimuti aura hitam, bahkan ada seorang petani yang sedang mencangkul di sawah, aura hitamnya lebih pekat dari milik Sarkoji.
Al matanya terus berkeliling sembari menaiki motor namun dengan tetap fokus menyetir. Semakin dekat dengan jalan yang menuju desaa Amis, semakin banyak pula orang yang tubuhnya terselimuti aura hitam atau aura gelap.
"Ada apa ini? Kenapa semakin banyak orang yang mengalami gejala yang sama? Anenhnya, aura tersebut tidaak dapat terhisap oleh bhayangkara aksa seperti wajtu aku menghisap aura milik nona Prida," gumam Al dan menghentikan motornya di salah satu warung yang menuju jalan utama menuju desa Amis.
Lebih tepatnya Al telah sampai di desa Karang Dawa, ada banyak pemuda yang sedang nongkrong. Tentu saja sambil ngopi, mereka membicarakan sesuatu dengan sebuah sandi bernama 'Main Kebon Bintana.'
Al bertambah penasaran, sebab ketika mengatakan hal tersebut, seperti terjurus dalam suatu praktek perjudian. Al dengan seksama terus menguping dan menangkap setiap kata yang mereka ucapkan.
Dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal lalu Al mengambil banyak makanan ringan yang tersaaji di sebuah tempat dan memberikannya pada para pemuda tersebut.
Al ingin memancing lebih dalam mengenai main kebon binatang tersebut, "Silahkan mas-mas, aku yang traktir. Silahkan pean sepuasnya, tapi bolehkah aku bertanya pada mas-mas sepertinya seru sekali. Aku yang suka pasang-pasang begitu jadi ingiin tahu."
Al mencoba teknik reflektif atau teknik pacing dalam suatu pembicaraan guna menggali sebuah informasi. teknik tersebut sebenarnya menyamakan persepsi walau kadang apa yang diucapkannya tersebut tidak pernah di alami atau berbohong.
"Oh, benarkah mas? Sepertinya mas oraang jauh dan orang kaya ya," celetuk salah saatu pemuda bernama Amin.
DIa memang agen atau marketing main kebon binatang tersebut. Ia akan mencoba merayu para warga, baik pemuda dan pemudi juga pria dan wanita untuk ikut serta berain dalam permainan main kebon binatang.
__ADS_1
Dia akan membawa uang yang banyak dan menaruhnya di atas meja dan mengatakan jika uang tersebut adalah uang yang di dapat dari main kebon binatang.