
Ratu Dewi Ambal tambah geram dan marah, ia mempercepat gerakan cambukannya. Di sis lain Al berpikir untuk membebaskan mereka yang masuk dalam duniia gaib, tapi tidak tahu caranya.
"Aden, gunakan ajian rantai bajra isvara! Ujung rantai naga percola tersebut akan menuntun aden masuk ke dalam dunia gaib!" teriak Maung Bodas memberikan petunjuk dan merupakan sebuah pencerahan bagi Al.
Tanpa basa-basi Al menciptakan siluet rantai yang telah berubah warna dari hiitam menjadi perak dengan ujung bilah tombak, "Ajian Bajra Isvara!"
GLEGAR!
Petir perak berbentuk siluet naga menyambar siluet rantai dan ujung rantai tersebut menusuk ruang kosong. Rantai tersebut menarik Al ke dalam sebuah portal berwarna perak dan masuk ke dalamnya.
Ratu Dewi Ambal langsung ketar-ketir ketika melihat Al mengeluarkan ujung rantai Naga Percola. Itu adalah salah satu pusaka dewa yang mampu menembus penghalang setingkat iblis sekalipun.
"Aku harus kembali ke istana secapat mungkin!" Ratu Dewi Ambal menarik pelana kuda laut dan mencambuk beberapa kuda laut untuk segera melesat masuk kembali ke dalam istana pantai utara.
"Eits ... tidak bisa, mau lari kemana ratu cantik? Daripada bersekutu dengan manusia-manusia iblis. Lebih baik kau bertaubat dan menjadi sahabat aden atau ...."
Aura petir perak menyelimuti tubuh Maung Bodas, kujang kembar yang berwarna meas pun berubah menjadi perak.
Ratu Dewi Ambal merasa sangat terancam, namun tidak bisa kabur, melawan pun tak ada gunanya. Ia tahu jika Maung Bodas mengeluarkan ajian pamungkasnya yakni, ajian maung lodaya.
Sekali kena ajian tersebut makan akan mati luruh jadi debu. Namun ia tak mau mengkhianati Prisarasari, yang sudah 9990 tahun bersamanya dalam suka maupun duka membentuk kerajaan iblis.
"Bunuhlah aku jika kamu mampu. Aku tidak akan menyesal jika aku mati di tanganmu. Tapi pesanku uruslah kerajaan ---"
"Bodoh!" Maung Bodas berpindah dan muncul di depan Ratu Dewi Ambal. Lalu menoyor kepala Ratu Dewi Ambal, "kamu pikir tanah gaib yang kau tinggali itu milik siapa? Tanah Nusantara ini semunya milik aden Vectorio Alzinsky termasuk semua wilayah kerajaan gaib."
"Jadi dia?!" Ratu Dewi Ambal melebarkan mata dan menjatuhkan rahangnya.
Pasalnya ia sekarang tahu jika Vectorio Alzinsky adalah keturunan Kiasar Wijaya dari Ratu Wulandari.
Ratu yang memerintah seluruh kerajaan gaib, baik kerajaan jin, kerajaan siluman, kerajaan Ifrit maupun kerajaan iblis di benua Nusantara dahulu.
Ratu Dewi Ambal segera mengibaskan selendang merahnya, semua pasukan di istana laut dalam pantai utara langsung merasakan energi dari ratu mereka.
Itu adalah sebuah isyarat perintah untuk membebaskan para tawanan 10 orang tua jompo yang disekap di dalam penjara istana pantai utara.
Begitu Al masuk ke dalam wilayah istana pantai utara yang terlindungi kubah penghalang gaib. Nampak 10 orang tua jompo yang sedang masuk dalam gelembung dan menaiki kuda laut.
Tentara Ratu Dewi Ambal menghantarkan kesepuluh orang tua jompo tersebut ke permukaan laut dan akan dihantarkan sampai ke bibir pantai di bagian Indramayu dan Cirebon dengan nama pantai yang tak dikenali.
Ujung rantai naga Percola langsung melesat mengenai ruang kosong dan menarik Al ke dalam pusaran portal perak untuk kemballi ke bibir pantai.
Ratu Dewi Ambal menangkupkan tangan pada Maung Bodas sebagai tanda permintaan maaf.
Ia sadar ia salah membantu Prisarasari menyembunyikan kesepuluh orang tua jompo dan ingin menjadikannya tumbal untuk meningkatkan kekuatan Birawa, Jayadipa, Setyarini, Prisarsari, Undi, dan Sambadra.
__ADS_1
Dengan cara menyerap energi positif mereka dan menanamkan energi negatif yang sangat pekat dan telah berubah menjadi energi kematian.
Efeknya, para orang tua jompo tersebut rohnya bukan hanya menjadi arwah gentayangan.
Tapi akan menjadi roh jahat, yakni hantu laut yang akan mengincar manusia di umur yang sama dengan mereka.
Beruntungnya rencana mereka berhasil digagalkan oleh Al dan maung Bodas tak sengaja. Karena hanya numpang bermeditasi di atas batu karang yang berada di bibir pantai.
Para kakek-kakek dan nenek-nenek tersebut ditepikan kebibir pantai oleh kuda laut berkepala naga milik istana pantai utara.
Al segera menelepon Bharada Jefry untuk membawakan ambulan yang banyak. Untung saja jalan yang menuju pantai cukup kering dan bisa dijamah oleh mobil. Walaupun jalanan tersebut hanya tanah bukan permukaan aspal atau beton.
"Ratu cantik, terima kasih. Budi baikmu semoga dibalas oleh Tuhan."
Maung Bodas mengulas senyum lebar dengan menangkupkkan tangan ke arah Ratu Dewi Ambal.
Dan sang ratu membalasnya dengan senyuman malu-malu, "Untuk sementara atau mungkin selamanya. Kerajaan Iblis pantai utara tertutup dari segala lalu lalang manusia dan kami belum bisa memutuskan untuk ikut aden atau tidak."
10 kuda laut dan kuda laut kencana masuk ke dalam Air, setelah Ratu Dewi Ambal mengibaskan selendang merahnya.
Namun permasalahan ini belum selesai semuanya. Satu jam kemudian, 5 mobil ambulan dan 3 mobil patroli polisi yang berisi masing-masing 5 orang tiba.
Begitu juga Maung Bodas hilang dari pandangan Al dengan penuh rasa kecewa karena kesekian puluhan ribu kali pernyatan cintanya ditolak oleh Ratu Dewi Ambal.
"Lapor pak! Kami ...." Al menoleh ke kanan dan ke kiri mencari keberadaan Maung Bodas, namun tak melihat sedikit pun batang hidungnya.
AKBP Wiraguna yang sudah keluar dari mobil patroli membalas hormat Al dengan sikap hormat juga. Lalu matanya memindai dari ujung kepala hingga ujung kaki, "Hm .... Intel yang tampan."
Al yang mendengar puijian tampan matanya langsung membulat dengan menjatuhkan rahang. Diikuti juga oleh Bharada Jefry dan Bharaka Andri dengan raut muka yang sma dengan Al.
"K-kamu Al?!"
"Iya pak, aku Al. Memang laki-laki gendut dan hitam ini siapa? Kalau bukan Vectorio Alzinsky?"
Al masih dalam keadan tegak dan hormat kepada AKBP Wiraguna. Dia tidak sadar jika kulitnya telah berubah putih semulus giok, akibat naik rank tubuhnya ke rank D.
"Ah, sudahlah pak. Lebih baik kakek-kakek dan nenek-nenek ini dibawa dahulu ke rumah sakit." Al segera menggendong mereka satu persatu ke dan memasukannya ke dalam ambulan.
Bagi Al prioritasnya adalah para orang tua jompo tersebut. Al juga sudah mendeteksi tubuh kesepuluh orang tua jompo tersebut menggunakan deityas aksa.
Apakah ada aura kematian atau energi kematian di dalam tubuh mereka? Ternyata tidak ada, mereka aman dan bersih dari hal tersebut.
Setelah diobati oleh Maung Bodas dan naik rank tubuh, ia merasa energi TD dan energi TM dalam wadah energiya melimpah ruah. Tubuhnya sangat prima dan begitu segar.
Al diminta oleh Bharada Jefry untuk ikut ke kantor, namun Al menolak nanti ia akan menyusul. Ada masalah dengan Lyodra yang harus ia tuntaskan dan Al melesat menggunakan ajian moksala rudra.
__ADS_1
Setelah naik rank tubuh, kecepatan lari Al sangat cepat bisa menembus angka 100 km/jam. Namun energi Tdyamg ia keluarkan juga cukup banyak, hanya dalam 3 menit, energi TD miliknya sudah habis.
[Xixixixi .... Energi TD tuan akan dipulihkan dalam 30 menit melalui pertukaran dengan penguarangan lemak 1%]
[Tubuh tuan lemaknya berkurang 0,75 kg]
Al tiba-tiba berhenti dengan nafas terengah-engah di lampu merah Karangampel. Lalu terduduk lemas di depan penjual es kelapa.
"M-mang, es kelapanya!" pinta Al sambil mengacungkan jari telunjuk daan masih terduduk lemas di permukaan aspal.
"Et dah bujug. Haus mas sampai begitu?" Penjual kelapa melebarkan mata melihat Al tiba-tiba ada di depan meja kedai miliknya.
"Ya, mang. Haus banget nih. 5 gelas yang mang, gak pake lama," pinta Al dengan menarik nafasnya dalamd-dalam.
Penjual es kelapa bernama Mang Roni itu hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala mendengar pesanan Al, "Cocok sih, badan besar seleranya juga besar dan tentu asupan minum juga makanannya besar," gumamnya.
Dengan kecepatan penuh Mang Roni segera membuatkan Al 5 gelas es kelapa dicampur air gula aren dan susu putih.
Sedap mantap, luar biasa.
Al bangkit berdiri dengan menumpu padda kedua telapak tangannya, lalu duduk di kursi kayu yang ada sebaris dengan meja yang ada beberapa termos air kelapa yang sudah dicampur dengan pecahan es lembut.
Sebelum meminum es kelapa tersebut, tidak lupa Al memindai jualan Mang Roni, apakah ia sama seperti sebelumnya menggunakan jalur mistis atau tidak. Ternyata aman dan mang Roni addalah pedagang yang jujur.
Mang Roni menghidangkan 5 gelas es kelapa muda dan tanpa basa-basi Al langsung menenggaknya satu persatu.
Namun ketika tenggakan gelas terakhir, ada yang menarik perhatian Al, yakni salah satuu toko emas bernama Sri Rejeki.
Toko mas tersebut memperkerjakan gadis-gadis yang sangat cantik jika dipandang dengan mata biasa.
Tetapi jika dilihat dengan kacamata gaib, perempuan-perempuan tersebut sangat jelek dan bau busuk.
"Siapa pemilik toko emas ini ya? Aku tidak melihat adanya makhluk halus yang dikontrak," gumam Al dan langsung berdiiri untuk mencari ojek pangkalan.
Matanya berkeliling dan memebrikan uang 50.000 pada mang Roni, "Terima kasih mang sudah menjadi pedagang yang jujur."
Perkataan Al pada mang Roni jutsru membuatnya bingung, sampai-sampai punggung Al sudah tak nampak lagi di hadapan lelaki paruh baya itu pun tak tahu.
"Eh .... Kemana pemuda itu?" Mata mang Roni berkeliling mencari keberadaan Al, namun ia tak menemukan pemuda gendut tersebut.
Hanya dalam 5 menit, Al sudah sampai di depan panti Insaan Madani. Ada mobil Narindra terparkir di depan dinding besi panti.
Al pura-pura saja tidak tahu, paddahal ia tahu jika Narindra mengawasi Lyodra dari dalam mobil.
"Kamu baik-baik saja Al?" tanya Vivian yang tiba-tiba keluar dari dalam panti dan langsung memeluknya, "Syukurlah kamu tidak apa-apa. Kata Alisa kamu sakit aneh."
__ADS_1
"Ah, tidak apa-apa. Aku ke dokter sebentar untuk memeriksakan diri, sepertinya penyakit unguku kambuh." Al melepaskan pelukan Vivian karena tidak enak Lyodra yang sudah sadar memperhatikannya.
Tatapan Lyodra begitu sendu dan sedikit kecewa melihat Al dipeluk oleh Vivian.