Istri Ke 2 Ku Wanita Malam

Istri Ke 2 Ku Wanita Malam
chapter 129


__ADS_3

" hayo lah Zulkarnain jangan bodoh melepaskan semua harta yang susah payah kamu bangun, dan jangan sampai kami mencoret nama kamu dari penerima warisan keluarga" bujuk papahnya Zulkarnain yang tidak tega anaknya harus memulai dari nol


" saya lebih rela kehilangan harta dari pada kehilangan kedua istri saya" bentak Zulkarnain tetap pada pendiriannya


" dulu saat kamu mabuk dengan lantang mau menceraikan melati karena kamu tidak memiliki keturunan kenapa Rika tidak bisa apa karena dia sudah memberikan anak ke kamu" hina Anton yang gemes sama Zulkarnain keras kepala


" itu dulu ka dan sekarang sudah tidak ada lagi keraguan saya mempertahankan pernikahan kami, dan saya juga mempertahankan pernikahan saya sama Rika karena cinta juga bukan karena bisa memberikan keturunan saja" bentak Zulkarnain tidak suka masa lalunya dibahas lagi


" berarti keputusan finalnya kamu rela mundur dari perusahaan ini, baiklah jangan sampai menyesal Zulkarnain kehilangan harta karena istri yang tidak berguna cuman bisa menjadi pencetak anak saja, sana cetak anak lebih banyak sampai kamu kesusahan janganlah temuni kami minta bantuan" bentak ayahnya Zulkarnain cape negoisasi sama anaknya

__ADS_1


" baik kita bikin surat pengunduran diri dan saya tarik dua triliun rupiah uang saya" lanjut Zulkarnain pasrah dan langsung membuka laptopnya


melati yang melihat keluarganya seperti ini sungguh sedih dan tidak menyangka cobaan seperti ini bisa datang dalam rumah tangga nya, papahnya Zulkarnain menulis cek sesuai saham yang dimiliki Zulkarnain, melati memeluk ibu dan mertua nya dengan air mata yang terus menerus turun


" bunda dan umi batal kan demi melati" ucap melati dengan isak tangis


" lebih baik tidak punya cucu dari pada mendapatkan dengan cara haram malunya seumur hidup walaupun Niki jenius tetap saja cap buruk tidak akan hilang sayang malu" ucap mamahnya Zulkarnain


Zulkarnain yang mendengar ocehan mamah dan mertuanya menahan emosinya bisa bisanya bicara sembarangan seperti ini, sedang kan ka Riyan, ka Anton, ka Rizal, dan ka bratama membahas sikap mereka ke Zulkarnain sungguh egois apa lagi selama ini Zulkarnain tidak pernah seenaknya bahkan dulu sebelum memiliki anak Zulkarnain menambahkan bonus dari perusahaan demi keluarga mereka

__ADS_1


" ka apa kita keterlaluan yah saya tidak tega sama Zulkarnain" ucap Riyan melihat Zulkarnain sibuk sama laptopnya


" tapi kita banyak dibantu sama om dan tante kita bisa kaya seperti ini dibantu sama mereka, padahal kita punya uang tapi masih minta uang banyak buat nanam modal di perusahaan ini" ucap Anton merasa malu


" saya juga sering susahin mereka kan setiap ada masalah keuangan dengan tidak tahu malu akhirnya mereka bantuin dengan sesuka hati jadi mereka memanfaatkan kita sekarang wajar walaupun tidak profesional" ucap bratama


Zulkarnain print putusan mundur dari jabatan CEO sungguh berat melepaskan perusahaan yang sudah dijalani selama dua puluh tahun dari awal kuliah sampai sekarang, sungguh berat kenangan dan perjuangan Zulkarnain menjalankan perusahaan tanpa dibantu orang tua dan sekarang dengan seenaknya mengancam rela kehilangan perusahaan dari pada kehilangan kedua istri Zulkarnain tidak ingin menyesal


" baik surat ini sudah saya print dan saya menambahkan poin penting kalian yang ada di ruangan ini dilarang keras minta bantuan apapun sama saya dan melati, kalian yang mau menghancurkan saya dan saya terima kita putus silaturahmi antar anak dan orang tua dan sesama sepupuh ingat ka Riyan, ka Anton, ka Rizal, dan ka bratama kalian jangan pernah ketemu saya maupun melati minta bantuan dalam bentuk apapun dan jangan maksa melati untuk membantu kalian" ucap Zulkarnain panjang kali lebar memberikan empat lembar kertas pemutusan sebagai CEO dan pemutusan siraturahmi sekaligus melarang keras saling membantu

__ADS_1


__ADS_2