
polisi yang berjaga-jaga di sekitar tempat bisnisnya Zulkarnain merasa curiga ada orang yang ketahuan ngintip dibalik pohon kebetulan polisi lagi melihat layar monitor tanpa diduga-duga melihat orang yang ngintip dibalik pohon
" orang itu sangat mencurigakan" ucap polisi yang mulai save vidio orang yang diam diam ke balik pohon
" apa orang itu orang suruhan ayahnya Zulkarnain" ucap polisi pakai jaket
" sepertinya kalo dia tidak ada kepentingan tidak akan seperti itu sih" ucap polisi melirik sahabatnya
" terus apa yang harus kita lakukan" lanjut polisi pakai jaket
" awasi dan tetap waspada" perintah polisi kesel
dilain sisi, Wisnu merasa gugup duduk disebelah Gita biasanya Wisnu mampu fokus melihat layar laptop melihat kegiatan Niki selama di sekolah tapi hari ini Wisnu gugup dan gelisah memikirkan rencananya mengajak Gita buat nikah
__ADS_1
" anda kenapa kelihatan gelisah" ucap Gita saat melihat cara duduk Wisnu yang tidak bisa tenang
" saya mau kesatu tempat kamu disini dulu ya" ucap Wisnu berusaha tenang
" mau kemana? apa mau saya antar pak lagian bahaya sendirian pak" lanjut Gita yang posisi duduknya dekat sama Wisnu membuat Wisnu mencium aroma strawberry segar dari badannya Gita membuat otak Wisnu semakin kemana mana ditambah baju Gita hari ini lumayan seksi baju dengan lengan pendek membuat kulit tangan Gita yang mulus lebih terlihat
" tidak apa apa saya sendiri saja kalo saya lama kamu pulang saja duluan sama Niki biar saya naik taxi" lanjut Wisnu tersenyum manis melihat Gita
" baiklah kalo itu yang anda inginkan hati hati dijalan" lanjut Gita yang ikutan senyum hati Gita terasa nyaman melihat senyum Wisnu yang selalu menyenangkan hatinya
Gita yang mendapatkan pujian dari Wisnu langsung merona wajahnya ada rasa bahagia mendapatkan pujian pertama kali dari Wisnu, Gita kembali fokus melihat aktifitas Niki didalam hatinya melihat baju hari ini biasa saja tapi kenapa bisa Wisnu memujinya cantik
" ah Wisnu bikin tidak fokus karena pujian tadi apa emang baju ini bikin terlihat lebih cantik yah" batin Gita senyum senyum sendiri
__ADS_1
dilain sisi, Wisnu sampai di salah satu toko mas terbesar di daerah Washington, Wisnu merasa bersyukur punya tabungan yang bisa dipakai membeli perhiasan buat pujaan hatinya, selama perjalanan Wisnu memantapkan hatinya untuk serius menjalankan rumah tangga sama Gita, selama beberapa bulan tinggal bersama atas nama pekerjaan tinggal dua puluh empat jam mampu membuat Wisnu merasa nyaman dan bahagia didekat Gita apa lagi perlakuan baik Gita ke Niki membuat nya merasa bahagia, Wisnu melihat lihat cincin dan kalung yang tidak terlalu mahal
" can I help you sir" ucap pelayan toko
"I want to buy a necklace Miss" ucap Wisnu melihat koleksi kalung di etalase didepan nya
" Which necklace do you want to buy, sir?" lanjut pelayan toko membuka etalase nya
"The necklace is in the form of love, although it is simple, it looks expensive" lanjut Wisnu langsung nunjuk kalung love harganya paling murah dibandingkan kalung yang lainnya, Wisnu bersyukur selama ini mampu mengatur keuangannya membuat uang pemberian Zulkarnain masih banyak membuatnya mampu membeli kalung yang cukup mahal bagi gaya hidup sederhana seperti Wisnu
" ok sir i will pack it thank you for buying jewelry in our shop sir" lanjut pelayan toko memasukkan kalung kedalam kotak kecil warna pink dan memberikan nya ke Wisnu
" your welcome miss" lanjut Wisnu bahagia
__ADS_1
setelah melakukan transaksi Wisnu langsung keluar toko dengan perasaan bahagia walaupun harganya cukup mahal bagi Wisnu karena pertama kalinya dalam hidupnya Wisnu membeli barang yang mahal selama ini Wisnu berusaha gaya hidup sederhana dan tidak banyak mau walaupun Niki sering ngajak belanja karena diminta sama Zulkarnain berusaha Wisnu tolak dan uangnya selalu di tabung