Istri Ke 2 Ku Wanita Malam

Istri Ke 2 Ku Wanita Malam
chapter 42


__ADS_3

Rika yang melihat anaknya melamun didalam kamar langsung menghampiri anaknya dan membelai rambut anaknya


" apa yang kamu pikirkan sayang" tanya Rika yang melihat Niki


" kalo kita pergi bagaimana dengan ayah Wisnu bunda, dia kan baik banget sama kita dan Niki tidak mau hidup tanpa ayah Wisnu" ucap Niki yang melihat bundanya dengan berkaca kaca


" nanti kita bicarakan sama Zulkarnain yah sekarang dua hari ini kamu fokus belajar saja ya sayang tidak usah memikirkan apapun oke" lanjut Rika yang merangkul pundak anaknya


" iyah bunda pokoknya kalo ayah Wisnu tidak boleh ikut saya tidak jadi anggap om Zulkarnain ayah kandung saya" ancam Niki yang tidak mau kehilangan Wisnu


" iyah iyah sayang lebih baik sekarang kita istirahat yah" perintah Rika yang langsung jalan kekasur


di lain sisi, Zulkarnain langsung bangun tidur mendapatkan telefon dari anak buahnya di Amerika serikat, dengan lemes Zulkarnain mengangkat telefon nya


" ada kabar apa dari sana~ sahut Zulkarnain lemes karena masih ngantuk dan lelah


" Alhamdulillah pak rumah buat anak anda nanti sudah siap dan dinas pendidikan disini siap menguji anak anda pak~ ucap karyawan Zulkarnain


" benarkah syukur lah kalo rumahnya sudah siap dan dengan senang hati nanti saya ajak anak saya kesana" lanjut Zulkarnain bersemangat mendengar laporan karyawan nya


" Carikan translator perempuan yang mau tinggal di rumah anak saya selama tinggal di sana" perintah Zulkarnain dengan bahagia


" siap pak laksanakan perintah anda dan selamat malam waktu Indonesia maaf mengganggu tidur anda" lanjut karyawan yang merasa tidak enak

__ADS_1


" demi anak saya tidak masalah" lanjut Zulkarnain


Melati yang diam diam mendengar obrolan suaminya ikut bahagia karena selama bertemu anak kandungnya Zulkarnain selalu bahagia dan tidak pernah murung sama sekali


dua hari kemudian saat saat yang ditunggu Zulkarnain tiba juga, Zulkarnain mendatangi sahabatnya di kantor polisi sebelum ketemu sama Rika dan Niki


kepala kepolisian memberikan berkas berkas yang sudah dikumpulkan selama seharian kemarin ke Zulkarnain dan Zulkarnain membaca berkas yang diberikan sama sahabatnya


" jadi Wulan buronan polisi, tempat dia sekarang tidak ada ijin dari pihak terkait, dan ada dugaan penganiayaan karyawan dia sampai meninggal" ucap Zulkarnain membaca berkas yang dikasih sahabatnya tadi


" benar, dan kami sudah siapkan surat penangkapan untuk Wulan kalo dia tidak mau bernegosiasi, sejujurnya ini melanggar aturan tapi kali ini saya bantu masalah kamu" ucap sahabatnya Zulkarnain


" terimakasih bro, sekarang kamu dan anak buah kamu langsung ke villa saja duluan nanti saya nyusul sama Rika dan Niki" lanjut Zulkarnain


" baik saya kesana duluan" lanjut sahabatnya Zulkarnain


" kita jemput Niki dan Rika sekarang" perintah Zulkarnain ke supir


" baik pak" ucap supir yang langsung menyalakan mobil meninggalkan kantor polisi


setibanya Zulkarnain di klub Zulkarnain langsung jalan menuju ruangan Wulan kebetulan Wulan sedang makan bareng Niki dan Rika.


" selamat siang semuanya" sapa Zulkarnain yang langsung jalan menuju meja Wulan

__ADS_1


" siang juga, mau ditemani sama siapa" ucap Wulan melihat Zulkarnain yang mengeluarkan amplop coklat


" pasti mau bahas rencana dia lagi deh" batin Niki yang melihat Zulkarnain dan langsung nunduk melanjutkan makanannya


" saya mau ajak jalan jalan mereka berdua lagi dan saya sudah siapkan enam puluh juta" lanjut Zulkarnain yang menyerahkan amplop ke Wulan


" wow seorang sultan bebas membooking sepuasnya, yah sudah havefun buat kalian bertiga" lanjut Wulan yang merasa senang karena Zulkarnain selalu menguntungkan baginya


" kami permisi dulu" ucap Rika yang langsung berdiri


saat Rika, Niki,dan Zulkarnain sedang jalan mereka berpapasan sama Wisnu yang mau ke dapur, Niki yang melihat ayah tirinya lewat langsung sedih kalo harus meninggalkan ayahnya disini sendirian.


" kamu kenapa sedih" tanya Zulkarnain


" tidak apa apa" jawab Niki singkat


Zulkarnain, Niki, dan Rika langsung masuk kedalam mobil. selama diperjalanan Zulkarnain mencoba mencairkan suasana


" ayah senang kamu mau memaafkan kesalahan ayah dan mau menerima tawaran ayah" ucap Zulkarnain bahagia melihat Niki ikut ke villa lagi


" tapi karena kita kamu jadi mengeluarkan uang yang cukup banyak saya jadi tidak enak" ucap Rika yang melihat Zulkarnain


" walaupun saya nerima tawaran om, saya ada dua syarat buat om dan harus om terima" ucap Niki yang memberikan ide nya pada Zulkarnain

__ADS_1


Rika yang tidak tahu apa rencana Niki cuman ikutin saja kemauan putrinya selama itu membuatnya bahagia


" tidak masalah apapun syarat nya ayah kabulkan" sambung Zulkarnain pegang rambut anaknya


__ADS_2