
"orang tua aku dan orang tuanya mami memaksa aku menceraikan kamu dan aku tidak mau kehilangan istri aku baik kamu maupun mami keputusan aku keluar dari perusahaan itu dan dicoret dari ahli waris sekaligus tidak boleh anggap mereka keluarga karena aku mempertahankan pernikahan aku dari pada aku kehilangan kebahagiaan aku, dan dengan tabungan yang ada aku dan mami berencana membuka usaha baru mulai besok membahas usaha dan tempat" ucap Zulkarnain sedih berusaha senyum seakan semuanya baik baik saja
" astaghfirullah apa alasannya mereka sampai memaksa kamu seperti itu sayang apa karena masa lalu aku dan bikin keluarga besar kalian malu terus menerus" ucap Rika sedih seolah masa lalu melarang Rika mendapatkan kehidupan lebih baik dan bahagia dengan suami dan anak
" Iyah bunda maafkan orang tua kita dan keluarga besar kita, walaupun sekarang kita jauh dari keluarga besar tapi keluarga kecil kita bisa bahagia dengan cara kita sendiri jangan sampai mereka yang membenci kamu bahagia melihat kamu menderita" ucap melati melihat Rika prihatin
" astaghfirullah mereka bener bener tega, maafkan aku karena aku kalian kehilangan jerih payah kalian selama ini maafkan aku jadi benalu buat ayah dan mami" lanjut Rika nangis membuat Zulkarnain memeluk Rika dan tangan kanannya mengelus-elus tangannya melati
" kamu lagi hamil Rika jangan stress harus selalu bahagia serahkan masalah ini ke Zulkarnain,melati,dan saya tidak akan memberikan Zulkarnain dan melati susah sendiri mereka masih punya keluarga" ucap Bratama melihat Rika
" aku pengen membantu kalian boleh yah aku mohon" lanjut Rika melepaskan pelukannya
__ADS_1
" kamu di rumah saja sayang baru Hamil rawan keguguran kalo terlalu cape dan stress, kalo usaha baru udah di proses kamu baru boleh ikut yah untuk proses awal jangan dulu" lanjut Zulkarnain menghapus air matanya Rika
" maafkan aku maafkan aku" lanjut Rika nunduk
" saya pulang dulu yah sampai ketemu besok dan besok kita bahas konsep usaha kalian" lanjut Bratama berdiri
" terimakasih ka atas bantuannya" lanjut Zulkarnain dan melati bersamaan
dilain sisi, Niki tersenyum melihat Wisnu dan Gita semakin hari semakin dekat dan semakin kompak membuat Niki merasa bahagia sekali melihatnya, Niki tidak ingin mengganggu waktu berduaan Wisnu dan Gita masak bareng sedangkan Niki nunggu di meja makan sambil chatting sama Rika dan bercerita tentang sekolahnya, Niki sengaja tidak dikasih tahu masalah yang di hadapi orang tuanya, menghindari Niki sedih dan tidak fokus belajar memikirkan nasip Rika yang selalu dihina karena masa lalunya
Gita dan Wisnu jalan ke meja makan sambil membawa hasil masakan mereka, Gita tidak pernah protes melakukan pekerjaan rumah Gita dasarnya gadis yang rajin tidak masalah di waktu senggang bantuin ART nyapu dan Wisnu mengurus kebun kecilnya
__ADS_1
" masakannya wangi ka sepertinya enak" ucap Niki langsung makan seafood buatan Gita
" hayo dihabiskan yah Niki" ucap Gita langsung ambil nasi
" pasti ka" lanjut Niki ceria
" apa lagi masakannya ditemani ayah Wisnu semakin enak nih hahahaha" batin Niki
" bagaimana enak" tanya Wisnu melihat Niki makan dengan lahap
" enak ayah mantap" puji Niki dengan semangat sambil memakan seafood nya
__ADS_1
" Alhamdulillah kalo enak dan kamu doyan" lanjut Gita dengan senyum