
Niki setelah puas baca buku sama Zulkarnain akhirnya masuk kedalam rumah dan merapikan buku buku nya dirak buku yang sudah disusun sama Wisnu sesuai tingkatan pendidikannya, Wisnu yang melihat anak angkatnya senyum bahagia akhirnya bertanya saking penasarannya
" kamu bahagia sekali nak ada apa" tanya Wisnu yang berdiri didepan Niki
" baru kali ini Niki dapet tamu yang tidak ganjen sama Niki sama sekali justru ajak baca buku ayah tadi Niki di booking 3 jam buat baca dan besok di booking 3 jam buat dikasih soal dari lima pelajaran" ucap Niki merasa bahagia karena dua hari tidak akan terlalu cape
" bagus dong oh pak Zulkarnain yah tadi?" tanya Wisnu yang tadi kebetulan melihat Niki lagi duduk bareng Zulkarnain
" iyah ayah dan dia juga bilang kalo Niki mampu dikasih hadiah juga" ucap Niki bahagia karena pertama kalinya ada yang menghargai kekurangan Niki
" Alhamdulillah kalo begitu yah sudah istirahat besok sebelum pak Zulkarnain datang kamu baca dulu" perintah Wisnu yang langsung jalan meninggalkan Niki
sejujurnya Wisnu merasa aneh sama Zulkarnain tapi fikiran curiganya berusaha diabaikan dan menganggap hal wajar karena Zulkarnain tidak punya anak sama sekali mungkin rasa kepedulian nya sama Niki
" Alhamdulillah masih ada orang baik seperti pak Zulkarnain" batin Wisnu
dilain sisi, Zulkarnain didalam mobil merasa bahagia karena tiga jam bisa belajar bareng Niki, supir yang melihat bosnya selalu bahagia setalah bertemu sama Rika dan anak jadi ikut bahagia dan supir Langsung melajukan mobilnya
" tadi saya baca buku sama Niki di rumah kecil didalam perkarangan klub selama tiga jam, saya bangga sekali minat baca Niki sungguh luar biasa walaupun dia tidak sekolah sama sekali" ucap Zulkarnain bahagia
__ADS_1
" Alhamdulillah sepertinya sesuai harapan anda bos" ucap supir melirik bosnya
" belum tau besok saya mau tes dulu kalo Niki mampu saya jadi ada harapan dan yakin sekolah kan di luar negeri dan yakin Niki mampu mengejar ketinggalan pendidikannya" lanjut Zulkarnain yang langsung memainkan ponselnya
" antarkan saya ke toko buku " perintah Zulkarnain
" baik" lanjut supir yang lagi lagi ikut bahagia
Zulkarnain setelah sampai di toko buku langsung membeli lima buku salah satunya buku yang dibaca Niki pertama kali Zulkarnain lihat, setelah puas membeli buku Zulkarnain langsung jalan menuju counter handphone langsung membeli handphone keluaran baru sekaligus kartu perdana dan modem internet untuk Niki
" aku yakin Niki pasti suka handphone ini" batin Zulkarnain
" ada lagi yang anda butuhkan" tanya penjual handphone dan langsung memasukkan handphone pesanan Zulkarnain
setiba di mobil Zulkarnain dibikin emosi sama pertanyaan supirnya
" kenapa kamu bisa bertanya seperti itu" tanya Zulkarnain yang tidak suka pertanyaan supirnya
" maaf pak kalo saya kepo nyonya pasti nanya anda" ucap supir menundukkan kepalanya
__ADS_1
" saya tidak peduli sama dia, oh yah kalo nyonya tanya kamu bilang kamu tidak tahu apa apa karena tidak pernah ikut saya" lanjut Zulkarnain yang baru inget istrinya, setelah bahas tentang istrinya Zulkarnain bersyukur istrinya bukan tipe perempuan yang kepo dan rese jadi tidak akan ada masalah
setelah sampai di rumah Zulkarnain pegang plastik bawaannya membuat melati penasaran kenapa suaminya beli buku banyak dan handphone
" itu buat siapa papi" tanya Melati
" jangan banyak tanya dan jangan cari tahu soal buku ini mengerti" bentak Zulkarnain yang langsung meninggalkan Melati begitu saja
" sebenarnya apa yang disembunyikan papi sama aku semenjak pulang dari luar negeri papi lebih banyak marah" batin Melati
Melati mencari suaminya diruang kerjanya betapa kagetnya suaminya sibuk sama buku barunya, melati melanjutkan jalan menuju suaminya
" mau aku bantu papi" tanya Melati berusaha berbuat baik sama suaminya dan tidak curiga demi suaminya betah di rumah
" boleh juga tolong bikin soal bahasa Inggris yah lima soal" perintah Zulkarnain
" boleh papi" lanjut Melati yang langsung duduk disebelah Zulkarnain
" karena kamu bersikap manis setelah ini aku kasih jatah kamu" sambung Zulkarnain yang melihat istrinya tanpa ada senyuman
__ADS_1
" Alhamdulillah kalo begitu" sambung Melati
sejujurnya Melati semakin curiga sama suaminya demi membantu menulis soal dirinya bisa mendapatkan jatah malam ini, walaupun curiga tapi Melati sungguh bahagia karena suaminya jadi sering melakukan hubungan suami istri