
Zulkarnain merapihkan barang barangnya di ruang kerjanya dibantu bratama dan melati, sedangkan barang barangnya melati dilarang keras sama orang tuanya untuk dirapihkan, bratama membuka obrolan karena merasa prihatin sama nasip Zulkarnain seperti ini
" setelah ini apa rencana kalian" ucap bratama memasukan buku buku Zulkarnain kedalam kardus
" entahlah besok kita fikirkan saya dan melati untungnya punya tabungan lumayan jadi kita fikirkan dengan cepat apa lagi Niki tetap membutuhkan biaya kan jadi kita akan memutuskan besok dan proses cepet juga" ucap Zulkarnain melihat saudaranya
" maafkan keegoisan orang tua kalian" lanjut bratama merasa tidak tega
" tidak masalah ka, setiap rumah tangga selalu ada cobaan berat yang harus dijalankan begitu juga dengan kami ka, insyaallah kami kuat" ucap melati optimis
setelah barang barangnya Zulkarnain rapih Zulkarnain, melati,dan bratama langsung keluar dari ruangan Zulkarnain para karyawan yang tahu masalah keluarga Zulkarnain merasa tidak tega dan kehilangan apa lagi selama ini Zulkarnain dan melati Sangat royal ke karyawan apa lagi karyawan yang punya anak setiap bulan pasti diberikan alat tulis sekolah dan mainan dan semua fasilitas yang diberikan Zulkarnain akan musnah
__ADS_1
" terimakasih atas kerja keras anda dan Bu melati selama menjalankan perusahaan ini, kami karyawan di sini juga berterimakasih atas bantuan kalian setiap bulan meringankan pengeluaran kita buat beli alat tulis sekolah dan mainan dan mohon maaf kalo selama bekerja kami ada salah sama pak Zulkarnain maupun bu melati" ucap asisten Zulkarnain mewakilkan karyawan di kantor
" sama sama terimakasih waktu yang telah kalian berikan buat perusahaan ini selama saya pimpin dan saya bahagia menjadi saksi beberapa anak anak kalian yang sudah lulus kuliah, semoga kalian tetap betah kerja disini siapapun CEO nya tetaplah bekerja dengan profesional" ucap Zulkarnain haru dengan perpisahan ini
" dasar anak bodoh rela berkorban demi perempuan itu" hina ayahnya Zulkarnain dan melati
" kami permisi" ucap melati langsung jalan di ikuti Zulkarnain dan bratama
dilain sisi, Rika merasa lemes dan mual mual setelah membantu ART masak, Rika memilih tiduran di kamarnya, Rika melihat ponselnya merasa cemas sama suaminya karena sudah siang tidak ada telefon sama sekali
" apa ayah sibuk yah" batin Rika langsung tidur
__ADS_1
didepan rumah Zulkarnain dan melati memasukan barang barangnya kedalam gudang sementara waktu setelah selesai Zulkarnain, melati,dan bratama duduk di ruang tamu.
" saya ada ide bagaimana kalo kalian bangun tiga usaha" ide bratama mendadak
" maksud kamu apa ka" ucap Zulkarnain penasaran
" kamu buka butik, cafe, salon, atau apapun buat istri kamu sedangkan kamu tetap melanjutkan pembangunan pembangunan gedung bagaimana, saya siap beberapa karyawan saya bekerja di kantor kamu buat awal mendapatkan proyek" ide bratama yang tadi dia fikirkan selama di jalan
" tidak ka terimakasih nanti ketemu orang tua kita saat ketemu Clint seperti itu bisa kapan saja ketemu saat meeting lebih baik usaha lain saja satu gedung mewah bisa membuka empat usaha sekaligus" lanjut Zulkarnain menolak idenya bratama
" yah sudah apapun ide kalian saya akan bantu oke, mana Rika kok tidak kelihatan" lanjut bratama
__ADS_1
" lagi tidur siang mungkin" ucap melati asal