
Gita dan Wisnu menunggu keluarga besarnya merapihkan baju bajunya sambil melihat pemandangan sekitar yang sejuk dan asri banyak pohon pohon dan beberapa tanaman buah, Wisnu yang melihat pakaian Gita hari ini lebih rapih membuatnya sedikit tidak senang walaupun Wisnu tidak pernah sembarangan pegang tapi Wisnu seneng melihat gunung kembarnya Gita yang bersih dan putih membuat jiwa lelakinya gejolak, walaupun rapih tapi l3h3r putihnya msh terekspose membuat nya tergoda tangan Wisnu merangkul bahunya Gita dan mencium l3h3r nya Gita membuat Gita merasa geli dan sedikit mende sah
" aaahhh sayang kamu" goda Gita melihat kelakuan Wisnu yang sudah mulai berani DP semenjak melamarnya
" aku suka baju biasanya sayang gunung kembar kamu terlihat jelas tapi hari ini cuman l3h3r saja uuuu wangi sekali" goda Wisnu nakal masih betah mencium l3h3r dan rambut Gita
" sudah ah sayang takut ketahuan keluarga kamu, aku kan ketemu keluarga kamu masa pake baju seksi sih sayang, jangan bikin aku nafsong ah" protes Gita melepaskan tangan dan muka nya Wisnu
" maaf maaf aku pengen sayang makannya pernikahan kita dipercepat" lanjut Wisnu terkekeh-kekeh
" dasar Abi iseng yah kalo Niki tahu Abi nya genit sebelum halal pasti dimarahi bayi lucu" ledek Gita sambil cubit perut Gita
" biarin ketahuan Abi genit bilang saja sudah tidak tahan melihat umi yang cantik dan seksi au sakit sayang perut aku" goda Wisnu pegang perut nya yang dicubit
" oh yah sayang panggilan kita ganti saja yah papah mamah jangan Abi umi terlalu alim sedangkan baju aku kan masih begini yang cocok panggilan itu seharusnya Zulkarnain dan melati" lanjut Gita kurang nyaman panggilan dari Niki
" bener sih sayang nanti aku bilang sama yang lain pas makan bareng panggilan kita mamah papah saja aku saja ibadahnya masih bolong bolong malu sama Zulkarnain yang rajin ibadah" lanjut Wisnu
__ADS_1
setelah ngobrol Wisnu yang melihat bus sewaan sudah datang langsung menghampiri nya ditemani sama Gita
" hayo semuanya naik busnya awas tasnya ketinggalan" ucap bu salma
" naiknya pelan pelan" ucap pak lucky melihat keluarga besarnya naik bus
" emak sama Abah naik mobil sama kita atau naik bus" ucap Wisnu saat melihat orang tuanya sibuk suruh anak menantu dan cucu cucunya naik bus
" kita naik bus saja nak kalian saja berdua naik mobil" lanjut pak lucky merasa tidak enak
" jangan dong Abah kita kan mau ngobrol ngobrol dijalan mau yah bareng kita" bujuk Gita berharap calon mertuanya mau bareng
" Iyah tidak masalah bareng mereka" ucap ucok menantu nya pak lucky
" baik lah kita bareng mereka pak supir jangan ngebut dan nyalip bawa busnya yah" lanjut bu Salma akhirnya
" siap saya akan hati hati" ucap supir bus pelan
__ADS_1
bus perlahan jalan dan semua keluarga besar Wisnu dadah tanda duluan, sedangkan Wisnu, Gita, Salma dan lucky masih ngobrol sama kepala desa dan di kasih oleh oleh makanan khas Surabaya dan beberapa hasil kerajinan tangan masyarakat sekitar
" terimakasih pak oleh olehnya banyak sekali" ucap Wisnu ramah
" sama sama, oh yah kalian hati hati dijalan yah" ucap kepala desa
" Iyah pak terimakasih atas bantuannya ya pak" ucap Gita merasa tidak enak karena kepala desa mau mencarikan bus yang bisa disewa
" kalo begitu kami jalan dulu assalamualaikum" ucap bu Salma ramah dan langsung masuk mobil
baru pertama kalinya pak lucky dan bu Salma naik mobil pribadi seperti ini, apa lagi di mobilnya Wisnu dan Gita banyak sekali makanan dan minuman yang bisa nikmati.
" Abah dan emak kalo mau ambil saja didalam kotak itu memang kita beli selama perjalanan ke sini takut lapar di jalan" ucap Wisnu melihat kaca spion
" perjalanan empat jam makanan sebanyak ini" ucap pak lucky kagum
" pulang pergi kan delapan jam Abah soalnya kita doyan makan bah" lanjut Wisnu melirik Gita
__ADS_1
" halal kan" ucap Salma spontan
" Alhamdulillah halal semua karena kita beli di supermarket emak jadi silahkan dinikmati" ucap Gita memaklumi ucapan calon mertuanya