Istri Ke 2 Ku Wanita Malam

Istri Ke 2 Ku Wanita Malam
chapter 15


__ADS_3

Wisnu sahabat setia Rika yang selalu membantu Rika untuk rajin cek kandungan dan membeli perlengkapan bayi, terkadang ada yang salah faham mengira Wisnu adalah suaminya Rika, terkadang Wisnu melihat wajah sedih dari wajahnya Rika setiap kali ada yang bahas suami, Rika dan Wisnu sedang makan siang setelah membeli perlengkapan untuk anaknya nanti disebuah restoran yang ada didalam Mall.


" wanita hamil harus selalu happy tidak boleh sedih sedih, mana nih Rika yang selalu ceria dan selalu tersenyum" bujuk Wisnu menatap Rika da dan menghapus air mata yang membasahi kedua pipi Rika


" saya sedih saja sih banyak orang yang mengira kamu suaminya saya padahal kan kita tidak ada hubungan apapun" ucap Rika sambil nunduk


" bagi saya itu tidak masalah kok selama saya masih jomblo di kira suami kamu, saya akan melindungi kamu supaya kamu tidak merasa malu" lanjut Wisnu memegang kedua tangan Rika memberikan semangat pada sahabat nya


" terimakasih atas semua kebaikan kamu selama ini ke saya" sambung Rika sambil tersenyum sambil menatap wajah Wisnu


" sesama teman saling membantu apapun keadaannya" sambung Wisnu yang langsung melanjutkan makan siangnya


Rika yang melihat Wisnu langsung makan jadi ikutan langsung melanjutkan makanannya, setelah makan Wisnu membawakan barang belanjaan Rika menuju parkiran Mall.

__ADS_1


dilain sisi Wulan merasa cemas melihat kondisi Sisil yang semakin melemah setelah mendapatkan siksaan yang lebih parah tadi, mendadak dada Sisil merasa sakit luar biasa saat Wulan menyirami air panas keseluruh badannya mendadak Sisil jatuh pingsan karena merasa tidak sanggup menahan rasa sakit, kini sisil terbaring lemah di kamar nya sambil melihat Wulan dengan rasa takut


" mami maafkan saya selalu membantu mami marah" ucap Sisil lemah sambil memegang dada kirinya


" kamu sendiri kenapa tidak pernah bekerja dengan baik selalu membuat kesalahan membuat saya marah terus" bentak Wulan yang masih kesal sama Sisil yang tidak pernah membuatnya bangga


" saya sudah berusaha tapi mami selalu...." lanjut Sisil menghentikan ucapannya perlahan matanya terpejam


Wulan yang melihat sisil yang tiba tiba diam dan memejamkan matanya langsung panik, langsung memegang hidungnya betapa kagetnya Sisil sudah meninggal dunia


Wulan langsung memerintahkan anak buahnya mengurus pemakaman sisil secara mandiri, empat bodigar diperintahkan proses penguburan jasad Sisil karena tidak ingin orang tahu kematian Sisil bisa bisa klub nya di tutup


Rika dan Wisnu yang baru pulang habis belanja langsung kaget melihat empat anak buah Wulan menggotong sisil dan memakaikan kain kafan kebadan sisil, membuat Wisnu langsung menghentikan langkahnya mereka dengan tatapan tidak percaya

__ADS_1


" Sisil kenapa bisa seperti ini, tadi sebelum kita pergi masih baik baik saja" ucap Wisnu yang menatap jenazah Sisil tidak percaya


" tadi Sisil disiksa lagi sama mami mendadak dada dia sakit luar biasa dan tadi menghembus kan nafas terakhirnya" penjelasan salah satu bodigar yang pegang jenazah Sisil


" astaghfirullah, terus mau kalian kubur di mana?" tanya Rika sambil nangis rasa bersalah karena tidak bisa melindungi temannya dari siksaan nya Wulan


" belakang klub makannya kami lewat belakang soalnya masih banyak tamu kami tidak mau jadi heboh ini semua atas perintah mami" ucap bodigar lain yang menahan beratnya kepalanya Sisil


" saya paham, ya sudah saya bantu pemakaman jenazah Sisil" lanjut Wisnu yang memegang kedua kaki Sisil


Wisnu dan ke empat bodigar langsung melakukan pemakaman sederhana untuk Sisil setelah selesai mereka berlima langsung mandi, Rika dan Wisnu langsung ke ruangan nya Wulan tampak sekali dari wajahnya Wulan merasa sedih dan kehilangan sisil, Rika langsung berdiri didepan Wulan dengan wajah penuh dengan air mata


" mami saya mohon kalo ada anak buah mami yang melakukan kesalahan kecil saya mohon jangan disiksa dengan menyiram air panas seperti ini mami bener bener tega menghilangkan nyawa orang lain" ucap Rika yang terus menangis kehilangan sahabatnya

__ADS_1


" saya selalu bilang jangan pernah melakukan kesalahan apapun karena saya tidak suka menerima alasan apapun yang merugikan saya" teriak Wulan meluapkan kekesalannya pada Sisil karena dia selalu melakukan kesalahan membuat Wulan selalu kesal


__ADS_2