Istri Ke 2 Ku Wanita Malam

Istri Ke 2 Ku Wanita Malam
chapter 168


__ADS_3

Zulkarnain, melati,dan Rika melayani pembeli yang datang kesibukan toko terkadang menyita waktu mereka untuk bekerja tapi Zulkarnain berusaha tidak mengeluh cape karena rame pengunjung di tokonya dengan banyaknya pembeli Zulkarnain mampu membiayai kebutuhan keluarganya terutama kebutuhan Niki buat sekolah yang biayanya cukup mahal dan membutuhkan banyak uang Zulkarnain bersyukur memiliki kedua istri yang tidak terlalu boros sama kebutuhan pribadinya membuat keluarga kecilnya Zulkarnain selalu merasa tercukupi, Wisnu Gita dan Niki pertama kalinya ke tokonya Zulkarnain tersenyum bahagia melihat tokonya ramai sama pengunjung silih berganti. Wisnu mengajak ke ruangan nya Zulkarnain, Rika dan melati nunggu orang tuanya Niki tidak terlalu sibuk. sekiranya toko mulai renggang Zulkarnain melati dan Rika masuk keruangan nya dan gantian meluk Niki


" bagaimana keadaan Wulan sayang" ucap Rika melihat Niki yang minum jus


" kasihan bunda melamun terus kalo lagi kangen sama anaknya bisa ngelantur terus mendadak nangis dalam diam kasihan juga melihatnya" ucap Niki yang tidak menyangka wanita kuat dan hebat bisa serapuh saat ini


" kasihan juga yah terus kita membiarkan Wulan di sana atau bebas dari rumah sakit jiwa" ucap melati yang tidak bisa membayangkan kehilangan anak kesayangannya pergi selamanya dianggap pengganti anaknya


" kita rubah dulu rumahnya jadi tempat yang layak huni dan layak jadi rumah yang bisa memberikan pundi pundi setiap harinya" tolak Wisnu karena membebaskan sekarang akan sia sia akhirnya karena tidak ada tempat yang pantas di tempati sama Wulan


" yang dikatakan umi bener sayang kita harus renovasi total rumah itu kalo sudah sempurna baru kita bawa biar sembuh dan tobat apa lagi usia Wulan sekarang kan sudah tujuh puluh tahun sayang, kasihan juga kan diusia tuanya harus tinggal di rumah sakit jiwa" ucap Rika mengelus rambutnya Niki

__ADS_1


" baiklah akan saya renovasi setelah selesai kita akan rawat nenek Wulan" lanjut Niki terkekeh


" dasar anak iseng manggil nenek ya sekarang" ledek Wisnu


" memang sudah usianya dipanggil nenek masa mami lagi tidak pantas lah hahahaha" lanjut Niki tertawa puas


setelah ngobrol ngobrol akhirnya Zulkarnain, Rika, melati, Wisnu, Gita,dan Niki Langsung ke kantor polisi ketemu Ilham Kapolda sahabat nya Zulkarnain berjasa membantu Zulkarnain membebaskan Rika dan Niki


" tidak masalah kok Zul kalian silahkan duduk di sofa" perintah Ilham


" kita bahas keuangan dan harta yang dimiliki Wulan pemilik tempat minuman terlarang itu" ucap Wisnu serius

__ADS_1


" karena kita tahu orang yang Wulan miliki cuma Zulkarnain dan keluarganya kita kasih dispensasi buat Wulan untuk bebas dan sembuh dari penyakitnya, soal uang yang dimiliki Wulan sudah kami amankan dan sebentar lagi kami berikan ke kalian ada rasa tidak tega menjerakan nenek nenek yang sudah tua sebatang kara" lanjut Ilham melihat Rika dan Niki


" kami setuju untuk mengelola lebih baik keuangan nya Wulan apa ada pengawasan dari kepolisian" ucap melati


" tidak perlu kami percaya sama kalian dan saya juga sudah berteman lama sama Zulkarnain dan melati jadi kasih kepercayaan ke kalian" lanjut Ilham tersenyum ramah


" baik ini barang barang berharga punya Wulan" ucap polisi memberikan Kantong plastik


" terimakasih kepercayaan kalian ke kami insyaallah kami akan merubah rumahnya Wulan dan perlahan merubah Wulan sebagai pribadi yang baik apa lagi usianya sudah rentan" lanjut Gita tersenyum ramah


" nanti kalo sudah selesai renovasi kasih tahu saya ya bro biar tahu perubahan tempatnya" permintaan Ilham

__ADS_1


"pasti bro tenang saja" lanjut Zulkarnain lega


__ADS_2