
setelah sampai di klub Niki mencari cara supaya beberes baju dan buku buku nya tanpa di curigai, sepuluh menit berfikir akhirnya mendapatkan ide juga walaupun berbohong bawa bawa nama Zulkarnain supaya tidak dicurigai
Niki langsung mencari ayah angkatnya kebetulan lagi di dapur sedang masak, langsung memberitahukan idenya dengan wajah yang dibikin serius
" ada apa sayang ke dapur cari ayah" ucap Wisnu yang taro mangkok ke meja
" ayah tadi om Zulkarnain bilang mau beliin saya banyak buku baru, apa ayah mau membantu saya memasukkan buku lama kedalam kardus" tanya Niki yang langsung senyum
" wah Alhamdulillah segitu nya peduli sama kamu, baiklah ayah bantu yuk kita rapihkan" ajak Wisnu yang langsung ambil kardus dibawah meja langsung jalan ke ruang belajar niki
" ayah maafkan Niki bohongin ayah" batin Niki langsung ikutin ayah nya jalan
Niki dan Wisnu langsung memasukkan buku buku milik Niki ke dalam beberapa kardus setelah beres langsung disusun di bawah kasur Niki
Niki langsung meluk ayah angkatnya dan langsung melihat ayahnya yang mengelap keringat karena lelah
" terimakasih yah ayah sudah mau cape demi Niki" ucap Niki manja
__ADS_1
" sama sama sayang, kamu beruntung ada yang peduli sama kamu buat rajin baca, jangan mengecewakan orang lain harus selalu dibaca yah" ucap Wisnu yang pegang rambut anaknya
dilain sisi, Rika memasukkan tas tas dan baju miliknya kedalam kardus untung barang Rika tidak terlalu banyak dan dengan cepat selesai hanya disisakan beberapa baju sampai Zulkarnain datang
Wulan yang tiba tiba masuk kedalam kamar Rika langsung kaget karena barang barang Rika dimasukkan kedalam kardus
" kenapa barang kamu dimasukan kedalam kardus?" tanya Wulan penasaran dan kaget
" saya bosan sama barang barang itu mami makannya besok mau beli yang baru biar tidak kepenuhan lemarinya" ucap Rika berbohong dan kaget kelihatan lagi beberes
" yakin bukan kabur kan" lanjut Wulan yang ngerasa takut anak kesayangannya pergi
" bener sih selama ini kan kamu selalu nurut apapun yang saya perintahkan" sambung Wulan lega karena Rika tidak pergi
dilain sisi Zulkarnain sudah dirumah dan lagi sandaran di sofa ruang tamu, Melati yang melihat suaminya baru pulang langsung kasih kopi kesukaan suaminya dan langsung duduk disebelahnya
" bagaimana Rika dan Niki apa nemerima tawaran kamu" tanya Melati melihat wajah suaminya
__ADS_1
" Alhamdulillah terima, dua hari lagi mereka bakal tinggal di apartemen buat sementara waktu" ucap Zulkarnain langsung minum kopi yang tadi dibawa sama istrinya
sejujurnya Melati merasa takut kehilangan suaminya apa lagi selingkuhan nya bisa memberikan nya keturunan dan bisa kapan saja mereka menikah secara agama dan negara
" saya cape dan mau istirahat" lanjut Zulkarnain yang langsung jalan begitu saja meninggalkan istrinya
dilain sisi, Rika dan Niki menerima banyak pengunjung silih berganti yang minta mereka temani karokean dan minum selama satu jam, setelah selesai Niki langsung menunggu bundanya didalam kamar
Rika yang mendapatkan pelanggan Paling banyak akhirnya baru selesai jam sebelas malam, Rika yang melihat anaknya belum tidur langsung menghampiri anaknya
" kok belum tidur sayang" tanya Rika yang duduk di kursi meja riasnya
" nungguin bunda, oh yah saya sudah rapihkan buku buku besok tinggal memasukkan baju bunda, tapi saya bohongin ayah bilang om Zulkarnain mau memberikan saya banyak buku" ucap Niki yang tidak biasa membohongi Wisnu
" tidak masalah sayang, kamu masih mending bunda ketahuan sama mami lagi masukin baju dan tas kedalam kardus untung bunda bisa cari alasan" lanjut Rika yang membersihkan make-up diwajahnya
" besok kita terakhir disini yah bunda akhirnya kita bisa mendapatkan masa depan yang lebih baik" lanjut Niki yang tidak menyangka bisa bebas
__ADS_1
" mungkin ini kekuatan doa seorang anak yang rindu sama ayah kandungnya dan Allah kabulkan doa dan harapan kamu" lanjut Rika yang melihat anaknya dari pantulan cermin
" subhanallah kalo begitu ya bunda" sambung Niki merasa bahagia sekali