
waktu berlalu dengan cepat, waktu yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Niki diam diam memasukkan semua baju miliknya dan milik Wisnu kedalam kardus
Niki mengecek kembali barang barang nya sudah dirapikan tidak ada yang ketinggalan untung Wisnu lagi disuruh ke pasar jadi dengan leluasa Niki bisa siap siap dengan cepat
Niki langsung jalan ke klub dan ke kamar bundanya, begitu juga dengan kamar bundanya sudah rapih. Niki langsung WhatsApp Zulkarnain kalo. mereka sudah siap
dilain sisi, beberapa polisi langsung berpencar sesuai rencana didepan klub sedangkan Zulkarnain dan kepala polisi langsung jalan menuju ruangan Wulan
betapa kagetnya Wulan kedatangan polisi dan Zulkarnain ke ruangan nya, membuat Wulan sedikit kesal juga takut tiba tiba ada polisi yang datang
" kalian kesini mau apa" tanya Wulan penasaran
" kami mau ketemu Rika dan Niki sekarang" perintah kepala polisi
"ada masalah apa yah" lanjut Wulan yang semakin penasaran
" sudahlah panggil dulu kalo sudah disini baru kita jelaskan" perintah Zulkarnain sinis
Wulan yang perasaan nya bercampur aduk langsung nurut saja sama perintah Zulkarnain dan polisi yang ada didepannya
tidak menunggu waktu lama akhirnya Rika dan Niki masuk ruangan Wulan berdiri ditengah tengah Zulkarnain dan kepala polisi
__ADS_1
" bacalah ini" perintah kepala polisi yang memberikan kertas ke Wulan
" apa ini anak kandung Zulkarnain" ucap Wulan kaget saat membaca kertas yang diberikan polisi
" kami kesini ingin membawa pergi Niki dan Rika dari tempat ini hari ini juga" perintah kepala polisi
" enak saja kalian tidak bisa sembarangan ajak mereka dari sini, karena mereka karyawan saya dan saya sudah bayar mahal Rika untuk ada disini" bentak Wulan yang melihat kesal kearah Zulkarnain, Niki,dan Rika
" mau secara baik baik atau kita bawa jalur hukum" ucap Zulkarnain yang menakuti Wulan
" apa maksud anda, mengancam saya" bentak Wulan
" Iyah kami tahu rencana ini dan kami nerima tawaran Zulkarnain untuk kehidupan lebih baik" ucap Rika yang berusaha tenang
" pantas kemarin barang barang kamu dimasukin kedalam kardus" bentak Wulan yang maju dan langkahnya langsung berhenti pas melihat polisi didepan pintu mengeluarkan pistol
" kami tahu aib anda, mau bebaskan Rika dan Niki tanpa masalah dimasa depan atau anda kami tahan dan bubar kan tempat ini karena tidak berijin dan laporan penganiayaan yang sudah lama kami dengar" bentak kepala polisi yang langsung masang muka serius
" sialan kalian menjebak saya" bentak Wulan semakin kesal tidak bissa berkutik
" sekarang jawab kamu mau bebaskan Rika dan Niki baik baik atau anda di tangkap" ancam Zulkarnain yang malas negoisasi terlalu lama
__ADS_1
dilain sisi, Wisnu yang baru pulang dari pasar Langsung kaget melihat di klub banyak polisi berjaga dengan senjata lengkap
" ini ada apa pak" tanya Wisnu pemasaran
" anda Wisnu" tanya polisi mengalihkan pembicaraan
" iyah saya Wisnu ada apa" tanya Wisnu semakin penasaran karena selama ini tidak pernah melakukan kesalahan apapun
" nanti anda akan tahu lebih baik bantu kami bawa semua kardus yang ada di rumah anda dan ikut kami tenang nanti anda tahu" perintah polisi
" kardus, baiklah ikut saya" lanjut Wisnu yang penasaran, ingatan nya langsung berputar dua hari yang lalu Niki memang merapikan barang barang nya
sebagian polisi mengambil kardus kardus yang ada di kamarnya Rika, beberapa karyawan penasaran kenapa barang Rika dibawa seenaknya sama polisi
jiwa keponya Meta Langsung keluar dan tanya polisi yang berjaga didepan kamar
" kalian lagi ngapain" tanya Meta penasaran
" lebih baik diam jangan banyak tanya" perintah polisi
" huhu judes amat pak" lanjut Meta kesal
__ADS_1