
Melati yang dari tadi hanya diam saja merasa tidak tega melihat Rika di hina seperti ini, Melati meminta Wisnu ajak Niki ke minimarket tapi di tolak Niki karena tahu maksud diajak jalan jalan supaya tidak melihat ibu nya dihina terus menerus
" omah tiri dan omah kandung kalian seperti ini mau sampai kapan marahin bunda terus, yang seharusnya di salahkan mami karena dia kita ada disini, saya tidak terima kalo bunda selalu disalahkan karena bisa punya anak buat ayah" bentak Niki merasa kesal selalu disalahkan
" kalo bunda kamu tidak melakukan kesalahan lagi kami masih bisa bodo amat walaupun malu, nah bunda kamu sudah tahu mau nikah resmi masih saja panjat pinang sampai hamil duluan sebelum ijab kabul, jadi wajar kan kalo kami marah besar tidak bisa nahan nafsu sebelum halal, tidak punya otak bagaimana omongan negatif orang orang ke ibu kamu" bentak mamah Zulkarnain sejujurnya kecewa melati tidak bisa memberikan cucu sama sekali tapi melati masih lebih baik bisa menjaga nafsu tidak liar main panjat pinang apa lagi sebelum nikah melati sama sekali tidak melakukan panjat pinang sama anaknya
" oke dulu ibu kamu perempuan murahan kami kira tobat stop melakukan panjat pinang tapi ini apa membuat aib lagi dengan anak ke dua hamil di luar nikah, mikir tidak perasaan malu Zulkarnain kalo temen temennya tahu kelakuan liar Zulkarnain dan Rika sebelum nikah" bentak mamah Melati penuh amarah
" kalo kalian kesini buat menghina Rika lebih baik kalian pergi sebelum Zulkarnain pulang tahu keributan kalian ini" bentak Wisnu yang semakin kesal melihat sahabatnya di rendahkan terus menerus
__ADS_1
" siapa kamu berani sekali mengusir kami dari sini, saya orang tuanya Zulkarnain hebat sekali kamu mengusir kami demi perempuan murahan ini, memangnya kamu dikasih apa buat bela perempuan murahan ini apa dikasih panjat pinang gratis" hina mamahnya Zulkarnain tertawa membuat Wisnu mengepalkan tangannya
" saya punya iman dan masih perjaka saya tidak akan merusak perempuan mana pun, kalo anda laki laki saya sudah menghajar anda sekarang juga" bentak Wisnu semakin emosi di hina tuduhan yang tidak dilakukan sama sekali
" bunda dan umi kita ngaji saja yuk melati sudah lama tidak ngaji sama kalian" ucap Melati mengalihkan pembicaraan
" umi mau tanya apa perempuan murahan dan anak haram ini ngaji dan solat" sindir mamahnya Melati melirik sinis ke arah Rika yang sudah nangis
" insyaallah kalo mereka sudah memantapkan hati pasti bisa beribadah Bareng saya dan papi" lanjut Melati yang berhati hati memiliki ucapan supaya tidak salah faham
__ADS_1
" halah perempuan penuh lumpur seperti dia tidak pantas beribadah karena sudah membuat lumpur banyak dan membuat malu keluarga karena ulahnya" lanjut mamahnya Zulkarnain langsung pergi dengan tertawa keras karena puas mengeluarkan emosinya
Niki langsung memeluk Rika yang terus nangis membuat mukanya penuh dengan air mata, Wisnu yang melihat Rika seperti ini tidak tega sama sekali perempuan yang baik baik karena paksaan pamannya dimasa lalu membuat Rika di cap perempuan tidak bener
" bunda jangan nangis terus ya, apa Niki membatalkan sekolah ya Niki tidak tega bunda di hina seperti ini terus menerus sama dua nenek sihir itu" ucap Niki sedih karena bunda nya selalu disakiti
" jangan sayang kalo kamu berhenti sekolah kita semakin dihina, kan ada mami yang bisa membela bunda dan ada ayah sama adik kamu yang bisa jagain bunda jadi tetap sekolah ya sayang" ucap Rika mencium kening anaknya
" yang dikatakan bunda bener sayang, dengan kamu berprestasi hinaan orang bisa pudar ingat kata mami jangan balas hinaan dengan emosi didalam hati beristighfar dan dibalas dengan prestasi" ucap Wisnu yang tidak setuju anak angkatnya sia siakan pendidikannya
__ADS_1