
Rika yang melihat Zulkarnain dan Wisnu kompak membantu merapihkan barang barang anaknya membuat Rika bahagia melihat, walaupun status mereka ayah buat Niki tetap saja kelihatan secara tidak langsung kalo mereka saingan
Zulkarnain yang bawa kardus barang barang Rika langsung senyum bahagia karena ini pertama nya bisa pegang langsung barang bawaan Rika
Rika yang melihat Zulkarnain pegang kardusnya langsung tersipu malu dan langsung ikut masuk kedalam kamar
" biarkan saya saja yang merapihkan barang saya sendiri" tolak Rika yang langsung merebut kardus yang dipegang Zulkarnain
Zulkarnain langsung memeluk wanita yang dicintainya dan berbisik menggoda
" barang kamu adalah barang aku juga begitu sebaliknya jadi biarkan aku yang merapihkan yah" goda Zulkarnain yang berbisik di telinga Rika
" tapi kita belum nikah kan jadi tidak usah" tolak Rika yang gugup karena muka Zulkarnain masih nempel sama lehernya
" sebentar lagi sayang, apa kita main panjat pinang baru kamu luluh" goda Zulkarnain dengan lembut
" baiklah aku pasrah terserah kamu saja" lanjut Rika yang menjauhkan badannya dari wajah Zulkarnain
Zulkarnain langsung dengan senang hati memasukan baju baju Rika kedalam lemari, saat barang pribadinya kepegang sama Zulkarnain langsung tersenyum jahil melihat Rika yang sudah nunduk malu
__ADS_1
" ini kan bra tujuh belas tahun yang lalu terakhir kamu pake kan pas bareng aku masih dipake" puji Zulkarnain langsung berdiri didepan Rika
" i... iya" ucap Rika terbata bata karena malu
" aku mau kamu pake ini lagi pas kita sudah resmi menikah yah aku mau melihatnya lagi" rayu Zulkarnain yang jongkok melihat wajah Rika dari bawah
" sekarang aku pake juga bisa" goda Rika sambil terkekeh
" jangan sekarang, soalnya kamu harus istirahat dulu atau besok saja yah" lanjut Zulkarnain yang mencium bibir Rika dengan selembut mungkin
dilain sisi, Niki dan Wisnu lagi asik belajar, Rika dan Zulkarnain yang baru datang langsung menghampiri mereka. ada rasa cemburu yang dirasakan Zulkarnain karena waktu bersama anaknya tidak sebanyak Wisnu
" kalian darimana? kok rambut bunda basah" tanga niki penasaran
" dasar kalian ini" ucap Niki yang heran sama kebiasaan orang tuanya
" lagi baca buku apa" tanya Zulkarnain yang merangkul pundak Niki
" buku fisika kelas 3 ayah, oh yah tes masuk sekolah kapan?" tanya Niki yang melihat ayahnya dibelakang nya
__ADS_1
" nanti ayah tanya dulu sama dinas pendidikan yah" lanjut Zulkarnain mencium puncuk kepala anaknya
" akhirnya impian kamu ya sayang bisa sekolah juga" ucap Wisnu yang merasa cemburu melihat Zulkarnain perhatian sama anak angkatnya
" sekarang fokus kita supaya Niki bisa sekolah" ucap Rika bahagia
dilain sisi, Melati melihat jam didinding menunjukkan jam sebelas malam, Melati kwartir suaminya belum pulang sama sekali
Zulkarnain membuka pintu kamar melihat istrinya sedang ngaji di sofa kamarnya, membuat Zulkarnain jalan begitu saja kekasur
melati jalan kedepan suaminya, Melati sungguh kaget mencium aroma parfum dari jas suaminya membuat Melati semakin menahan sabar
" papi aroma parfum siapa ini" ucap Melati melepaskan jas suaminya
" parfum Rika tadi sebelum pulang kita main panjat pinang" ucap Zulkarnain santai sambil melepaskan bajunya
" astaghfirullah kenapa masih melakukan nya papi itu dosa" lanjut Melati yang tidak habis fikir sama kebiasaan suaminya
" saya akan menikahi Rika, sebelum anak saya sekolah ke luar negeri, jadi sebelum resmi ya kita tetap melakukan panjat pinang saya suka hal itu memangnya kenapa" lanjut Zulkarnain menatap sinis kearah istrinya
__ADS_1
" kamu keterlaluan papi sedikit saja tolong hargai perasaan saya" sambung Melati langsung jalan meninggalkan suami nya dengan air mata yang tanpa diundang terusan saja mengalir
Zulkarnain yang melihat istrinya nangis sambil pergi begitu saja, membuat nya tidak peduli sama sekali, Zulkarnain langsung melanjutkan langkahnya kedalam kamar mandi