
Zulkarnain yang melihat Niki dan Wisnu jalan langsung merasa sedih, begitu banyaknya waktu yang terbuang sia sia sampai tidak tahu makanan kesukaan anaknya dan hobi anaknya selain belajar
Rika yang melihat calon suaminya murung langsung pegang pundak Zulkarnain
" kenapa sedih seperti itu sayang" tanya Rika lembut
" saya merasa sedih saja karena banyak hal yang tidak saya tahu kesukaan dan hobi anak sendiri dan iri sama Wisnu yang serba tahu tentang Niki " ucap Zulkarnain yang melihat Rika
" jangan menyesal seperti itu sayang lagian kan kamu tidak tahu kalo saya hamil wajar kok lagian kan kamu pergi juga selama umur Niki jadi jangan menyesal seperti ini" lanjut Rika yang paham sama yang dirasakannya Zulkarnain
" sekarang jangan menyesal karena masa lalu tapi sekarang fikirkan masa depan kita bertiga sayang' lanjut Rika yang langsung memeluk calon suaminya
setelah puas jalan jalan akhirnya wisnu, Niki, Rika dan Zulkarnain jalan untuk pulang ke apartemen, Zulkarnain yang melihat hasil lukisan anaknya langsung tersenyum ternyata anaknya punya bakat melukis juga
" apa kamu besarnya mau jadi pelukis sayang" ucap Zulkarnain. melihat Niki
__ADS_1
" tidak ayah itu cuman hobi saja kok, saya mau seperti ayah jadi wanita karir yang hebat" ucap Niki langsung meluk ayahnya
' itu artinya kamu harus lebih semangat belajarnya supaya bisa wujudkan impian kamu" lanjut Zulkarnain senang sama cita cita anaknya
" beres ayah" lanjut Niki senang
setibanya di apartemen betapa kagetnya Zulkarnain melihat didepan pintu kamar sudah ada istrinya sedang duduk di bangku sambil baca buku
Niki, Rika, dan Wisnu yang baru pertama kali melihat Melati sudah ditebak kalo itu adalah istrinya Zulkarnain
" dari kapan mami sampai disini, kenapa tidak langsung masuk saja" tanya Zulkarnain yang sejujurnya belum siap kalo Melati harus ketemu sama keluarga kecilnya
setibanya di ruang tamu mendadak semuanya diam dengan fikirannya masing masing, Zulkarnain yang bingung bagaimana harus bersikap dihadapan istri dan selingkuhan nya, sedangkan Rika yang melihat Melati dari ujung kepala ke ujung kaki merasa kasihan sama nasip pernikahannya, sedangkan Melati melakukan hal yang sama melihat Rika dari ujung kepala sampai ujung kaki apa yang dilihat suaminya sampai betah bertahun tahun selingkuh sama perempuan seperti Rika perempuan malam yang penggoda suami orang
Wisnu yang melihat Zulkarnain, Rika,dan Melati yang diam saja setelah duduk di kursi langsung basa basi membahas tes masuk sekolah Niki demi memecahkan kesunyian
__ADS_1
' translator Niki datang jam berapa yah Zul" ucap Wisnu yang melihat Zulkarnain
" sebentar lagi sih, dia yang kasih soal tes awal yang akan dikasih hasilnya ke Dubes nanti soal kelanjutan pengajuan pendidikan Niki di luar negeri" ucap Zulkarnain sedikit gugup
" yah sudah ayah Zulkarnain dan ayah Wisnu yuk kita lanjut belajar sebelum tes dimulai' ajak Niki yang tidak suka suasana mendadak kaku seperti ini
" baiklah, kalian kita tinggal dulu yah" lanjut Zulkarnain Langsung melihat Melati dan Rika sejujurnya bingung harus ngomong apa sama mereka saat ini
setelah Niki, Zulkarnain,dan Wisnu pergi Melati dan Rika masih diam sibuk sama fikirannya masing masing
Melati yang sadar kesini karena mau bantuin Niki belajar akhirnya angkat bicara supaya tidak terlalu lama diam seperti ini
" terimakasih sudah memberikan keturunan buat suami saya, Niki anak yang cerdas saya yakin dia bisa membanggakan suami saya" ucap Melati yang bingung mau bahas apa
" sama sama mba, maafkan saya jadi selingkuhan suami mba, sejujurnya suami mba yang datang ke klub dan ketemu sama saya bukan saya menggoda suami mba. mungkin mba berfikir saya merayu suami mba tapi kenyataannya suami mba yang mencari pelambiasan kekesalannya" ucap Rika yang bingung harus bicara apa diawal ketemu istrinya Zulkarnain
__ADS_1
kalo diliat dan didengar dari Zulkarnain saat mabuk, istrinya sempurna cantik, baik, tutur katanya bisa dijaga, rajin ibadah,pintar dalam segala hal dan bisa masak, sayang nya Zulkarnain jadi hancur karena istrinya berbohong kenyataannya tidak bisa hamil karena penyakit kanker rahim yang diderita nya
selama ini Zulkarnain sesuka hati istrinya tidak pernah marah berlebihan dan tidak boros sebenernya Zulkarnain sangat mencintai istrinya tapi kini ada rasa benci tapi tidak mau menceraikan istrinya karena masih ada rasa sayang yang dimiliki walaupun cuma sedikit