
setelah acara lamaran pernikahan Wisnu, Gita, Rika dan Niki kembali ke rumahnya bersantai bersama menikmati cemilan yang tadi dibuat Niki dan Rika, Niki memikirkan cara supaya bisa punya usaha sendiri saat pulang ke Indonesia sebuah bisnis besar yang tidak akan di hina sama orang orang sombong dan menjijikkan dimata Niki, diam diam Niki ke kamarnya dan melihat tabungan miliknya tabungan dulu yang diperoleh dari tempat hiburan dan tabungan pemberian Zulkarnain, selama sekolah Niki selalu berusaha hemat walaupun yang dikasih Zulkarnain lebih dari cukup setiap bulannya tidak pernah Niki pakai berfoya foya karena waktunya lebih banyak tersita buat belajar tiga kelas sekaligus dalam sehari
" Alhamdulillah tabungan ternyata lebih dari. yang di bayangkan cukup lah buat buka bisnis besar pas pulang ke Indonesia, ada kesempatan liburan langsung dijalankan idenya" ucapan Niki bangga karena mampu berhemat mungkin karena Gita hobi masak dan Zulkarnain memang memberikan biaya khusus untuk kebutuhan makan sehari hari Wisnu, Gita,dan Niki
Rika yang sudah selesai ngobrol sama Gita dan Wisnu masuk kedalam kamar, Niki yang tahu pintu dibuka secepat mungkin menyembunyikan buku rekeningnya setiap bulan Niki rajin mengecek uang yang ada tanpa sepengetahuan Gita dan Wisnu
" bunda cape yah" ucap Niki saat Rika masuk kedalam kamar
" lumayan sayang tapi tidak masalah kok setiap lamaran pernikahan pasti cape seperti ini" ucap Rika sambil duduk di ranjang
__ADS_1
" pernikahan bunda tidak ada lamaran sama sekali bahkan pernikahan cuman ijab kabul di rumah dan makan makan cuman kita kita saja nenek dan kakek bener bener jahat sama bunda" lanjut Niki benci sama kelakuan orang tuanya Zulkarnain dan melati
" ya salah bunda sayang mau ijab kabul eh ngisi lagi ya wajar mereka murka jadi jangan di fikirkan yah" lanjut Rika memeluk anaknya
" bunda apa kita tinggalkan ayah Zulkarnain saja yah hidup bareng Abi dan ummi, kehidupan di sana tidak sehat bunda penuh dengan kebencian dan kesombongan" ide Niki dianggap ngelantur
" sesusah apapun pernikahan harus dijalankan sayang, ayah kerja diluar negeri selama tujuh belas tahun tapi mami masih setia sama ayah sampai sekarang kan, masa bunda tidak bisa sayang walaupun dengan cobaan yang berbeda" lanjut Rika melihat wajah anaknya
dilain sisi, Bratama, Zulkarnain, melati,dan orang tuanya Zulkarnain menikmati makan malam bersama di restoran Jepang. rasanya sudah lama sekali tidak merasakan makan malam bersama keegoisan yang membuat hubungan anak dan orang tua renggang, Zulkarnain yang males ketemu sama orang tuanya sedangkan orang tuanya males ngajak Zulkarnain selama ada Rika perempuan yang dianggap kotor dan busuk di mata keluarga besar
__ADS_1
" ayah harap kita akan begini terus keluarga kita kembali rukun seperti dulu lagi" ucap ayahnya Zulkarnain bahagia
" iyah ayah Zulkarnain juga ingin seperti ini terus keluarga kita rasanya kurang lengkap tidak ada bunda dan Niki ditengah tengah keluarga kita makan malam sama dua istri yang dicintai sangat menyenangkan bareng kakek dan nenek" ucap Zulkarnain mengkhayal
" Cih... jangan harap kami akan ketemu kalian saat ada Rika kami tidak sudi sama sekali ketemu sama perempuan kotor itu apa lagi anak haram nauzubillah deh Zulkarnain" hina mamahnya Zulkarnain penuh amarah
" astaghfirullah sombong sekali tante memandang orang lain selalu rendah" protes Bratama kesal
" memang dia sangat rendah Bratama di siram pakai bunga apapun bau busuknya tidak akan pernah hilang selamanya" ledek ayahnya Zulkarnain
__ADS_1
Zulkarnain yang sudah emosi istrinya dihina abis abisan tangannya di tahan sama melati dan melati selalu berbisik sabar membuat Zulkarnain nahan amarah besarnya acara makan malam yang buruk fikir Zulkarnain