
"Kak Henry? Apa yang Kak Henry lihat?" Tanya Tiara dengan penasaran, lalu segera tatapannya menuju ke arah seseorang yang Henry lihat.
Ya, Tiara juga melihat disana ada seseorang yang sepertinya di perkenalkan sebagai Istri Henry sebelumnya?
Kalau tidak salah, namanya Anya?
Lalu, kenapa wanita itu saat ini sedang bersama dengan Pria lain?
Lihat betapa akrabnya mereka.
Sayangnya, wajah Pria itu tidak bisa mereka lihat karena menghadap ke arah lain hanya wajah Anya yang terlihat.
Namun melihat dari arah belakang, itu sepertinya seorang Pria muda, setidaknya cukup seumuran dengan mereka.
Tiara lalu segera menahan kearah Henry, yang saat ini jelas menunjukkan ekspresi yang tidak senang.
Tiara yang melihat ekpersi kemarahan itu, jelas saja tidak membuang kesempatan ini untuk tambah memanas-manasinya.
"Astaga, Bukankah itu Istri Kakak? Kenapa dia bersama dengan Pria lain?"
Henry masih tenggelam dalam emosinya, dan pikirannya sendiri.
Namun begitu dirinya memikirkan soal, bahwa Anya itu adalah wanitanya, miliknya, Henry merasa pikirannya ini menjadi salah.
Sial, kenapa dirinya bisa mengagap Anya seperti itu?
Hal ini jelas sekali salah!!
Tidak!
Pikirannya menjadi semakin tidak benar sekarang.
Ini jelas pasti hanya karena dirinya marah saja, melihat Anya bersama dengan Pria lain.
Namun kenapa dirinya marah?
Mereka berdua sebenarnya hanya menikah di atas kertas...
Namun kenapa dirinya marah melihat Anya bersama dengan Pria lainnya?
Ini benar-benar tidak masuk akal!
Tidak.
Ini sebenarnya perasaan yang cukup masuk akal, mungkin karena dirinya merasa mainan barunya baru saja di pakai orang lain?
Ya, itu benar ini hanya perasaan kesal semacam itu jadi wajar jika dirinya.
"Kak Henry?"
Mendengar suara Tiada, Henry akhirnya kembali dari lamunannya itu.
"Hah, memang kurang ajar itu Anya di belakangku! Beraninya dia sampai bersama Pria lain seperti itu!"
"Benar, Kak Henry lagi pula Kenapa bisa Kakak menikah dengan wanita seperti dia sih? Lihat sekarang dia malah sangat asik dengan Pria lainnya,"
"Kamu sendiri juga tahu aku juga terpaksa harus menikah dengan Anya sialan itu. Awalnya yang Aku inginkan adalah adik dari gadis itu, namun dia dan Keluarganya menggunakan trik licik untuk menipuku, dan pada akhirnya Aku harus menikahi wanita Tua itu demi menjaga janjiku, sialan! Jika aku memikirkan soal hal ini aku menjadi sangat marah!"
Tiara jelas baru pertama kali mendengar soal ini.
Ya, dirinya memang tahu sebelumnya jika Pernikahan Hanry tidak lebih dari sebuah kontak, namun dirinya tidak mengira ada cerita di balik itu.
Adik dari Anya sialan itu!
__ADS_1
Siapa lagi dia?
Astaga, kenapa pula Henry bisa tertarik pada sesuatu seperti adik wanita sialan itu?
Jelas jika Kakaknya sudah tidak tahu malu seperti Anya itu, dirinya yakin adiknya itu tidak jauh berbeda, sama-sama wanita murahan!
"Kakak di Tipu?"
"sudahlah aku tidak ingin lagi membicarakan soal hal konyol itu. sekarang lebih penting adalah untuk datang kepada mereka berdua yang menangkap basah mereka!"
Henry terlihat emosi segera berniat untuk menuju ke meja Anya namun segera di cegah oleh Tiara.
"Kak Henry tidak perlu repot-repot kesana, jika Kak Henry kesana, bisa jadi nanti Istri Kakak itu, malah menjadi salah paham dan menganggap dirinya berharga karena Kakak cemburu, Kakak tentunya tidak cemburu bukan?"
Henry yang mendengar itu menjadi terdiam.
Dirinya?
Cemburu?
Karena wanita itu?
Hah?
Mana mungkin ha semacam itu ada dirinya bahkan tidak memiliki perasaan sedikitpun padanya, jadi untuk alasan apa dirinya cemburu?
Dirinya hanya merasa marah karena melihat maninanya itu bersama dengan orang lain!
Tidak lebih dan tidak kurang.
Henry jelas meyakinkan dirinya sendiri soal itu.
Lalu segera berkata dengan penuh keyakinan,
"Maka dari itu, Kakak tidak perlu untuk ke sana benar-benar buang-buang tenaga,"
"Namun aku tidak bisa membiarkan dia bermain-main seperti itu,"
"Nanti Kakak urus saja setelah sampai di Rumah, bagaimana jika mengambil foto atau sesuatu? Jadi nanti Kakak bisa menghukumnya ketika berada di rumah, jelas dia bisa melakukan hal seenaknya bukan?"
Ketika Tiara mengatakan itu, jelas Tiara merasa senang, setidaknya dengan ini hubungan mereka akan menjadi buruk, dan paling dirinya takutkan jika Henry jatuh cinta pada Istrinya itu menjadi semakin kecil.
Akan sangat baik jika Henry ini semakin membenci Istrinya itu!
Sehingga mereka akan lebih cepat bercerai.
Lalu dirinya yang akan menggantikan tempat itu, sebagai Istri Henry Achilles, dan Nyonya Keluarga Achilles.
Henry segera mengeluarkan ponselnya begitu pula Tiara, mungkin hal hal ini akan berguna suatu saat nanti.
Setelah mengambil beberapa foto, Tiara segera mengajak Herny untuk pergi dari sana memilih restoran lain atau tempat lain untuk mereka berdua bisa bersantai.
Namun jelas, ketika Henry bersama dengan Tiara, pikirannya menjadi tidak fokus.
Dirinya memikirkan tentang apa yang Anya lakukan dengan Pria itu.
Dan sebenarnya apa hubungan mereka berdua?
Apakah itu Kekasih Anya atau sesuatu?
Kenapa mereka terlihat sangat akrab semacam itu?
Semakin Henry memikirkannya, hatinya menjadi semakin panas dan kemarahan yang sangat jelas.
__ADS_1
Henry tidak tidak mengerti kenapa.
Lalu segera sebuah pesan tiba di ponsel Henry, ini pesan yang sudah Henry nantikan dari tadi.
Dirinya bertanya langsung soal apa yang Anya lakukan.
Namun, jawaban dari pesan itu...
'Aku baru saja mengurus soal Kontrak soal Brandku,'
Henry entah kenapa merasa sedikit lega, mungkin tadi pertemuan Anya dengan Klaien Perusahaan atau sesuatu?
Namun segera, ketika Henry bertanya dimana mereka rapat Anya menjawab,
'Kami rapat di gedung perusahaan mereka tentu saja,'
Henry: Lalu kamu kemana?
Anya: Tidak kemana-mana, hanya melanjutkan pekerjaan dan beberapa hal lainnya.
Mendengar balasan itu, Henry rasanya ingin membanting ponsel karena begitu marah!
Berani-beraninya dia berbohong seperti itu!
Benar-benar sialan!
Tiara jelas melihat berbagai macam perubahan ekspresi dari pria yang ada di hadapannya itu.
Yang jelas sekali, dari tadi tidak fokus ketika mendengarkan dirinya bercerita.
Apakah Pria itu masih memikirkan soal wanita siaran itu?
Jelas, Tiara tidak bisa membiarkan hal semacam itu terjadi!
"Kak Henry, bagaimana jika kita lanjutkan untuk bertemu dengan teman-teman lainnya? Aku dengar, ada sebuah Pesta di salah satu tempat teman Kak Hanzel, kenapa tidak bisa ke sana saja?"
Henry akhirnya tersadar lamunan itu, hanya mengiyakannya saja.
Yah, sebaiknya hari ini bolos kerja tidak apa-apa?
Lagipula memang pekerjaannya hari ini sudah selesai semua laporan sudah dirinya periksa.
Hanya musti menunggu nanti untuk balasan dari Klaien.
Apalagi saat ini suasana hatinya sedang buruk jelas aja tidak memiliki mood untuk bekerja.
"Baiklah tidak apa-apa mari kita berpesta Aku benar-benar sangat suntuk,"
####
Di sisi lainnya, Anya saat ini sudah kembali ke Butiknya, lagipula makan siang tadi, hanya sebentar saja, untuk sekedar menjaga hubungan, dan mengobrol tentang beberapa hal.
Anya sendiri awalnya cukup kaget, ketika tiba-tiba Henry mulai bertanya padanya soal kegiatannya.
Dirinya memang menjawab dengan jujur, menjawab seadanya soal pertemuan dengan perwakilan perusahaan itu.
Dirinya hanya sedikit berbohong soal dirinya langsung kembali, yah..
Karena dirinya sedikit terlalu malas jika harus menjelaskan dengan siapa dirinya pergi.
Karena itu mungkin akan membawa sebuah masalah.
Apa yang harus dirinya katakan jika dirinya bertemu dengan CEO Perusahaan musuh?
__ADS_1