Istri Mainan Sang Tuan Muda

Istri Mainan Sang Tuan Muda
Episode 52: Mengejar Cinta


__ADS_3

Hari-hari segera berlalu dalam sekejap, Henry sudah memutuskan untuk tidak mengungkit-ngungkit atau membahas soal masalah kebocoran data perusahaan itu kepada Anya.


Dirinya masih marah pada Anya, namun tidak ada hal yang bisa Henry lakukan soal kemarahannya, dirinya harus bisa menahan diri dan lebih sabar.


Terutama, ini demi bisa mendapatkan hati Anya.


Setelah semua, Henry menyadari masalah pokok tentang semua ini.


Anya ingin bercerai dengannya, Karena Wanita itu tidak memiliki perasaan sedikitpun padanya dan mungkin dalam hatinya memiliki beberapa kebencian pada dirinya.


Hanry mulai memikirkan dan menyadari tindakannya selama ini dimulai tentang dirinya yang merusak Perusahaan Ayah Anya hingga hampir bangkut itu, lalu mengancam adik Anya, Sherly, juga tentang Pernikahan dirinya dan Anya yang terpaksa.


Lalu, Henry teringat tentang dirinya yang memaksakan berhubungan dengan Anya, lalu dirinya yang Bahkan sempat untuk menyuruh Anya tidur dilantai.


Dirinya yang pernah mempermalukan Anya di depan teman-temannya.


Anya selama ini mendapatkan perlakuan yang buruk dari dirinya mungkin sedikit wajar jika wanita itu memiliki beberapa dendam padanya, hingga melakukan hal-hal semacam itu.


Itulah alasan kenapa Henry tidak boleh marah.


Ya, selama seminggu ini, Henry sudah membuat keputusan untuk mencoba meluluhkan dan mendapatkan hati Anya.


Sebenarnya, Henry tidak pernah mengejar seorang wanita sebelumnya ini adalah pertama kalinya dirinya ingin mendapatkan hati seorang wanita.


Jadi rasanya aneh untuk mencoba mengejarnya seperti itu.


Dan Herny terutama, tidak tahu bagaimana caranya untuk mengejar seseorang jadi dirinya mulai meminta nasihat kepada teman sekaligus Asistennya itu,


"Jadi Isacc, Apakah kamu pernah mengejar cinta seorang gadis?"


Isacc yang saat ini duduk di meja Asisten itu, yang tiba-tiba ditanya pertanyaan ajak oleh bosnya itu jelas merasa heran,


"Kenapa Tuan Muda bertanya semacam itu tiba-tiba?"


"Kamu cukup jawab pernah atau tidak,"


Isacc yang ditanya itu segera terdiam dan berkata,


"Tidak pernah,"


Jawaban itu sangat datar, membuat Henry segera menunjukkan ekspresi kecewanya.


Sudah dirinya juga jika asistennya ini memang tidak memiliki pengalaman soal wanita, dan lagi kenapa dirinya mesti bertanya pula padanya?


Hanya saja, sebelumnya Isacc yang sudah mengatur soal cerita cinta konyol antara dirinya dan Anya dalam dokumen sebelumnya, jadi dirinya pikir asistennya ini setidaknya memiliki beberapa pengalaman soal cinta.


"Jadi, kalau begitu Apakah kamu pernah berkencan sebelumnya?"


Isacc yang ditanya itu segera menggelengkan kepalanya.


"Tidak pernah,"


Hanry sekali lagi memiliki ekspresi yang bertambah buruk.


Jawaban ini sebenarnya sudah cukup Henry duga, namun mau bagaimana lagi?


Tidak banyak teman, yang bisa dirinya ajak curhat soal hal-hal semacam ini.


Dirinya jelas tidak bisa bertanya pada teman-temannya yang lain, karena tidak begitu dekat, dan lagi cukup gengsi untuk bertanya pada teman-temannya yang sudah menikah.


Teman baiknya hanya Isacc dan Hazel, dua-duanya sama-sama jomblo semua.


Lupakan bertanya pada Hazel, dia sama Playboynya seperti dirinya, Dia mungkin memiliki banyak pengalaman berurusan dengan wanita, bahkan mungkin pernah mengejar beberapa wanita namun Henry terlalu malas bertanya padanya, nanti Hanzel malah jadi banyak bertanya padanya soal Siapa wanita yang ingin dirinya kejar.


Hanzel pasti akan menertawakan dirinya jika tahu, hah apalagi Henry ingat soal kata-katanya pada Hanzel sebelumnya, bahwa dirinya tidak mungkin jauh hati pada Anya.


Rasanya sangat memalukan untuk menjilat ludahnya sendiri.


Apalagi, saat ini dirinya baru sedang melakukan proses pengejaran, belum mendapatkan hati Anya, ini jelas bisa menjadi bahan ledekan Hanzel selama sebulan.


Lebih baik untuk tidak bertanya padanya pula.


Lalu, memang hanya Isacc yang tersisa, untuk di tanyain, namun seperti yang terlihat temannya yang ini sama sekali tidak memiliki pengalaman dan bahkan lebih buruk daripada dirinya.


"Hah, lalu dari mana kamu bisa mengarag cerita cinta kencan antara Aku dan Anya itu?"


Isacc lalu segera membuka lagi mejanya dan mengeluarkan beberapa buku dari sana.


"Aku mendapatkan beberapa bahan dari Buku-buku Novel, Bukankah itu sudah jelas? Aku hanya menuliskan hal-hal yang ada seperti di dalam sebuah Novel Romantis,"


Henry menata beberapa kumpulan buku dengan sampul warna-warni yang ada di hadapannya itu lalu Mulai mengambil salah satu bukunya dan membaca judulnya,


'My Posesif Bos'


Lalu mulai melihat judul-judul yang lain,

__ADS_1


'Tuan CEO yang Tampan dan Menggairahkan,'


'Sekertaris Kesayangan Tuan CEO,'


Dan banyak judul-judul lainnya, yang membuat Henry menjadi cukup syok ketika membacanya.


"Kamu... Kamu membaca buku-buku semacam ini?"


Isacc masih menunjukkan wajah datar tanpa ekspresinya itu dan berkata,


"Aku hanya meminjam beberapa Buku milik adikku sebagai Referensi,"


Henry lalu ingat, jika Isacc memiliki adik kandung Perempuan yang sepupuh tahun lebih muda, harusnya seumuran 20an?


Apakah bacaan gadis muda sekarang semacam ini?


"Hah, ternyata percuma saja mencoba mencari informasi soal hal romantis padamu, dan dari mana sebuah buku bisa dijadikan referensi?"


"Tuan Muda, Coba anda baca dulu saja bukunya, mungkin saja nanti di dalamnya Anda menemukan beberapa referensi untuk hal-hal yang ingin atau yang membuat Anda penasaran,"


Henry akhirnya memutuskan untuk mengambil buku-buku itu, merasa sepertinya tidak memiliki pilihan.


"Tuan Muda juga bisa membaca dan mencari buku semacam itu secara online," kata Isacc lagi.


"Aku juga tahu soal hal itu sudahlah jangan bahas-bahas lagi,"


Henry jelas segera kembali ke tempat duduknya setelah membawa beberapa buku dari meja Isacc.


Setidaknya dirinya memiliki beberapa referensi dari buku daripada tidak sama sekali.


Kemudian, Henry benar-benar tengelam dalam buku-buku itu, setelah melihat ada berbagai hal menarik disana, yang bisa di jadikan bahan untuk mencoba mendekati Anya dan menggambil hatinya.


Sampai sore tiba, Henry mampir dulu ke Toko Bunga dan membeli Buket Bunga Mawar Merah.


Dalam buku itu dikatakan jika Mawar Merah menyimbolkan cinta yang mengairahkan.


Emm...


Tunggu...


Apakah ini jadi terlihat seperti sebuah pengakuan?


"Pak tidak jadi saja Buket Mawar Merahnya. Jadi, emm..."


Henry kemudian memiliki sebuah ide yang bagus.


Henry lalu menatap beberapa bunga disana, dan akhirnya memilih untuk mengambil pohon bunga mawar merah muda yang terlihat sangat indah.


Sepertinya tidak apa-apa jika memberi tanaman seperti ini?


"Yang ini saja Pak,"


Henry lalu menunggu pohon itu di bungkus, sambil mulai menatap kearah ponselnya.


Henry tentu tidak tahu hal-hal yang Anya suka, jadi Henry bertanya langsung pada orangnya, melalui pesan, misalnya hal-hal manis yang ingin Anya makan, atau Anya sukai.


'Chesscake Stroberry?'


Henry Tentu saja tidak begitu tahu soal cafe-cafe yang menjual makanan enak semacam itu, karena dirinya tidak begitu suka.


Jadi Henry pada akhirnya bertanya pada Hanzel secara spontan, namun bukannya dapat balasan pesan itu malah dapat telepon langsung,


'Hay, Apakah kamu ingin membelikannya untuk Istrimu?'


Ada nada cekikikan dari ujung telepon, membuat Hanry segera merubah ekpersinya, dan berkata,


"Itu jelas bukan urusanmu kamu cukup jawab saja Apa susahnya?"


'Astaga, Kenapa kamu begitu ketus begitu padaku? Bukankah kamu minta tolong padaku?'


Henry merasa tidak sabar dan ingin membentak temannya itu namun berusaha untuk tetap sabar dan berkata,


"Tuan Muda Hazel, dimana letak Cafe yang menjual Chasee Cake Stroberry yang enak?"


'Wow, kamu benar-benar menjadi patuh, Apakah kamu sedang kesurupan atau sesuatu?'


"Diam! Brengsek! Cepat jawab saja! Kamu ini makin kurang ajar!"


'Baik-baik, di Cafe L' Oriel di Jalan Y. Tapi sungguh, kenapa kamu tiba-tiba bertanya seperti itu?'


Henry yang sudah mengingat nama cafe yang diberitahukan oleh temannya itu jelas langsung mematikan telepon tanpa menjawab pertanyaan Hanzel.


Henry sudah menduga bahwa temannya itu pasti akan meledeknya.


Hah, namun begitu ponsel dimatikan, segera ada boombastis terror telepon dari Hanzel.

__ADS_1


Hanzel orangnya memang kepo, jadi melihat sikap aneh dari sahabatnya Henry itu, dia jadi sangat ingin tahu.


Mendengar teleponnya berbunyi terus-menerus itu membuat dirinya sangat kesal dan akhirnya segera di angkat,


"Diam brengsek! Jangan meneleponku! Atau Aku blokir!"


'Henry, kenapa kamu jadi sensitif sih? Kan Aku hanya ingin tahu saja, Kenapa kamu marah-marah seperti itu,'


"Sudah Aku bilang jangan banyak tanya!"


'Henry, habis kamu tiba-tiba bersikap aneh, bagaimana Aku tidak jadi kepo?"


Henry yang merasa kesal itu akhirnya memberikan jawaban,


"Ya, untuk Istriku,"


Lalu ada nada tertawa dari ujung sana, Henry yang mendengar itu jelas merasa sangat malu.


Akhhh....


"Diamlah!"


'Baik, Tuan Muda Henry Achilles, Aku mencium bau-bau cinta... Ahh~ Aku sudah merasakannya sejak kamu bilang ingin memiliki anak dengan Istrimu itu, Astaga, Tuan Muda Henry Achilles sedang jatuh cinta!!'


Henry lalu segera mematikan teleponnya itu, benar-benar malas menghadapi Hanzel, namun sekarang hanya ada pesan dari sahabatnya itu, yang berbunyi,


'Jika kamu ingin mengambil hati seorang wanita, cukup bersikap ramah dan baik padanya, tunjukkan perhatianmu, perlakukan dia seperti Ratu, selamat mencoba, ini adalah nasehat dari yang berpengalaman,'


Henry yang membaca pesan itu, jelas langsung membalas,


'Di katakan oleh orang yang masih jomblo?'


Ya, Henry juga tahu Hanzel bukannya tidak laku, namun temannya itu terlalu pemilih, entah apa kriterianya itu, yang belum ketemu.


Ada balasan pesan panjang dengan kemarahan, namun Henry tidak membalasnya.


Hanya langsung membawa pohon di pot itu, ke mobil, lalu menuju ke Cafe yang di rekomendasikan Hazel.


Henry, segera memesan kue yang Anya suka.


Memperlakukan Anya seperti Ratu ya?


Tidak...


Ini..


Ini jelas terlalu berlebih-lebihan?


Namun pada akhirnya, ketika Henry sampai di Rumah, dan bertemu Anya, Henry segera memberikan hadiah-hadiahnya itu pada Anya, dan bahkan membiarkan Anya duduk di meja makan dan memasak untuk Anya.


Anya yang tiba-tiba mendapatkan hadiah pot bunga mawar itu, jadi heran.


Dan lagi, dengan perubahan sikap Tuan Muda itu, yang bahkan lebih mengherankan dan lebih aneh dari sebelumnya.


"Anya, kamu duduk saja di meja makan, nanti akan Aku siapkan Kue nya untuk kamu makan dulu, sambil menunggu makan malam,"


Anya hanya segera menurut, dan duduk di meja makan, kemudian Henry datang dengan nampan berisi minum teh dan Kue kesukaannya itu.


"Kebetulan, ini adalah rekomendasi dari temanku ini katanya cukup enak, semoga kamu menyukainya,"


Henry yang sudah memakai celemeknya itu, mulai meletakan hal-hal itu di meja dengan ramah.


"Terimakasih,"


Anya jujur dari tadi masih sangat kaget dengan perubahan sikap ini..


"Jika kamu butuh sesuatu, kamu panggil saja, Aku," kata Henry sambil tersenyum.


Tuan Muda itu memang cukup baik padanya akhir-akhir ini...


Hanya...


Sekarang terlalu berlebihan, sampai melayaninya makan seperti ini?


Anya menjadi binggung sendiri, namun entah kenapa dirinya benar-benar merasa sangat senang diperlakukan seperti ini.


Anya tahu, Tuan Muda itu sangat tampan, tidak perlu di ragukan lagi, dan jika sikapnya begitu baik seperti ini, wanita mana yang tidak akan jatuh hati padanya?


Ini membuat Anya bertanya-tanya, kira-kira berapa banyak wanita yang sudah dia goda dengan trik semacam ini?


Hah.


Anya tiba-tiba entah kenapa merasa kecewa, bahwa dirinya bukan satu-satunya....


Tunggu, kenapa dirinya ingin menjadi satu-satunya?

__ADS_1


__ADS_2