Istri Mainan Sang Tuan Muda

Istri Mainan Sang Tuan Muda
Episode 37: Mulai Terbiasa


__ADS_3

Anya yang baru saja keluar dari kamar mandi Tentu saja tidak curiga dengan apa yang barusan adiknya lakukan.


"Kak Anya sudah selesai? Mari kita segera makan saja takut-takut nanti malah dingin,"


"Tentu saja," kata Anya segera duduk di tempat duduk itu dan mulai merasakan dan mencicipi masakan yang baru saja mereka buat.


Rasanya tidak buruk, dirinya Sudah cukup belajar dari sesi pagi ini, setelah ini dirinya akan mencoba resep masakan lainnya dari Sherly.


Hari ini dirinya benar-benar akan meminta bantuan adiknya secara full, namun Apakah tidak apa-apa untuk merepotkannya seperti ini?


Mungkin setelah ini dirinya harus memberikan adiknya itu sebuah hadiah.


"Sherly, aku benar-benar sangat berterima kasih padamu karena kamu mau membantuku belajar memasak,"


"Kakak tidak perlu berterima kasih seperti itu, ku juga sudah sangat senang untuk bisa membantumu,"


"Aku juga benar-benar sangat senang memiliki adik yang baik sepertimu,"


Kata-kata Anya begitu tulus, membuat Sherly entah kenapa merasa sedikit bersalah hal-hal yang barusan dirinya lakukan.


Apakah benar tidak apa-apa dirinya mengambil langkah ini?


"Kakak terlalu berlebih-lebihan. Aku hanya merasa heran, kenapa kakak terlihat sangat serius ketika belajar memasak?"


"Ah, aku hanya melakukan hal-hal yang harus aku lakukan,"


"Emm, apakah Suami Kakak yang memaksa Kakak untuk memasak?"


Anya ketika ditanya itu menjadi terdiam.


Ya, piringan memang belakangan ini sangat senang dan antusias untuk memasak, ini bukan karena sebuah paksaan walaupun awalnya adalah sebuah paksaan.


Bagaimana cara membicarakannya ya...


Sejak Herny memasak makannya malam itu, walaupun itu tidak benar-benar dipuji dengan layak namun dirinya merasa sangat senang, ya senang karena ada seseorang yang menghargai masakan yang dirinya buat.


Perasaan itu terasa sangat hangat ketika melihat Henry mau makan masakannya.


Yah, walaupun Tuan Muda itu masih sedikit menyebalkan, dan sikapnya selalu tidak bisa ditebak, namun di rumah yakin jika Tuan Muda itu setidaknya bukan orang jahat.


Dirinya cukup menikmati juga saat memasak untuk Tuan Muda itu.


Dirinya juga merasa tindakannya ini sedikit aneh.


Apakah mungkin karena dirinya selama ini terbiasa sendiri?


Jadi, mungkin ketika tinggal bersama seseorang, perasaannya dan hari-harinya yang sepi mulai terisi sedikit demi sedikit?


Hah, karena dirinya terlalu kesepian selama ini jadi dengan sedikit kehangatan hatinya bener-bener sudah meleleh?


Perasaan semacam ini jelas tidak boleh dibiarkan, terlebih pada Tuan Muda itu.


Yang entah kapan akan bisa meninggalkan dirinya sesuka hatinya.


Lihat saja tentang bagaimana dia masih bermain-main dengan wanita di luar sana.


Seperti kejadian tempo hari, ketika Herny pulang ke Apartemen, dirinya jelas merasakan parfum dari seorang wanita di tubuh Tuan Muda itu.


Dan jika memikirkan bahwa dirinya ternyata berbagai ranjang dengan wanita lain, ini cukup mengesalkan.


Anya tidak pernah memikirkan kemungkinan-kemungkinan ini sebelumnya


Sherly yang melihat kakaknya dian itu jelas merasa tidak senang.

__ADS_1


Jadi benar?


Kakaknya di paksa juga untuk memasak?


Apakah Kakaknya diberikan semacam ancaman juga oleh Tuan Muda itu?


Semakin memikirkannya, Sherly merasa bahwa mungkin keputusan yang dirinya buat benar.


"Kak Anya?"


Anya yang mendengar itu segera tersadar dari namunannya dan berkata,


"Sebenarnya, memasak juga hal yang cukup menyenangkan jika memiliki seseorang yang akan memakan makan buatanku,"


Ya, Anya hanya mengatakan kata-kata itu tiba-tiba dari hatinya.


Hah, Anya tidak bisa menolak perasaan ini, dan inilah kejujuran dari dirinya.


Sejujurnya, dirinya cukup menikmati tinggal di apartemen ini, cukup senang memasak untuk Tuan Muda itu...


Terlalu pusing jika memikirkan soal perasaan.


"Sudahlah, mari kita segera selesaikan makanannya, lalu kita bisa mencoba resep masakan berikutnya,"


Berikutnya, tidak ada yang benar-benar terjadi, Sherly hanya mengajari Anya memasak, dan Anya benar-benar terlihat sangat serius ketika belajar memasak itu, yang membuat Sherly sedikit merasa binggung dengan sikap Kakaknya itu.


Bukankan Kakaknya di paksa?


Namun kenapa kakaknya bisa terlihat sangat ceria seperti ini ketika memasak?


Sherly benar-benar tidak mengerti.


####


Karena sekarang di rumah sudah ada yang menunggunya.


Entah kenapa, perasaan gimana ada seseorang yang menampilkan dirinya ada di rumah adalah hal-hal yang cukup menyenangkan.


"Selamat datang Tuan Muda,"


Ketika memasuki Apartemen, Anya sudah menyambutnya seperti itu.


Namun ketika disambut seperti itu rasanya sedikit tidak nyaman, terutama ketika Anya menyebut dirinya Tuan Muda, seolah Anya itu adalah pelayannya.


"Jangan menyambutku atau memanggilku seperti itulah lagi,"


Anya dengar itu jelas tidak mengerti,


"Apa maksud Tuan Muda?"


"Jangan panggil aku Tuan Muda lagi,"


Mendengar itu, Anya jadi tambah binggung, kali ini Tuan Muda ini mau dipanggil apa lagi?


Tuan Muda masih terasa kurang untuknya?


"Apakah kamu ingin Aku panggil Kaisar?" Kata Anya mencoba memikirkan kira-kira panggilan yang cocok untuk Tuan Muda di depannya ini.


Henry mendengar tentang gaya baru Anya memanggilnya jelas merasa tidak senang, dan menyindir,


"Jika Aku Kaisar, lalu apakah kamu selirku?"


Anya yang mendengar pertanyaan itu segera berkaitan dengan tanpa ragu,

__ADS_1


"Ya, mungkin seperti itu,"


"Tidak Anya, jika Aku adalah Kaisar, kamu akan menjadi Permaisuri ku satu-satunya, wanita satu-satunya yang akan melahirkan Putraku, calon Putra Mahkota,"


Mendengar itu tiba-tiba, Anya menjadi terteguh, apakah ini semacam gaya permainan baru?


Melihat Anya diam, Henry segera menambahkan lagi,


"Sudahlah, kamu itu terlalu banyak berpikir dan berlebihan memanggilku seperti itu, kamu hanya cukup memanggilku dengan biasa saja, panggilan namaku,"


"Henry?"


Anya memanggil nama itu secara tiba-tiba.


Henry yang namanya dipanggil itu tersenyum senang.


"Ya, mulai sekarang kamu panggil saja namaku,"


Merasa itu bukan permintaan yang sulit, jadi Anya hanya memanggil nama itu.


Setelah beberapa percakapan, Henry pergi kekamar mandi, sedangkan Anya kamu dapur untuk menyiapkan masakan yang tadi sudah dimasak, hanya tinggal menghangatkan nya saja.


Henry yang baru selesai dan keluar dari kamar mandi gitu segera mencium aroma harum, dari seafood, yang membuatnya merasa lapar.


Sampai Henry tiba di meja makan, lalu melihat ada udang asam pedas disana.


"Ini... Ini kamu yang memasaknya?"


"Ya, aku baru saja belajar untuk membuat ini,"


Henry yang memang lapar itu, segera mencicipi masakan itu dan terlihat sangat puas.


"Hmm, cukup enak lain kali kamu bisa memaksakan ini lagi,"


"Tentu saja,"


Malam itu, adalah sebuah malam yang cukup damai untuk mereka berdua perlahan-lahan mulai terbiasa dengan keberadaan satu sama lain.


####


Disisi lainnya, Sherly yang sudah mendapatkan data-data rahasia itu, saat ini ada di sebuah restoran untuk bertemu seseorang.


"Stevan, aku sudah membawakan hal-hal yang kamu minta,"


"Benarkah itu?"


"Ya, momon kamu juga harus membantuku untuk bisa membedakan Kakakku, juga mengurusi soal hutang-hutang keluargaku," kata Sherly lagi.


"Tentu saja, aku akan mengurus semuanya. Kamu juga harus tahu, Kakek Henry juga akan merasa tidak senang jika cucunya itu ternyata malah membeli seorang wanita untuk dijadikan Istrinya, hal berikutnya akan mudah diurus, mana aku lihat data yang kamu miliki,"


Sherly segera menunjukkan pemesanan dan memberikannya kepada pria yang ada di depannya.


Stevan yang melihat data-data di ponsel itu cukup terkejut.


Dirinya tidak mengira gadis butuh yang ada di depannya itu bahkan bisa mendapatkan data sepenting ini.


Jika hal hal ini bisa dirinya berikan ada perusahaan saigan sebelum launching, hal-hal ini jelas akan sangat bisa untuk menjatuhkan Henry, dan bisa membuat Henry di tuduh melakukan plagiat desain.


Stevan yang memikirkan rencananya itu jelas merasa sangat senang.


"Ya, kata-kata ini benar-benar akan sangat berguna, terimakasih banyak Sherly,"


"Kuharap kerjasama kita berjalan dengan baik,"

__ADS_1


__ADS_2