Istri Mainan Sang Tuan Muda

Istri Mainan Sang Tuan Muda
Episode 45: Perhatian


__ADS_3

Hari-hari berlalu dalam sekejap, ini adalah hari yang baru dimana, pagi itu Anya terbangun sedikit siang.


Anya mulai membuka matanya, Hal pertama yang dirinya rasakan ketika bangun tidur adalah merasa sangat lapar.


Menatap ke arah samping tempat tidurnya, sepertinya Tuan Muda itu sudah bangun lebih dulu.


Anya sendiri, segera bersiap untuk kekamar mandi untuk cuci muka, dan setelah itu berjalan ke dapur untuk mendapatkan beberapa makanan yang bisa mengganjal perutnya.


Namun begitu dirinya keluar dari kamar itu tercium aroma harum dan terasa sedap.


Apakah ini Sup?


Anya yang memang kelaparan itu segera menuju ke arah aroma harum itu, yang ternyata berasal dari arah dapur.


Saat ini di dapur, terlihat seorang Pria baru saja mematikan kompor di dapur, dia masih mengenakan celemek, dan berniat mengambil mangkuk.


Henry yang kebetulan menyadari kedatangan Anya segera menyapanya dengan ramah.


"Owh? Kamu sudah bangun? Aku baru saja berniat untuk membangunkanmu, kamu tunggu saja di meja makan aku akan segera membawakan sarapan untukmu,"


Anya yang menatap senyuman hangat dari tuan muda itu jelas merasa tidak terbiasa dengan sikapnya yang mendadak menjadi baik hati dan ramah.


Walaupun ini sudah terjadi sejak beberapa hari lalu namun tetap saja dirinya masih belum terbiasa.


Bukan berarti Tuan Muda itu akan memasak untuknya tiap pagi hanya terkadang dia memang akan memasak atau kalau tidak sudah menyuruh pelayan di rumah datang lebih awal untuk memasak atau kalau tidak lagi mungkin membeli sarapan dari luar.


Namun memang dari semua sarapan yang sudah disiapkan oleh Tuan Muda itu, masakan Tuan Muda itulah yang paling enak.


Anya sampai sekarang masih merasa cukup takjub tentang bagaimana Tuan Muda itu bisa memasak sesuatu yang sangat enak.


Masakan yang tuan muda itu buat bukanlah sesuatu yang rumit dan cukup kompleks itu hanyalah sesuatu yang cukup sederhana namun kesederhanaan itulah yang membuat cita rasa masakan itu menjadi spektakuler.


Misalnya pagi ini sepertinya tuan muda itu baru saja memasak bubur ayam.

__ADS_1


Anya pertama mengambil minum di dapur, lalu segera menuju arah meja makan.


Dan tidak lama, sampai sarapan buatan Tuan Muda itu, sampai di meja makan tentu aja ada dua mangkuk sekarang yang ada di meja makan, Tuan Muda itu yang sudah melepaskan celemeknya, juga segera duduk di meja itu.


"Cobalah dulu,"


Anya yang mendapatkan tawaran itu hanya tersenyum dan berkata,


"Terimakasih banya,"


"Tentu saja itu bukan apa-apa, jangan lupa habiskan semua yang sudah aku siapkan tidak boleh ada yang bersifat dan jangan lupa juga kamu meminum vitamin yang sebelumnya diberikan oleh dokter,"


Anya yang menatap senyuman itu tetap saja merasa sedikit canggung, melihat perhatian seperti ini seolah-olah mereka berdua itu benar-benar adalah pasangan Suami Istri yang nyata.


Padahal sebenarnya mereka hanya menikah karena sebuah permainan yang dibuat oleh tuan muda itu.


Dan perubahan sikapnya yang tiba-tiba itu mungkin karena, dirinya yang tiba-tiba hamil.


Sebuah kehamilan yang sampai saat ini masih belum bisa Anya percaya, kedatangan calon anak mereka yang begitu tiba-tiba.


Dan yang paling membuat Anya merasa aneh adalah tentang Tuan Muda itu, yang sekarang juga mulai mengantarkan dirinya untuk pergi bekerja.


Untuk beberapa hari ini dirinya memang disuruh libur dan baru hari ini dirinya diizinkan pergi bekerja itu pun harus diantar oleh Tuan Muda itu.


Biasanya, Anya akan pergi menyetir sendiri, namun sekarang katanya tidak boleh harus diantar pasti tidaknya oleh sopir bahkan sopir sudah disiapkan untuk acara antar jemput dirinya bekerja nanti.


Hanya pagi ini saja, Tuan Muda itu akan mengantarnya.


Hal itu membuat dirinya terasa tidak nyaman karena dirinya nanti pasti akan menjadi pusat perhatian jika sudah sampai di tempat dirinya bekerja.


Para bawahannya pasti nanti akan bertanya-tanya tentang siapa orang yang mengantarnya.


Dan benar saja, sekarang ketika mereke berdua tiba di butik Anya, Henry tidak segera langsung pergi dari sana dia bahkan repot-repot memarkirkan mobilnya dan ingin masuk ke tempat Anya bekerja.

__ADS_1


Petugas keamanan disana, jelas menjadi cukup terkejut ketika tiba-tiba di tempat parkir ada sebuah mobil sport mewah, yang tidak dirinya juga adalah seseorang yang keluar dari sana ternyata adalah seorang pemuda yang sangat tampan, yang segera membukakan pintu pada seorang wanita yang ternyata adalah Bos mereka!!


Astaga, jadi itu Suami Bos mereka yang di Rumorkan itu?


Gosip soal bos mereka Yang biasanya memiliki ekspresi dingin itu yang tiba-tiba saja menikah sempat menghebohkan orang-orang sekitar satu bulan yang lalu.


Namun sampai saat ini identitas dari suami bos mereka itu belum diketahui, jadi sekarang ketika Henry mengantar Anya itu, jelas membuat kaget semua orang termasuk beberapa karyawan dan karyawati Yang juga kebetulan melewati parkiran.


Beberapa orang mulai bergosip sendiri terutama setelah melihat wajah Ibu Bos mereka yang sangat tampan dan rupawan.


Dan sekarang semua orang merasa cukup masuk akal kenapa Ibu bos mereka dari dulu itu tidak pernah membawa kekasihnya atau lelaki manapun selama ini.


Itu mungkin karena memang selera Ibu Bos mereka, ada yang di tingkat yang benar-benar berbeda.


Lihatlah, Suami yang rupawan dan sangat tampan, baik hati dan Kaya Raya itu!!


Benar-benar ada di level seorang pria idaman, Yang pastinya diinginkan oleh semua wanita.


Mungkin saja, Ibu Bos mereka sengaja menyembujikan Kekasihnya dari dulu, karena takut Pria semempesona itu diambil orang?


Dan sekarang akibatnya baru menunjukkan pasangannya ketika mereka berdua sudah resmi menjadi pasangan suami istri.


"Selamat Pagi, Bu Anya," sapa salah satu karyawan yang ada di sana menyambut kedatangan bos mereka bersama dengan Suaminya itu.


Anya membalas sapaan mereka dengan tenang, sejujurnya dirinya sedikit risih, bagaimana orang-orang saat ini mulai menatap ke arahnya.


Apalagi, saat ini Tuan Muda itu merangkul dirinya dengan cukup dekat.


Henry sendiri, saat ini sedang mengamati tempat itu merasa bahwa tempat kerja itu terlihat cukup baik dan nyaman dan tidak terlalu buruk juga, tidak terlalu memperhatikan tentang bagaimana orang-orang menatap mereka berdua.


Lagi pula secara resmi Mereka berdua adalah sepasang suami istri.


Dan ini juga menjadi saatnya untuk dirinya menegaskan pada semua orang bahwa Anya adalah Istrinya, miliknya, agar tidak ada lagi orang-orang yang memiliki pemikiran macam-macam untuk mencoba mendekati Anya.

__ADS_1


Anya yang merasa canggung itu, segera bertanya,


"Bagaimana menurutmu tempat ini?"


__ADS_2