Istri Mainan Sang Tuan Muda

Istri Mainan Sang Tuan Muda
Episode 51: Tersadar


__ADS_3

Henry yang tiba-tiba mendapatkan pertanyaan itu jelas merasa cukup kaget, dirinya tidak pernah mengira jika wanita yang ada di depannya itu akan memberikan pertanyaan seperti itu.


Dirinya menyukai Anya?


Henry lalu melihat wanita yang ada di depannya itu yang terlihat mulai menatapnya, mencoba untuk mencari jawaban.


Henry yang mendapatkan pertanyaan dan dan ditangkap itu tiba-tiba merasa cukup grogi dan merasa malu tiba-tiba apalagi memikirkan jawaban apa yang akan dirinya berikan.


"Ke... Kenapa kamu bisa memikirkan hal-hal semacam itu?"


Henry kali ini daripada menjawab dirinya memilih untuk kembali bertanya.


"Karena kamu bilang tidak ingin bercerai denganku," kata Anya lagi.


"Hanya karena hal itu? Sungguh aku melakukan semua ini demi anak kita kamu tahu demi anak kita tidak lebih," kata Henry sambil mencoba menghindari tatapan wanita yang ada di depannya itu.


Henry dari sini mulau menyadari perasaan yang dirinya untuk wanita yang ada di depannya itu.


Juga tentang semua tindakan yang dirinya miliki, kenapa dirinya begitu marah ketika melihat wanita itu bersama orang lain, itu adalah kecemburuan.


Kenapa dirinya ingin memiliki anak dengan wanita itu, karena dirinya ingin memiliki sebuah ikatan yang kuat untuk bisa membuat wanita itu terus berada disampingnya, menjadi pendamping dalam hidupnya.


Kenapa dirinya ingin Anya terus berada disampingnya?


Sebenarnya jawaban dari semua pertanyaan itu memang sudah jelas jika ingin disimpulkan.


Anya yang ada di depannya ini pun sudah membuat kesimpulan.

__ADS_1


Namun Henry yang akhirnya menyadari perasaan aneh yang dirinya rasakan selama ini adalah sesuatu yang disebut cinta, merasa cukup malu untuk mengakuinya.


Astaga...


Setidaknya tidak untuk saat ini...


Henry yang baru menyadari tentang perasaan yang dirinya miliki pada Anya, merasa dirinya masih membutuhkan waktu untuk menegakkan hatinya sendiri.


Hal-hal ini terlalu tiba-tiba..


Anya yang mendengar jawaban dari tuan muda yang ada di depannya itu masih merasa bingung, dirinya sendiri juga bingung kenapa menanyakan pertanyaan semacam ini pada tuan muda yang ada di depannya ini.


Bagaimana bisa dirinya berpikir tuan muda sombong yang ada di depannya ini mencintai dirinya?


Terasa tidak masuk akal jika dipikirkan.


Sungguh, Anya tidak ingin terlalu memikirkannya lagi.


"Aku mengerti,"


Henry yang merasa wajahnya memerah karena merasa malu, segera mencoba melarikan diri dari kamar tidak ingin Anya tahu soal hal-hal yang baru saja dirinya pikirkan.


Anya jelas merasa cukup kaget kenapa tuan muda itu tiba-tiba keluar kamar tanpa berkata apapun.


Sebenarnya kenapa Tuan Muda itu?


Kenapa dia bersikap cukup aneh?

__ADS_1


Dan kenapa tadi dirinya sempat lihat, jika telinga Tuan Muda itu memerah?


Hal-hal ini cukup menggemaskan.


Dan akhirnya malam itu terlewat begitu saja, Anya yang merasa lelah karena terlalu banyak berpikir hari ini, segera jatuh dan terlelap tidur.


Henry yang sudah selesai makan dan mencoba untuk menenangkan hati dan pikirannya itu, ketika memasuki kamar, melihat bagaimana Anya tertidur dengan tidak benar.


Masih ada tablet ditangannya, bahkan Anya tidak memakai selimutnya, apalagi pakaian tidur Anya yang sedikit berantakan itu memperlihatkan beberapa bagian tubuhnya.


Henry yang menata pemandangan indah itu, merasa dirinya benar-benar diuji.


Anya sangat cantik dan memukau, tiap kali dirinya melihat wanita itu, selalu ada keinginan tidak tertahankan di dalam hatinya untuk menyentuhnya.


Dan sekarang setelah menyadari jika bagian dari keinginannya itu ternyata merupakan bentuk dari rasa cinta yang dirinya rasakan kepada wanita itu, keinginan untuk terus memiliki wanita itu, membuat Henry sekarang makin menginginkan Anya.


Henry yang mencoba menahan diri itu, hanya segera mendatagi tempat tidur, lalu mengambil tablet Anya, dan memakaikan slimut padanya.


Wajah tidur Anya terlihat cukup menis, Henry yang merasa ada dalam batasannya itu lalu mulai mendekatkan wajahnya dan hanya mencium kening Anya.


"Selamat tidur, Anya ku,"


Tindakan kecil itu, entah kenapa membuat Henry begitu senang, sampai-sampai ketika dirinya baru mau tidur, Henry ingat bahwa dirinya sebelumnya marah pada Anya.


Henry segera menatap wajah tidur yang ada di sampingnya itu, dan berkata lagi,


"Sial, aku memang tidak bisa marah padamu, karena ternyata aku begitu menyukaimu lebih dari yang aku kira dan kali ini aku akan memaafkanmu, tapi kamu jangan nakal lagi, oke?"

__ADS_1


Namun tentu saja tidak ada jawaban karena Anya sudah tertidur lelap.


__ADS_2