
Anya yang mendengar kata-kata tidak masuk akal dari pria yang ada di hadapannya itu hanya bisa berkata,
"Tidak ada yang seperti itu jangan terlalu berlebihan,"
"Namun Kenapa kamu ingin merahasiakan soal pernikahan kita? Apakah segitu memalukannya Jika kamu bilang sudah menikah?"
Anya yang ditanya itu segera terdiam, Ada hal pokok Kenapa dirinya tidak ingin tuan muda yang ada di depannya ini ikut.
Jika nanti bertemu dengan Hellio, Bagaimana cara dirinya menjelaskan soal hubungan mereka?
Hellio jelas merupakan CEO dari perusahaan musuh.
Astaga, Kenapa hal-hal menjadi sangat rumit?
"Kenapa kamu malah diam saja? Apakah dugaanku memang benar?"
"Bukan seperti itu Aku hanya belum siap untuk bercerita pada teman-temanku soal pernikahanku, kamu tahu maksudku bukan? Nanti jika kita bercerai, Bagaimana cara aku nanti menjelaskannya? Lagi pula hubungan kita kan sementara, tidak perlu terlalu dipublikasikan,"
"Hah, sekarang kamu mulai cukup berani menentang kata-kataku? Bahkan mulai memikirkan soal perceraian? Kamu itu benar-benar makin berani!"
Mendengar itu, Anya merasa semakin salah langkah, jadinya sepertinya keceplosan bicara soal itu.
"Aku minta maaf Aku tidak bermaksud seperti itu, lagipula soal perpisahan, itu adalah urusan Tuan Muda, Aku tidak bisa ikut campur hanya saja, Aku ingin berjaga-jaga saja,"
"Kamu itu benar-benar tidak bisa dipercaya, pokoknya aku akan ikut,"
"Kamu tidak bisa ikut!"
"Aku mau ikut!"
Anya yang mendengar keinginan itu hanya bisa menghela nafas.
Karena ini mungkin sesuai dengan dugaannya, Tuan Muda itu adalah sosok yang keras kepala, semakin keinginannya ditentang semakin dia akan mengejarnya dan semakin menginginkannya.
Dirinya selama ini menjadi sosok yang penurut agar tuan muda itu cepat bosan dengannya.
Namun sejauh ini, bukannya Tuan Muda itu bosan, malah menjadi semakin menjadi-jadi.
Misalnya saja soal keinginannya yang tiba-tiba ingin memiliki seorang anak.
Walaupun, mungkin dia memikirkan itu karena permintaan Kakeknya...
Namun soal membawa Henry, apakah tidak apa-apa?
__ADS_1
Anya saat ini sedang memikirkan soal keuntungan dan kerugiannya.
Hellio sebenarnya orang yang cukup terbuka, harusnya tidak apa-apa jika dirinya menjelaskannya nanti?
Anya sudah memutuskan.
"Baiklah Aku akan mengajakmu ke sana, namun ingat untuk jangan melakukan hal-hal aneh-aneh ketika bertemu dengan teman-temanku,"
Mendengar keputusan itu Henry segera menjadi sangat senang.
"Tentu saja, aku pasti tidak akan melakukan apapun yang aneh-aneh, menurutmu aku ini siapa?"
Anya tidak menjawab itu, hanya langsung segera membereskan meja makan.
Yang paling antusias untuk pergi ke acara reuni itu, malah bukan Anya namun malah Henry.
Henry bahkan sempat bingung soal baju apa yang akan dirinya pakai nanti pada pertemuan.
"Bukankah sebaiknya kita memakai baju pasangan?"
"Saat ini kita tidak memiliki baju pasangan,"
Henry yang tahu itu merasa kecewa.
"Kamu benar Apakah sebaiknya kita membeli beberapa baju pasangan untuk acara-acara seperti ini? Atau kamu mau merancangkan sebuah baju pasangan untuk kita berdua? Aku yakin desain bajumu sangat bagus, buat satu untuk kita berdua,"
Dirinya tidak menyangka, jika sepertinya Tuan Muda itu memang menyukai desain miliknya.
"Tentu saja lain kali aku akan membuatkan baju pasangan untuk kita berdua jadi sementara pakai saja baju yang ada,"
Ada beberapa baju mewah di lemari Henry, namun Henry memilih salah satu baju lain yang pernah Anya berikan.
Anya cukup terkejut Ketika tuan muda itu memilih memakai pakaian yang dirinya desain.
Hal-hal yang dirinya desain benar-benar sangat cocok dan pas di tubuh tuan muda itu.
Memang, itu mungkin karena Tuan Muda itu memiliki tubuh yang sangat bagus.
Dan begitulah persiapan mereka segera selesai kemudian mereka berdua segera menuju ke Restoran yang akan dijadikan tempat pertemuan.
Itu adalah ruangan pribadi di sebuah restoran mewah.
Ada beberapa wanita disana, yang menjadi sangat terkejut ketika melihat Anya datang bersama seorang pria.
__ADS_1
Anya yang melihat bahwa baru teman-temannya yang ini datang, merasa lega, setidaknya Hellio belum datang?
Ini akan mengurangi banyak masalah untuk menjelaskan di awal.
"Anya? Kamu Ternyata datang siapa pria yang kamu ajak itu?"
Herny yang mendengar pertanyaan dari salah satu teman Anya itu, segera tersenyum dan mengulurkan tangannya,
"Aku adalah Henry Achilles, Suami Anya, salam kenal semuanya,"
Teman-teman Anya itu menjadi sangat terkejut ketika mendengar berita itu.
"Astaga, Anya Kenapa kamu sudah menikah namun tidak mengabari kami? Bahkan tidak mengundang kami astaga aku begitu sedih,"
"Ceritanya sangat panjang lain kali aku akan menceritakannya,"
"Istriku hanya cukup malu, dia bilang ingin merahasiakan keberadaanku dan menyembunyikanku, karena Aku terlalu tempan katanya, hanya bisa dia yang melihat,"
Herny baru saja mengatakan omong kosong yang membuat Anya sangat malu.
Mereka segera bercakap-cakap dengan Henry dan Anya dengan akrab.
Sampai kemudian ruangan pribadi itu dibuka oleh seorang pria.
Pria itu, membawa sebuah buket bunga.
Tatapan Anya segera bertemu dengan Pria itu, yaitu Hellio.
Hellio awalnya tidak memperhatikan jika ada Henry, hanya langsung menyapa Anya, dan memberikan bunga padanya,
"Ini hadiah untukmu,"
Anya jelas menjadi sangat terkejut ketika dirinya diberikan sebuah bunga itu.
Henry yang awalnya sedang berbicara dengan teman-teman Anya, segera menahan kearah pintu terbuka, dimana sekarang terlihat ada seorang pria yang memiliki wajah yang cukup familiar memberikan bunga pada Anya.
Apa-apaan Pria itu!
berani-beraninya dia menggoda Istrinya?
Tunggu...
Wajah yang familiar itu..
__ADS_1
Bukankan itu Hellio Amory?
CEO Amory Grub?