
Akhir pekan segera tiba, ini kebetulan adalah hari Sabtu, kebetulan pagi ini Anya baru saja membuat janji dengan adiknya Sherly, untuk diajari memasak olahan seafood.
Henry, hari ini kebetulan sedang libur, namun dia sepertinya pergi keluar dengan teman-temannya.
Anya, setidaknya merasa lega karena Tuan Muda itu tidak berada di rumah.
Karena, jika Tuan Muda itu ada di rumah, dan bertemu Sherly, dirinya tidak tahu kekacauan apa yang mungkin akan terjadi.
Jelas mempertemukan mereka berdua bukanlah sesuatu yang baik.
"Anya, Aku akan pergi dan ingat kamu jangan menyentuh barang-barangku dengan sembarangan,"
"Ya, ya, Aku mengerti Tuan Muda,"
Dengan itu, Henry segera akan pergi, namun tidak lupa untuk mencuri ciuman di pipi Anya.
Anya tidak begitu terkejut dengan ciuman yang ada di pipinya itu, hanya merasa sedikit aneh ketika dicium di pipi, biasanya Tuan Muda itu selalu menciumnya di bibir.
Rasanya cukup aneh, tentang bagaimana Tuan Muda itu perlakukan dirinya dengan cukup lembut, terlebih sejak beberapa hari lalu, ketika Tuan Muda itu tiba-tiba menginkan seorang anak.
Hal ini membuat Anya ingat, bahwa dirinya memang belum sempat meminum obatnya, semua obat di rumah ini sudah semuanya di musnahkan oleh Tuan Muda itu.
Dirinya tidak tahu membeli obat-obat semacam itu di mana.
Apakah di apotek ada?
Namun, meminum obat semacam itu secara sembarangan tanpa resep dokter jelas bukan hal yang baik.
Apakah dirinya perlu untuk program KB ke Dokter?
Namun jika sampai ketahuan oleh Tuan Muda itu, hal-hal itu jelas bukan hal yang baik.
Mari hanya bertaruh dulu untuk sekarang, sampai dirinya menemukan solusi yang cocok.
Anya lalu menyentuh perutnya tiba-tiba, hanya bisa berharap dirinya tidak hamil, karena hal-hal itu bisa merusak segala rencana yang dirinya sudah siapkan.
Anya tidak ingin lagi memikirkan soal kemungkinan-kemungkinan terburuk.
Anya, mulai berhenti memikirkan hal-hal tidak jelas itu dan segera ke dapur untuk memeriksa bahan-bahan yang akan dirinya masak hari ini.
Ini untuk memasak udang dan cumi-cumi.
dirinya sudah menyuruh pelayan rumah ini untuk membeli bahan-bahan yang disediakan sesuai apa yang diminta oleh Sherly.
Memasak menu seafood asam pedas, hal-hal ini terlihat cukup menarik.
Henry sepertinya suka sesuatu seperti ini, dirinya harap nanti hasil masakannya akan bisa memuaskan Tuan Muda itu.
__ADS_1
Di sela-sela waktu itu, Anya kembali menatap ke arah tablet miliknya mencoba memikirkan sebuah desain baru.
Yah, walaupun ini hari libur rasanya tetap tangan sedikit gatal jika tidak mendesain apapun.
Di layar, saat ini ada sebuah gaya pakaian seorang Pria.
Anya ingat, dirinya ingin membuat desain baju khusus untuk Tuan Muda itu.
Ketika Anya sedang asik mendesain itu, ponselnya tiba-tiba menyala dan mendapatkan pesan dari seseorang.
Ini pesan dari Hellio?
Ya, teman lamanya Hellio, sejak reuni mereka beberapa hari sebelumnya, pria itu terkadang akan mengirim pesan untuknya mungkin ini hanya sekedar untuk menjaga agar tidak putus kontak seperti sebelumnya.
Anya segera membaca pesan itu, yang ternyata adalah sebuah ajakan untuk makan siang bersama.
Katanya, beberapa teman lama mereka juga diundang.
Anya merasa ini hal yang baik juga untuk bertemu dengan beberapa teman lama, belakangan dirinya menjadi begitu sibuk dengan semua urusan yang ada, dan tidak sempat untuk bertemu dengan teman-temannya.
Dan lagi kebetulan pertemuannya besok dan dirinya memiliki waktu luang, jadi seharusnya tidak apa-apa?
Anya tanpa ragu segera memberikan balasan jika dia akan ikut.
Hellio, yang menerima pesan itu juga merasa senang dan menantikan untuk pertemuan mereka berikutnya.
Waktu dengan cepat berlalu, dan akhirnya Sherly yang sudah di panggil oleh Anya itu, sudah tiba di Apartemen itu.
Sherly, menatap sekali lagi ke arah gedung apartemen yang tinggi itu.
Kakaknya tunggal di Lantai Paling Atas di Apartemen Mewah ini?
Keluarganya memang cukup Kaya, namun masih sulit untuk tinggal di lantai Paling Atas sebuah Apartemen Mewah semacam itu.
Setelah melihat bahwa alamatnya benar dirinya segera memasuki apartemen itu lalu segera disambut oleh beberapa pelayan di sana, menanyakan ada perlu apa kesana.
"Aku ingin bertemu Kakakku, Anya di Lantai Paling Atas,"
Para pelayan di sana tidak banyak bertanya karena mereka sudah tahu siapa itu Anya, yaitu penghuni baru Apartemen ini, yang merupakan Istri dari Tuan Muda mereka, Henry Achilles.
Jelas harus memperlakukan Istri Tuan Muda mereka dengan baik gitu pula dengan Keluarga Istri Tuan Muda mereka itu.
"Silahkan lewat sini, ini adalah lift khusus untuk menuju ke lantai atas,"
Sherly segera memasuki lift itu, yang memang dari segi penempatan lift sudah terlihat betapa mewahnya lantai atas ini, yang bahkan memiliki lift khusus untuk hanya ke sana, sepertinya tidak bisa dinaiki dengan lift-lift biasa.
Penthouse mewah dan megah, namun apa gunanya tinggal di tempat semacam ini jika terkurung dan merasa tersiksa oleh Tuan Muda kejam itu?
__ADS_1
Itulah yang ada di pikiran Sherly sekarang.
Anya, yang di dalam sudah mendapatkan pesan dari adiknya itu segera membuka pintu apartemennya dan melihat adiknya yang sudah sampai di sana.
"Ayo Sherly, masuk saja ke dalam,"
"Tentu Kak, Apakah kakak sudah menyiapkan hal-hal yang aku minta untuk beli?"
"Ya, semuanya sudah beres kita segera bisa mulai sesi memasak,"
Setelah kedatangan Sherly, mereka berdua segera menuju dapur dan memulai acara belajar memasak Anya.
Pembelajaran itu, berjalan dengan cukup normal pada awalnya hingga mereka selesai memasak sesi pertama, dan karena lapar 2 orang itu segera memilih untuk makan siang sekalian dengan hasil masakan mereka.
Saat ini, mereka sedang membawa masakan itu menuju meja makan.
Sampai tiba di meja makan, Anya tiba-tiba merasa sakit perut.
"Sherly, Kakak akan ke Kamar mandi dulu, kamu di sini dulu atau kamu bisa melakukan apapun yang kamu suka, hanya jangan memasuki ruangan di ujung sana," kata Anya sambil menunjuk ke sebuah ruang kerja yang merupakan ruangan milik Henry.
"Tentu saja,"
Anya tanpa curiga segera pergi dari sana.
Mana tahu melihat kepergian kakaknya itu, Sherly memanfaatkannya.
Pertama-tama, Sherly memeriksa kearah ruangan, memastikan Apakah ada kamera CCTV?
Namun sepertinya, di Apartemen ini, tidak ada kamera semacam itu?
Mungkin soal masalah Privasi?
Hah, jelas jika ada rekaman Video penyeiksaan nanti akan mudah untuk mengurusnya, ternyata Tuan Muda Henry itu cukup waspada.
Sherly lalu segera menatap ke arah ruangan yang di tujukan oleh Anya barusan, melihat kearah jam, Sherly segera buru-buru untuk memasuki ruangan itu karena penasaran mungkin saja dirinya bisa menemukan bukti penganiayaan atau sesuatu?
Namun ternyata ruangan yang dimasukinnya itu merupakan sebuah ruang kerja.
Ada berbagai hal disana, salah satunya adalah beberapa dokumen yang sepertinya rancangan produk baru.
Dirinya ingat, Stevan info hari memintanya untuk mendapatkan beberapa informasi rahasia?
Mungkin hal-hal ini bisa berguna?
Jadi, Sherly dengan cepat, segera mengambil foto dari barang-barang yang ada di situ termasuk sebuah desain dari produk itu, juga ada blueprint produk itu.
Sherly sekali lagi mengecek ke arah jam dan buru-buru keluar dari sana takut-takut Kakaknya tahu.
__ADS_1
Tidak apa-apa, yang dibutuhkan untuk lepas dari Tuan Muda semacam itu, adalah membiarkan Tuan Muda itu tidak lagi memiliki kekuasaan.
Dengan buru-buru, Sherly segera menuju ke meja makan.