Istri Mainan Sang Tuan Muda

Istri Mainan Sang Tuan Muda
Episode 33: Tidak Apa-apa


__ADS_3

Henry menatap Anya yang terdiam itu, dan segera berkata lagi,


"Kenapa terdiam? Apakah kamu sedang memikirkan cara untuk menolakku?"


Henry jelas tidak suka melihat bagaimana Anya terdiam itu, seolah kediamannya itu, memiliki sebuah skema tersembunyi.


Dirinya ingat, bagaimana Anya bilang pada Ayahnya jika dia memiliki sebuah rencana agar mereka berdua cepat bercerai.


Semakin Henry memikirkannya, Anya ini memang sepertinya bukan hanya wanita biasa, dia diam-diam memiliki berbagai trik licik.


Misalnya saja, tentang bagaimana wanita itu paling tahu cara untuk mengodanya di tempat tidur.


Kalau tidak, bagaimana bisa dirinya bisa tergoda seperti ini?


Henry merasa dirinya benar-benar telah tertipu dengan sikap penurut dari wanita yang ada di depanku itu.


"Aku akan melakukannya,"


Jawaban Anya barusan membuat Henry terkejut.


Anya ini benar-benar menerima untuk memiliki anak dengannya?


"Apa? Kenapa kamu berubah pikiran?"


Anya terlihat pasrah dan berkata,


"Apa lagi yang bisa Aku lakukan? Pada akhirnya, nasipku ada di tanganmu,"


Melihat itu, Henry segera menarik Anya ketempat tidur.


Dan lagi-lagi, malam itu keduanya memiliki malam yang panas lainnya.


Henry tidak tahu kenapa, namun memang begitu dirinya melihat penampilan Anya yang seperti ini, ada bagian hari hatinya yang membuatnya merasa tidak tahan.


Tidak tahan, untuk memberikan ciuman dan hal-hal lainnya.


Sungguh, kenapa sebenarnya dengan dirinya ini?


Padahal tadi ketika bersama dengan gadis bernama Cecilia itu, dirinya tidak seperti sekarang.


Rasa ciuman dari gadis itu juga tidak seenak melakukannya dengan Anya.


Ada bagian dari Anya yang membuat dirinya tidak tahan...


Perasaan baru, yang sejujurnya dirinya tidak mengerti.


Anya menatap Pria yang ada diatasnya itu.


Dirinya merasa ada sesuatu yang berbeda dari tatapannya.


Emm, bagaimana cara membicarakannya?

__ADS_1


Ini terlihat seperti sebuah tatapan lembut, tatapan yang seolah menghipnotis.


Apakah itu karena wajah tampannya saja?


Atau hal-hal lainnya?


Apakah ini benar-benar tidak apa-apa untuk melakukannya?


Jika dirinya melakukan ini...


Dirinya hanya bisa berharap hal-hal ini gagal, akan sangat gawat jika dirinya bisa hamil.


Mungkin, nanti dirinya akan diam-diam meminum obat nya.


Ya, asalkan Henry tidak tahu, tidak apa-apa bukan?


Tapi memiliki seorang anak, jika itu laki-laki apakah akan menjadi seperti Tuan Muda itu?


Ketika Tuan Muda itu masih kecil, dia terlihat sangat manis dan mengemaskan.


"Apa yang dari tadi kamu lamunkan? Kenapa kamu tidak fokus, hmm?"


Henry berkata dengan mengoda di telinga Anya, membuat Anya merasa cukup geli.


"Tidak.... Aku tidak memikirkan apapun,"


"Ya, kamu memang tidak boleh memikirkan apapun, hanya tatap Aku dan pikirkan Aku saja, tidak boleh orang lain,"


Tuan Muda ini berperilaku baik kali ini, bahkan melakukannya dengan cukup lembut, hampir membuat dirinya melayang.


Ukh, Anya benar-benar kewalahan dengan perubahan sikap yang tiba-tiba ini.


Anya tidak ingin terlalu banyak berpikir.


####


Pagi berikutnya segera tiba, hal pertama yang Anya lihat adalah dirinya yang terbangun dalam pelukan Henry.


Anya lagi-lagi merasa aneh.


Ini kedua kalinya, dirinya tidak di usir dan tidur dilantai?


Wajah tidur yang terlihat damai dan tenang ini, benar-benar tidak bisa membuat Anya terbiasa.


"Apa yang kamu lihat? Sedang mengagumi wajah Tampanku?"


Henry terbangun dan cukup terkejut ketika melihat Anya menatap dirinya ketika tidur.


Anya yang ketahuan menatap itu, hanya segera mencoba mencari alasan.


"Ada nyamuk di wajah Tuan Muda, Aku hanya ingin menyingkirkannya," kata Anya sambil berpura-pura menepuk pipi Henry.

__ADS_1


Henry yang pipinya tiba-tiba ditepuk itu, segera menarik tangan Anya, mencegahnya pergi,


"Benarkan ada nyamuk?"


Anya berpura-pura tenang.


"Ya, ada nyamuk, tapi sepertinya sudah pergi,"


"Kamar ini memiliki AC yang menyala, tidak mungkin ada nyamuk yang tahan,"


Anya mencoba menarik tangannya, namun ditahan oleh Henry.


"Terkadang kamu bisa juga bersikap begitu lucu,"


Ya, Henry menertawakan Anya yang saat ini mencoba menghindar itu.


Apa yang membuat wanita didepannya ini tiba-tiba merasa malu dan canggung seperti ini?


Dirinya tidak pernah bisa menebak apa yang wanita itu pikirkan.


Wajahnya selalu terlihat datar, dan tanpa ekpersi, seolah memiliki banyak misteri.


Dirinya ingin memecahkan misteri itu satu persatu.


Hanry yang memiliki pemikiran ini tiba-tiba, jelas merasa tidak senang.


Herny yang merasa pusing, memikirkan untuk tidak memikirkan apa-apa lagi, dan segera hanya menarik Anya, dan memberikan ciuman selamat pagi padanya.


Hal-hal ini menyenangkan, tidak perlu terlalu banyak berpikir, nikmati saja dulu.


Pagi, itu tidak banyak yang terjadi, Henry segera menuju ke kamar mandi untuk mandi.


Sedangkan, Anya masih ada di tempat tidur karena lelah.


Kemudian, Anya teringat dengan misi yang dirinya miliki.


Anya mencoba mencari kesekeliling, kamar mencari obat, namun sayangnya tidak menemukannya.


Sampai, Anya baru ingat jika pagi ini dirinya harus ke Rumah Sakit lagi.


Mungkin nanti di urus setelah kembali ke Apartemen.


####


Disisi lainnya, saat ini Sherly sedang bersama dengan Ayahnya. Dirinya mulai menceritakan beberapa hal soal kekhawatirannya.


"Ayah, sebenanya Aku khawatir dengan Pernikahan Kak Anya,"


"Kenapa dengan itu?"


"Suami Kak Anya itu tidak begitu baik,"

__ADS_1


__ADS_2