
Berbeda dari Henry yang seharian memiliki mood yang buruk, Anya disisi lainnya memiliki mood yang baik dan hari-hari yang baik.
Sore itu, karena Anya tidak pergi bekerja, juga Ayahnya udah dijaga oleh Sherly dan Ibu Tirinya, Anya bisa pulang ke rumah lebih awal dari biasanya.
Hal-hal ini membuat Anya binggung ingin melakukan apa?
Apakah mencoba untuk memasak saja?
Tapi kemarin saja, hasilnya masih buruk.
Anya jadi memutuskan segera untuk menonton beberapa video saja di waktu luangnya.
Sampai tiba-tiba, Anya mendapatkan sebuah panggilan telepon dari nomor yang cukup familiar.
Ini adalah nomor telepon Kakek Tuan Muda itu?
Tentu saja, Anya sudah menyimpan nomor-nomor penting seperti nomor-nomor dari Keluarga Achilles, yang juga sebelumnya ada di dokumen yang Tuan Muda itu berikan.
Jadi ketika menatap nomor itu, Anya segera mengangkatnya dan berkata dengan ramah,
"Hallo, Selamat Sore Kakek,"
'Selamat Sore juga,'
"Kakek ada apa tiba-tiba menelepon seperti ini?"
'Kakek ini sudah Tua, kadang cukup rindu dengan Cucu Kakek Herny itu, namun dia selalu begitu sibuk dengan urusan kantornya sampai lupa untuk tidak mengunjungi Kakek Tua ini,'
Anya yang mendengar itu segera paham jika sepertinya Kakek Herny ini, buka dikit kesepian.
Ya, terkadang orang orang tua memang sering memiliki perasaan semacam itu.
Namun, Anya juga tidak tahu harus berkomentar apa.
"Mungkin nanti, Aku akan mengajak suamiku untuk berkunjung,"
Terdengar nada senang dari balik telepon.
__ADS_1
'Apakah Henry itu mau? Ketika aku tanya yaitu selalu menjawab mengurus proyeknya itu, dan Aku danger kalian berdua juga batal untuk pergi Bulan Madu, juragan nadia terlalu sibuk?'
"Ah? Soal itu? Ya, kami memang sama-sama tidak sempat untuk pergi bulan madu,"
'Astaga, Cucuku itu, padahal kalian itu masih pengantin baru harusnya bisa bersenang-senang dan perkebunan madu yang romantis seperti itu, kamu pasti sangat kecewa karena batal pergi Bulan Madu, apakah Cucuku itu benar-benar tidak pakai,'
Kakek Herny di ujung telepon jelas menunjukkan kekecewaan nya.
Anya sendiri, jelas tidak menyukai juga memang harus pergi Bulan Madu.
Ini dari Bulan Madu sangat jelas.
1 Minggu pergi Bulan Madu?
Bukankan itu Artinya, Henry hanya akan mengajak dirinya bermain di tempat tidur sampai dia puas?
Sungguh, hal-hal semacam itu tidak perlu dilakukan di tempat yang jauh pula, benar-benar buang-buang tenanga, Herny itu benar-benar bisa melakukannya di mana saja dan kapan pun.
"Tidak begitu Kakek, kami berdua paham jika baik Aku dan Henry sama-sama memiliki kesibukan, di masa depan kami pastikan mengatur rencana Bulan Madu itu,"
'Ya, kalian jelas harus mengatur rencana itu, itu acara yang sangat penting,'
Soal jadi apa tidak, itu jelas keputusan Tuan Muda itu, Anya merasa tidak memiliki kewenangan untuk berpendapat.
"Tentu saja Kakek,"
'Benar juga, bagaimana kabar cucuku saat ini? Dia itu sering telat makan aku sempat khawatir cucuku itu sakitnya lambung,'
Anya juga baru tahu soal hal hal ini, karena selama ini yang dirinya tahu mereka makan tepat waktu, sarapan tepat waktu, dan makan malam tepat waktu.
Soal siang hari, Anya tidak tahu.
"Tidak, Kakek. Suamiku selalu makan tepat waktu, kami selalu makan pagi bersama dan makan malam bersama,"
'Henry itu? Mau untuk sarapan? dia itu biasanya paling malas untuk sarapan dan langsung pergi ke kantor paling-paling sambil minum susu saat perjalanan ke kantor, ah benar juga pasti itu karena dia memiliki kamu sekarang, hah memang keputusanku membuatnya menikah adalah hal yang baik,'
"Benar Kakek,"
__ADS_1
Berita berdua mulai bercakap-cakap tentang banyak hal sampai kemudian, Kakek Henry yang tahu Anya saat ini menganggur di rumah dan merasa bosan itu, mengundangnya ke Rumah Keluarga Achilles untuk menemaninya.
Anya sendiri, merasa tidak enak untuk menolak permintaan Kakek itu.
Anya mencoba untuk menghubungi, Henry, namun Herny tidak kunjung membalas pesannya.
Anya akhirnya, hanya bisa mengikuti kemauan Kakek Henry itu.
Sebenarnya, Anya hanya menemani Kakek Herny jalan-jalan di taman.
Dua orang itu, entah kenapa menjadi cukup akrab, seperti Kakek dan Cucunya sendiri.
Kakek Henry itu, mulai menceritakan banyak hal soal cucunya Henry, bahkan mulai menunjukkan foto-foto ketika Herny masih kecil.
Anya yang menatap foto-foto masha kecil dari Henry, mau tidak mau merasa cukup kaget.
Ya, Tuan Muda itu ternyata ketika kecil memiliki wajah yang sangat imut dan cukup menggemaskan.
Coba lihat pipi tembem ini!
"Ya kan? Henry dulu, saat dia masih kecil adalah seorang anak yang cukup penakut dan pendiam, dia juga sangat penurut dan sangat manis, jika aku mengingat masa masa ketika anak itu masih kecil, rasanya sangat hangat, bagaimanapun menurutmu?" Kata Kakek Herny yang terlihat merasa senang ketika membicarakan soal cucunya itu.
"Ya, dia terlihat sangat lucu seperti ini,"
Anya juga tidak mengira jika tuhan muda kancil yang pemalu itu sekarang sudah tumbuh menjadi Tuan Muda Henry yang tidak tahu malu itu.
Ternyata waktu benar-benar merubah seseorang!
Sungguh, lebih baik Herny ketika masih kecil lucu dan menggemaskan ini.
Kakek Henry melihat bagaimana, Anya sepertinya sangat senang ketika melihat foto masa kecil Henry itu.
"Kamu sepertinya suka anak kecil?"
Anya yang ditanya itu hanya segera menjawab tanpa banyak berpikir,
"Ya, mereka sangat menggemaskan,"
__ADS_1
"Apakah kamu tidak ingin memilikinya satu? Maksud Kakek... Lihat, bukankah Herny saat kecil lucu? Jika kalian memiki seorang Putra, mungkin dia akan menjadi anak lucu seperti itu, aku sebenarnya sangat mengharapkan untuk segera memiliki cicit,"