
Henry yang tiba-tiba ditanya itu jelas segera memiliki ekspresi syok dan kaget.
"Apa maksudmu?"
"Bisa saja, kan dia... Yah... Mencoba menjebak Kakak Atau sesuatu, bukankah dimasalalu ada berbagai wanita semacam itu yang selalu mencoba mengambil keuntungan dari Kak Henry?"
Ekpersi Henry segera menunjukkan kemarahan setelah mendengar hal itu.
"Tiara, tolong jaga bicaramu, dan jangan bicara sembarangan. Anya jelas bukan seperti itu. Hanya Aku yang menghabiskan setiap malam dengannya, menurutmu anak siapa lagi kalau bukan anakku? Jangan bicara omong kosong semacam itu,"
Tiara segera merasa sedikit takut karena salah bicara itu, namun tetap mencoba membela diri.
"Maaf, jika Kata-kataku menyinggung Kakak... Hanya saja... Aku hanya khawatir dengan Kakak, Kakak bisa cerita soal masalah Kakak padaku, oke?"
"Ya, ada baiknya kamu jangan lagi mengatakan hal-hal semacam itu,"
Tiara jelas tidak suka, tentang bagaimana Henry mulai lebih membela Istrinya itu.
Namun dari pada kena marah, Tiara mulai mengalihkan pembicaraan dengan memikirkan menu minuman yang akan mereka pesan.
Tiara segera menujukan buku menu, dan mendekati Herny, membuat jarak mereka menjadi cukup dekat,
"Lihat, marim pilih beberapa minuman dulu untuk menenangkan hati Kak Henry? di sini sepertinya Menu Dessert nya juga cukup enak, Kak Henry bisa mencobanya,"
Henry selalu mencoba menenangkan dirinya dan mulai menatap ke arah menu yang ditawarkan oleh Tiara.
Ya, lebih baik dirinya menenangkan pikiran dulu sebelum memikirkan langkah berikutnya yang harus dirinya ambil.
Tanpa mereka berdua tahu, ternyata ada seseorang yang menatap kearah mereka berdua, dan memfoto mereka.
Itu kebetulan adalah Sherly yang sedang disana dengan beberapa teman-temannya.
Sherly jelas kesal ketika melihat wajah yang familiar itu bersama dengan seorang gadis, apalagi mereka terlihat akrab semacam itu.
Memang Pria tidak tahu diri!
Hah, ternyata seperti yang dirinya juga bahwa suami kakaknya itu benar-benar memang kurang ajar, masih saja bermain-main dengan wanita lain semacam itu padahal sudah punya Istri.
__ADS_1
Sherly yang kesal itu, segera mengirimkan pesan pada Kakaknya dan berserta foto-foto mereka.
Anya di tempat kerjanya, saat ini sedang mulai memikirkan sebuah desain baju.
Namun kali ini entah kenapa, Anya terpikirkan untuk mendesain sebuah baju bayi.
Anya melihat, cukup lucu mendesain baju-baju bayi kecil seperti itu, dan desain-desain baju anak-anak.
Mulai dari, memilih-milih warna mana yang lucu, memilih aksesoris dan manik-manik yang bagus.
Sangat menyenangkan untuk mendesain hal-hal itu.
Anya sampai ketagihan mendesainnya sejak pagi, baju-baju lucu yang mungkin nanti cocok untuk di pakai oleh calon anaknya ketika sudah lahir?
Saking asiknya, sampai hari sudah jam segitu Anya masih sangat asik mendesain.
Sampai sebuah pesan dari adiknya yang berisi sebuah foto menganggunya.
'Kak Anya, lihat itu Suami Kakak, dia itu masih suka bermain-main dengan wanita, lihat kelakuannya di belakang Kakak, dia berkencan dengan seorang gadis muda,'
Ini Tiara, teman Herny?
Namun, Anya yang menatap itu merasa tidak senang.
Dirinya tahu, jika dua orang itu adalah teman baik, dan bagaimana Henry memperlakukan gadis itu dengan baik.
Namun, Anya sebagai seorang wanita jelas memiliki beberapa perasaan, bahwa gadis bernama Tiara itu, tidak hanya mengagap Henry sebagai seorang teman, cara dia memperhatikan dan mendekati Henry...
Dan bagaimana mereka begitu lengket dan dekat seperti itu...
Anya tahu, dirinya tidak berhak untuk marah....
Hanya saja...
Anya tiba-tiba merasa kesal.
Bukankah Tuan Muda itu yang awalnya mengiginkan seorang anak?
__ADS_1
Namun dia masih saja bermain-main dengan wanita lainnya...
Apakah Tuan Muda itu tidak tahu?
Nanti bagaimana perasaan anak mereka jika dia masih seperti itu?
Atau Tuan Muda itu sudah lupa jika dia akan menjadi seorang Ayah...
Ya, mungkin Tuan Muda itu hanya tiba-tiba mengiginkannya, lalu menjadi melupakan keinginannya itu begitu dirinya sekarang hamil?
Anya lalu mengelus perutnya yang masih datar itu, memiliki perasaan tidak nyaman.
Kemudian berbagai macam pikiran buruk muncul.
Seperti bagaimana jika nanti Tuan Muda itu meninggalkan dirinya saat dirinya hamil?
Apakah nanti anaknya akan lahir tanpa seorang Ayah?
Lalu, bagaimana nasip anak itu nanti...
Lahir tanpa orang tua lengkap...
Anya tahu rasanya, tidak memiliki orang tua lengkap karena Ibunya meninggal lebih awal walaupun dirinya memiliki seorang Ibu Tiri namun itu tetap hal-hal yang berbeda...
Perasaan kesepian, yang cukup dalam...
Dirinya selalu menginginkan, jika dirinya memiliki anak nanti, akan memiliki Keluarga lengkap, Ayah dan Ibu lengkap, jadi anaknya tidak akan merasa kesepian seperti dirinya dulu...
Itulah juga alasan utama dirinya tidak ingin memiliki seorang anak dengan Tuan Muda itu...
Jika dirinya dan anak mereka ditinggalkan nantinya...
Apa yang akan dirinya lakukan?
Semakin Anya memikirkannya, perasaan Anya semakin tidak enak, dan perutnya jadi sedikit tidak nyaman.
Bagaimana nantinya?
__ADS_1