Istri Mainan Sang Tuan Muda

Istri Mainan Sang Tuan Muda
Episode 22: Batas Kesabaran


__ADS_3

Malam segera tiba, tepat pukul 07.00 malam, Anya tiba di apartemen seperti biasanya.


Segera dirinya langsung pergi ke kamar, dan mulai untuk bersiap mandi, rencananya hari ini dirinya akan mencoba belajar memasak lagi.


Dirinya memang belum sempat untuk khursus memasak, karena belum memiliki waktu luang yang cukup, namun selama ini dirinya belajar belajar dari video yang ada di internet, dan sekarang sepertinya sampai Suaminya pulang, dirinya mungkin bisa mencoba beberapa resep.


Hari ini rencananya dirinya akan mencoba memasak ayam goreng tepung, jika melihat apa yang ada di video itu terdengar mudah.


Ini harusnya tidak begitu sulit?


Sebelumnya, dirinya juga sudah masuk pelayan di apartemen ini untuk membeli bahan-bahan yang dirinya butuhkan.


Dan segara, Anya mulai sesi memasaknya.


Namun terkadang sesuatu tidak sesuai dengan ekspektasi.


Anya menatap kearah Ayam goreng buatannya, luarnya sedikit aneh, dan ketika dirinya mencoba untuk memakannya bagian dalamnya masih sedikit mentah.


Anya pikir gorengan pertama gagal?


Apakah kurang lama di pengorengan?


Segera, Anya mencoba menggoreng untuk kedua kalinya.


Gorengan kedua memang matang namun pinggirnya menjadi sedikit gosong.


Ini jelas membuat Anya pusing lagi.


Ternyata ini tidak semudah yang dirinya kira, rasanya juga tidak terlalu enak, ini hanya asin.


Anya memang tidak mengharapkan untuk berhasil di percobaan pertama ini.


Lalu Anya menatap kearah wadah dimana masih ada tiga potongan Ayam.


Baik, mari coba lagi hari ini untuk yang ketiga kali.


Kali ini dia akan memastikan memanaskan ini dan menggorengnya dengan hati-hati agar tidak ada masalah.


Ketika Anya asik memasak, dirinya tidak terlalu memperhatikan jam dan sekarang setelah dirinya melihat ke arah ponselnya sudah menunjukkan pukul sembilan kurang.


Ternyata memasak cukup memakan waktu lebih dari yang dirinya kira.


Namun jam segini Henry belum juga pulang?


Hah apa gunanya juga memikirkan orang itu.


Hanya saja, setidaknya dirinya berharap dia cepat pulang, agar nanti bisa menilai percobaan pertamanya, walaupun ini sepertinya masih sangat jauh dari ekspektasi Tuan Muda itu, ini tidak apa-apa.


Ya, hasil gorengan ketiga ini setidaknya baik-baik saja rasanya juga tidak terlalu buruk.


Anya segera membawa Ayam yang sudah matang itu ke meja makan, Mari menunggu sebentar seharusnya sebentar lagi orang itu akan segera pulang.


Namun, setelah memasak cukup lama, Anya juga merasa lelah, apalagi tadi seharian dirinya bekerja mengatur berbagai pakaian.


Anya juga merasa tidak terlalu lapar, mungkin karena dirinya tadi sempat mencoba hasil masakannya itu, yang setidaknya yang kedua walau agak gosong, masih bisa lah dimakan.


Dan setidaknya, percobaan ketiga ini cukup sukses, mari tunggu penilaian Tuan Muda itu.


Anya sebenarnya cukup biasa untuk tinggal sendirian, jadi rasanya masih cukup aneh dan canggung ketika dirinya harus menunggu seseorang.

__ADS_1


Jadi, ini adalah suatu kebiasaan baru, dan menurutnya itu tidak terlalu buruk.


Jadi, Anya memutuskan untuk duduk di meja makan, namun mungkin karena rasa cukup lelah, Anya malah ketiduran disana.


Malam sudah cukup larut ketika Anya terbangun.


Anya segera menatap ke arah ponselnya yang saat ini sudah menunjukkan pukul sebelas malam.


"Sepertinya Aku ketiduran, hah sudah jam segini? Apakah Tuan Muda itu sudah pulang? Pasti dia sudah pulang dari tadi dan melihatku tertidur seperti ini dia pasti hanya menertawakanku, lalu segera pergi tidur dan segaja tidak membangunkanku,"


Anya lalu menatap ke arah meja makan di mana di sana masih ada masakannya sebelumnya, hanya saja sekarang sudah dingin.


Owh, mungkin Tuan Muda itu tidak mau menyentuh makanan ini?


Atau dia ternyata sudah makan di luar?


Anya entah kenapa merasa sedikit kecewa.


Sial, itu juga dirinya mau repot-repot belajar memasak gara-gara permintaan gila Tuan Muda itu pula.


Anya mencoba menahan perasaan aneh dalam dirinya itu lalu segera menuju ke arah kamar tidur untuk memeriksa orang menyebalkan itu.


Namun di kamar tidak ada siapa-siapa.


Anya jelas menjadi bingung ketika menatap ke arah tempat tidur kosong itu dan mulai berpikir apakah Suaminya itu belum pulang?


Tapi dia tidak bilang apapun soal tidak pulang malam ini.


Apakah dia pergi lembur?


Atau malah sedang berpesta bersama teman-temannya?


Yah, toh ini seharusnya bukan urusannya pula, harusnya dirinya tidak terganggu dengan hal-hal seperti ini.


Ketika Anya sedang memikirkan itu, dirinya mendengar ada suara ruang tamu, seperti suara pintu terbuka.


Sepertinya dia baru pulang?


Mari lihat.


Ternyata hal yang dilihat Anya cukup mengejutkan.


Saat ini Anya melihat, Henry sedang bersama seorang wanita, kalau tidak salah itu Tiara?


Mereka terlihat sedang berlangkulan sedikit mesra.


Anya melihat ketika mereka sekarang ketika, mereka mulai berciuman.


Tiara jelas memcoba mencium Henry, namun Henry segera menjauh ketika Tiara mengecup bibirnya itu.


"Ah... Apa yang kamu lakukan? Adikku tersayang... Ah apa kamu begitu merindukan Kakakmu?"


Henry mengatakannya dengan sedikit nada tidak jelas.


Lalu Henry sendiri mencoba berjalan, walaupun terlihat sedikit sempoyongan.


Anya menebak, sepertinya Henry saat ini sedang mabuk.


"Hey? Anya? Hahaha... Kamu ternyata pulang..." Kata Henry dengan nada yang sedikit tidak jelas, ketika tatapannya melihat kearah Anya.

__ADS_1


Tiara yang merangkul Henry itu segera berkata,


"Mari, Kak Henry Aku akan membawamu ke kamar. Dan kamu, sebaiknya minggiran!" Kata Tania sambil menatap kearah Anya.


Anya bahkan belum sempat menjawab, namun Henry menjawab masih dengan nada tidak begitu jelas karena dia terlihat mabuk.


"Tiara... Kamu sebaiknya pulang saja, Aku... Aku bisa kembali ke kamarku sendiri, lagipula sekarang sudah ada wanita itu yang akan melayaniku,"


Henry menunjuk ke Anya dengan nada merendahkan.


Tiara sendiri, jelas merasa tidak suka.


padahal ini adalah kesempatan yang langka untuk melihat Henry mabuk.


Henry biasanya tidak pernah mabuk, dia memiliki kadar toleransi yang tinggi pada Alkohol.


Namun tadi entah kenapa Henry tiba-tiba minum terlalu banyak sangat banyak lebih dari biasanya yang dia minum membuat semua orang yang ada di pesta menjadi kaget lalu mereka malah menawarkan Henry agar lebih banyak minum.


Namun walaupun sudah cukup mabuk kesadarannya tidak benar-benar hilang.


Dia ngotot ingin pulang ke Apartemen.


Jadi, dirinya mengambil kesempatan ini, untuk mengantarkannya kesini, yah...


Barangkali, ada kesempatan bagus nanti di apartemen Namun sayang dirinya lupa jika, ada wanita sialan yang tinggal disana sekarang.


"Hey, Anya? Apa kamu tidak dengar perintahku? Cepat bawa Aku ke kamar! Ah... Tiara! Terima kasih aku akan membalas budimu!" Kata Henry melepaskan tangan Tiara, lalu mulai berjalan, walaupun masih sedikit semboyaga dan segera masuk kedalam pelukan Anya.


Anya tidak memiliki pilihan selain menuruti perintahnya.


Lalu segera tatapannya menatap Tiara yang menunjukkan ekspresi kesal namun sepertinya dia juga segera pergi dari tempat itu.


Sekarang tinggal mereka berdua yang ada disana.


"Tuan Muda... Kenapa kamu bisa mabuk seperti ini? Bukankah kamu besok pergi bekerja?"


Henry yang ditanya itu segera tertawa dan segera menunjuk ke Anya dengan kesal,


"Itu karena kamu! Kamu Anya!"


"Ada apa dengan ku?" Tanya Anya yang jelas sekali bingung dengan kata-kata Henry.


"Itu karena kamu adalah wanita murahan! Ah... Aku melihat bagaimana kamu bersama seorang Pria dengan akrab... Aku tebak, apakah dia salah teman kencan mu? Padahal, kamu sudah memilikiku, namun beraninya kamu bermain-main dengan Pria lain... Kamu sangat murahan! Owh, Apakah kamu sudah mencoba untuk tidur dengannya? Atau kamu baru saja akan merayunya dengan tubuh mu?"


Anya yang mendengar tuduhan itu jelas saja merasa tersinggung, dan tanpa sadar langsung menampar Henry hingga Henry jatuh.


Ya, dirinya ini juga memiliki batas kesabaran dan memiliki perasaan.


Tapi kata-kata barusan terlalu berlebihan.


Memangnya dirinya ini apa?


Dirinya tidak pernah bermain-main dengan Pria manapun selama hidupnya.


Dirinya juga hanya pernah tidur dengan Pria yang ada di depannya ini.


Atas dasar apa dirinya disebut wanita murahan?


Tuan Muda ini semakin lama semakin menjadi-jadi!

__ADS_1


__ADS_2