
Hari-hari segera berlalu dengan cepat, Anya sendiri akhirnya mendapatkan kabar soal hasil seleksi dri Arc. Departemen Store, soal Brand mikinya terpilih dan bisa segera memasuki Mall mereka segera.
Jadi tentu saja masa-masa ini adalah masa-masa paling sibuk untuk Anya, selain harus mengurusi soal penataan dan pemilihan baju yang akan di kirimkan ke AM. Departemen Store sebelumnya, Anya juga memiliki tambahan pekerjaan sekarang yaitu mengurus soal pemilihan dan barang-barang yang akan dikirimkan keArc Departemen Store.
Namun sebelum itu, Anya saat ini sedang melakukan tanda tangan kontrak dengan Arc. Departemen Store, ketika dirinya sedang memeriksa hal-hal dikontrak sepertinya tidak ada masalah.
"Jadi bagiamana Nona Anya, apakah anda cukup puas dengan kontrak yang sudah kami buat?" kata salah perwakilan itu.
Tentu saja perwakilannya bukanlah CEO mereka, mana mungkin Henry harus repot-repot untuk mengikuti tanda tangan kontrak kecil seperti ini?
Yah, Anya tidak mengharapkan apapun pula.
"Ya saya merasa cukup puas dengan kontrak ini dan saya akan segera menandatanganinya,"
Anya segera memberikan tanda tangan nya, dan segera urusan di sana telah selesai.
"Terimakasih atas kerjasamanya, Nona Anya. CEO kami sebenarnya sangat tertarink dengan pakaian yang ada ranjang dia bilang itu adalah sesuatu yang cukup berkelas, dan memamg layak untuk masuk ke tempat kami, para juri yang lain juga merasa setuju dengan hal itu kami kira Brand milik anda mungkin akan bisa menjadi salah satu Brand kelas 1, kami pastikan begitu memasuki Mall kami, kami akan membantu proses promosinya bahkan memberikan penawaran-penawaran pada tamu-tamu VVIP kita,"
Anya yang mendengar itu jelas merasa cukup puas karena pakaian hasil desain uniknya itu rupanya cukup diakui, lenih dari yang dirinya kira.
Dan lagi, Tuan Muda itu menyukainya?
Henry tidak pernah bilang apa-apa padanya soal hal-hal ini pula, bahkan tempo hari ketika dirinya sempat bertanya dia bilang mungkin saja Brand miliknya itu bakal gagal ikut seleksi itu.
Hah, sepertinya memang Tuan Muda itu lebih banyak bicara omong kosong daripada kejujuran, yang membuat Anya merasa cukup heran.
Ini lalu membuat Anya jadi kepikiran, bagaimana nanti jika dirinya memberikan hadiah pada Tuan muda itu salah satu baju rancangannya?
Kebetulan, dirinya baru saja merancang pakaian edisi terbatas, yang rencananya akan rilis juga nanti saat masuki dua Departemen Store besar itu.
Ini adalah salah satu dari hal-hal yang sebelumnya dirinya ikut sertakan dalam pameran itu.
Anya merasa ini ide yang cukup bagus.
"Terimakasih atas pujiannya, saya juga benar-benar sangat senang bisa bekerja sama dengan Perusahaan ini," kata Anya dengan ramah.
Dan begitulah akhir dari pertemuan itu setelahnya, Anya segera kembali ke butik miliknya, dan mulai melanjutkan pekerjaannya.
Namun sebelu itu, Anya ingin memilih dulu baju-baju untuk hadiah Henry nanti.
Asisten Anya yang menatap atasannya itu, terlihat begitu serius saat melihat beberapa pakaian pria jelas merasa bertanya-tanya.
Bukankah itu harusnya sudah di periksa sebelumnya?
Kenapa di priksa lagi?
__ADS_1
"Ada apa Nona Anya? Apakah anda merasa adanya kurang dengan pakaian-pakaian itu?"
"Tidak-tidak Milla, aku hanya sedang memikirkan untuk memilih salah satu dari Set Pakaian itu aku ingin memberikan hadiah kepada seseorang,"
Anya mengatakan itu dengan nada yang cukup serius membuat asistennya itu menjadi heran, karena atasannya ini biasanya tidak pernah memberikan hadiah kepada siapapun apalagi pada seorang Pria.
Ah, benar Asistennya itu yang bernama Milla, akhirnya ingat jika Anya sudah menikah, jelas itu pastilah sebuah hadiah yang akan diberikan kepada Suaminya.
"Itu pasti untuk suami Anda benar bukan Nona? Astaga, Nona anda sangat romantis sekali, memberikan hadiah padanya, dia pasti akan senang dengan hadiah yang kamu berikan,"
"Ya, mungkin saja,"
Anya sendiri tidak merasa yakin kalau nanti tuan muda itu akan senang dengan hadiahnya, lagi pula sebagai tuan muda keluarga Achilles, yang selalu memakai pakaian kelas Atas, apakan puas dengan desain miliknya?
Walaupun dia bilang pada bawahannya dia cukup menyukainya mungkin saja itu hanya sekedar basa-basi atau sesuatu bukan?
Bukan berarti dia ingin makainya.
Anya kemudian menjadi merasa ragu apakah benar untuk memberikan hadiah?
Sudahlah, toh dirinya hanya memberikan niat baik jadi apakah nanti hadiah itu akan diterima atau tidak atau hanya akan menumpuk di tumpukan hadiah lainnya dan tidak akan dipakai itu jelas bukan sesuatu yang dirinya urus, dirinya hanya ingin memberikan hadiah...
Anya sendiri tidak mengerti soal alasan kenapa dirinya ingin memberikan hadiah.
Anya mulai kembali menatap ke arah deretan pakaian-pakaian itu lalu segera mengambil salah satunya dan mulai membayangkan tentang Henry yang akan memakainya.
Ini pasti akan terlihat cocok untuknya, dia akan terlihat lebih tampan dan keren dengan ini.
Setelahnya, Anya mulai melihat pakaian yang lainnya juga, yang mungkin akan terlihat bagus juga untuk dipakai oleh tuan muda itu.
Hah, lagipula itu mungkin karena wajah Tampannya atau Tubuhnya yang memang bagus, apapun pakaian yang dia pakai dia akan tetap sangat tampan.
Anya tidak ingin terlihat munafik dengan tidak mengakui ketampananya itu, sesuatu yang bisa dirinya lihat setiap hari, dan lagi....
Dan lagi, suaminya itu juga terlihat sangat bagus juga tanpa mengenakan pakaian apapun, tubuh dan otot-otot nya yang indah juga bagian tertentu yang...
Anya mulai segera menggelengkan kepalanya karena pikirannya barusan menjadi terlalu gila.
Sungguh, ini mungkin karena dirinya terlalu sering menghabiskan malam dengan Pria itu.
Anya mencoba untuk kembali menenangkan pikirannya agar tidak berpikir macam-macam.
####
Di tempat lainnya, saat ini Henry sedang mengadakan pertemuan untuk perencana launching produk terbaru mereka, yang rencananya akan rilis sekitar bulan depan.
__ADS_1
Di depan Henry sekarang, sudah ada contoh produk yang akan di rilis, rancangan ini jelas sudah dipikirkan sejak lama dengan berbagai percobaan.
"Ya, Aku rasa produk ini akan siap untuk di launching dan di umumkan dulu, masalah Pra-Rilis dan Pejualan Perdana, nanti akan kita bicarakan di rapat berikutnya, Aku masih harus memeriksa lagi soal rancangan produk ini," kata Henry dengan serius saat memimpin jalannya rapat itu.
"Baik Pak Presdir, saya yakin Ide ini akan sukses di pasaran, dan pasti akan laku keras. Ini adalah sebuah produk inovatif dari perusahaan teknologi milik Perusahaan kita,"
"Tentu saja, aku juga mengharapkan sesuatu yang besar dari produk elektronik kita yang baru ini dan satu lagi kalian semua harus ingat jika ide dan hal-hal yang kita bicarakan dalam rapat ini adalah sebuah rahasia," kata Henry lagi, memberikan perintah pada anak buahnya itu.
"Baik, Pak Presdir, kami jelas mengerti jika semua rancangan dan desain untuk produk ini adalah sesuatu yang rahasia yang tidak boleh dikatakan sebelum launching dan pengumumannya ke publik,"
"Ya, itu bener. Aku tidak ingin jika sampai ada perusahaan lain yang mencuri ide kita dan malah melongkan produk ini sendiri kalian semua harus tahu aku benar-benar tidak menyukai yang namanya penghianat,"
Para anak buah Henry, segera mengangguk karena paham betul apa yang dibicarakan oleh pemimpin mereka.
Rapat itu segera diakhiri dan Henry segera kembali ke ruangannya untuk mengurusi pekerjaan-pekerjaan lain yang harus dinyalakan.
Sampai tiba-tiba ada sebuah pesan masuk.
Ini dari Anya yang bertanya apakah dirinya akan makan mala di rumah atau tidak, sepertinya anya ingin menujukan resep barunya, apakah itu nanti akan sesuai denganselera Henry atau tidak.
Henry yang melihat pesan itu jelas segera tersenyum dan dengan yakin langsung membalas.
'Tentu, Aku akan pulang jam 8 malam tepat waktu, kamu masak yang benar,'
Ya, Henry entah kepana jadi menantikan soal acara malam nanti, ini pasti akan menjadi hal yang bagus.
Namun segera, Henry menatap ke arah mejanya yang penuh dengan dokumen membuat dirinya tidak yakin apakah ini akan selesai tepat waktu atau tidak.
Henry hanya bisa menghela nafas mungkin nanti beberapa dokumen akan dirinya bahwa pulang saja dan dikerjakan di rumah.
####
Sore itu, kebetulan Shery berniat mengujugi Kakaknya, sebenarnya Shery masih memiliki beberapa perasaan rumit.
Terutama setelah dirinya mendapatkan tawaran dari Tuan Muda Steven itu, yang kabarnya sepupu Henry Achilles.
Tawarannya cukup sederhana, dirinya dan Kakaknya harus bisa menemukan dan mendapatkan dokumen-dokumen rahasia soal project yang saat ini dilakukan oleh Suami kakaknya itu.
Dia bilang, jika dirinya dan kakaknya menuruti semua kata-katanya dia akan mengurus soal hutang-hutang keluarga itu dan akan bisa membuat Anya,kakaknya segera bisa bercerai.
Karena, ketika Henry memiliki masalah dan kekuasaannya terguncang, pasti dia tidak akan bisa semena-mena lagi kakaknya atau keluarga mereka.
"Sherly? Kamu datang? Tumben sekali apakah pekerjaan magangmu sudah selesai?" tanya Anya ketika menyapa adiknya itu.
"Ya aku kebetulan sedang bebas hari ini dan ingin mengajak kakak untuk makan malam bersama, mungkin untuk membicarakan beberapa hal,"
__ADS_1