Istri Mainan Sang Tuan Muda

Istri Mainan Sang Tuan Muda
Episode 50: Apakah kamu menyukaiku?


__ADS_3

Henry yang merasa binggung itu, secara spontan langsung segera bertanya,


"Apakah kamu marah padaku?"


Anya yang di tanya tiba-tiba itu, hanya langsung segera menjawab dengan tenang.


"Aku tidak marah padamu."


Henry yang mendengar jawaban tenang itu, malah merasa semakin tidak enak.


"Aku tahu kamu itu marah padaku sekarang apalagi hal yang aku lakukan hingga membuatmu marah?"


"Aku sungguh tidak marah... Hanya...."


Anya juga tidak mengerti dengan emosi kompleks yang dirinya rasakan ini, apalagi saat memikirkan Tuan Muda yang ada di depannya itu baru saja bermain-main dengan wanita lain.


Hanya, perasaannya tidak enak hanya dengan memikirkannya.


"Apa? Aku yang harusnya marah disini,"


Sekarang ekpersi Anya segera berubah dan menunjukkan ekspresi bingung merasa tidak mengerti dengan ucapan Tuan Muda itu.


"Marah kenapa? Bukankah kamu bilang tidak akan marah padaku?"


Henry yang mendengar kata-kata tanpa emosi itu segera menarik nafas, mencoba menahan dirinya dari marah, memikirkan sepertinya wanita yang ada didepannya ini ingin mencoba menguji kesabaran yang dimilikinya.


"Kamu hanya perlu menjawab pertanyaanku," kata Henry lagi.


"Apa yang ingin kamu katakan?"


Henry menjadi bingung harus berkata mulai dari mana.


"Sekitar minggu lalu pas Hari Sabtu ketika libur, saat Aku pergi bertemu dengan teman-temanku,"


Anya yang tiba-tiba ditanya itu segera menjadi teringat hari itu adalah Sabtu, dimana adiknya Sherly datang dan membantunya belajar memasak.


Namun, Anya tiba-tiba segera memikirkan firasat buruk.


"Ya, Aku ingat... Memangnya ada apa dengan Hari itu?"


"Saat itu Aku memintamu untuk tidak memasuki Ruangan Kerjaku bukan?"


Anya segera menjawab dengan ekspresi ragu.


"Ya,"


"Ada berkas penting didalam, namun saat itu Aku tahu, kamu memasuki ruangan itu, aku membiarkannya hari itu karena kamu memasakan masakan enak, Aku jelas tidak curiga apapun padamu, namun kamu tahu? Hari itu, berkas penting di ruangan ku bocor, aku bertanya-tanya Apakah itu kamu yang sengaja menyebarkannya?"


Anya yang ditanya itu menjadi segera diam karena tidak tahu harus menjawab apa.

__ADS_1


Dirinya ingat, adiknya Sherly pernah bercerita memiliki semacam rencana yang sepertinya jelas bukan hal baik Apakah itu mungkin ada hubungannya dengan apa yang ditanyakan tuan muda ini?


"Apa kamu segaja mencuri berkas itu karena Ingin membuatku marah?"


Anya masih diam ketika ditanya itu.


Henry yang melihat Anya masih diam dari tadi menjadi cukup emosi.


"Kenapa kamu tidak menjawabku dari tadi? Kamu cukup menjawab Iya atau tidak, dan percayalah Aku akan percaya dengan ucapanmu,"


Ya, Henry memilih untuk percaya pada wanita yang ada dihadapannya ini, calon Ibu anaknya kelak, orang yang akan paling dekat dengannya, jika dirinya tidak percaya padanya, pada siapa lagi dirinya akan percaya nanti di masa depan?


Walaupun hal-hal masih rumit, dirinya benar-benar ingin percaya pada Anya, bahwa nanti wanita di depannya ini akan bilang tidak.


Lagipula dirinya memiliki beberapa musuh yang memang tidak menyukai dirinya siapa yang tahu beberapa orang memang sengaja ingin menjatuhkannya?


Namun jawaban Anya membuyarkan semua harapan Henry.


"Ya, Aku yang melakukannya,"


Itu adalah jawaban singkat, Anya merasa ini bisa jadi perbuatan Adiknya, namun dirinya tidak bisa membuat masalah dengan mengakui itu, atau itu mungkin malah membawa adiknya dalam masalah tambahan lagi.


Lagipula ini juga salahnya juga, kenapa dirinya teledor hari itu, dan tidak memperhatikan dan mengawasi adikmu dengan baik.


Dirinya juga sebelumnya tidak menasehati adiknya dengan baik hingga adiknya itu memiliki rencana-rencana yang tidak terpikirkan.


Secara tidak langsung ini adalah salahnya.


Anya tentu merasa sedikit gugup, mulai menuduk dan menunggu Tuan Muda di depan akan marah padanya.


Ya, Anya sudah siap dengan kemarahan Tuan Muda itu, entah apa nanti yang akan Tuan Muda itu lakukan dirinya akan mencoba menahannya.


Apapun kata-katanya...


Lagipula, dirinya sudah melakukan kesalahan fatal.


Namun kemarahan yang Anya tunggu tidak kunjung muncul.


Tuan Muda itu menjadi diam dan tidak mengatakan apapun.


Anya yang penasaran, segera mengangkat kepalanya untuk mencoba menatap Tuan Muda itu.


Namun ekpersi Tuan Muda itu, terlihat sangat hancur, sebuah ekpersi yang tidak pernah Anya kira.


Henry lalu menatap Anya lekat, dan memegang kedua bahunya sampai Anya sedikit merasa sakit.


"Apakah ini sekarang caramu untuk membuatku marah? Kamu sangat ingin membuatku marah sehingga Aku akan menceraikan mu secepatnya? Segitu inginkan kamu bercerai dengan ku?"


Anya jelas merasa bingung kenapa Tuan Muda yang ada di depannya ini mengungkit-ngungkit hal-hal semacam ini, soal perceraian tiba-tiba, dirinya kira Tuan Muda itu akan memarahinya terutama setelah kejadian soal kebocoran data yang dilakukan adiknya itu.

__ADS_1


Namun kenapa Tuan Muda itu malah tiba-tiba membahas hal?


Anya benar-benar merasa tidak mengerti ke arah mana pembicaraan itu.


Hanry yang menatap wanita di depannya itu masih diam segera menunjukkan kemarahannya lagi dan berkata,


"Kamu harus ingat Anya, sampai kapanpun Aku tidak akan bercerai denganmu, kita akan membesarkan anak kita sampai dia besar, jadi bahkan jika kamu tidak suka, kamu tidak bisa untuk mencoba membuat kita bercerai, kamu selamanya akan menjadi Istriku, kamu jangan lagi mencoba untuk menguji amarahku..... Atau Aku tidak tahu apa yang akan aku lakukan padamu..."


Ada amarah yang tertahan ketika Henry mengatakan itu.


Ya, dirinya begitu marah seolah kepercayaannya di khianati.


Namun dirinya tidak bisa marah terlalu keras karena mengerti kondisi tidak stabil Anya sekarang.


Dirinya dihadapkan pada situasi yang begitu sulit hingga tiba-tiba, hanya bisa mengatakan sebuah emosi terdalam yang dirinya pendam selama ini.


Bahwa dirinya tidak ingin bercerai dengan Anya.


Tidak ingin!


Anya sendiri menjadi kaget dengan kata-kata Tuan Muda itu.


Dirinya tidak mengerti, soal keinginannya Tuan Muda itu dari awal.


Dari yang dia menginginkan seorang anak, lalu keinginannya untuk tidak ingin bercerai dengan dirinya...


Hal-hal ini sungguh sulit untuk diterima...


Bukankah Tuan Muda itu sendiri yang bilang dari awal?


Jika dirinya ini hanyalah Istri Mainannya?


Yang bisa dibuang kapan saja sesuai keinginannya?


Namun kenapa sekarang Tuan Muda itu berkata seperti ini?


Seolah-olah, selalu ingin bersama dengannya dalam ikatan pernikahan selamanya...


Tidak ingin bercerai...


Tidak akan membuang dirinya...


Anya benar-benar tidak mengerti, Kenapa Tuan Muda itu mengatakan sesuatu yang tidak masuk akal, kenapa dia tiba-tiba seolah berubah pikiran?


Dan tidak mengagap dirinya sebagai Istri Mainannya lagi?


Namun tiba-tiba sebuah pikiran konyol muncul dalam benak Anya, Anya mengatakannya secara spontan,


"Apakah kamu mungkin menyukaiku?"

__ADS_1


__ADS_2