Istri Mainan Sang Tuan Muda

Istri Mainan Sang Tuan Muda
Episode 55: Menjadi Rumit


__ADS_3

Anya yang begitu marah itu, jelas segera membawa adiknya Sherly untuk pergi balkon itu, bahkan tanpa menunggu Henry untuk segera memberikan penjelasan.


Henry yang tiba-tiba mendapatkan kemarahan dan tampak begitu jelas segera untuk menenangkan Anya.


"Anya... Ini tidak seperti yang kamu kira,"


"Cukup, aku sedang tidak ingin berbicara denganmu lagi, tapi sungguh kamu benar-benar membuatku kecewa aku kira kamu sudah berubah,"


Setelah mengatakan itu, Anya segera pergi dari tempat itu bersama Sherly, Henry jelas ingin mengejar istrinya itu namun dirinya tidak ingin menjadi bahan pembicaraan karena bertengkar di pesta dengan Anya, jadi Henry hanya bisa menatap kepergian Anya itu.


Henry sebenarnya tidak akan pernah mengira jika ada kejadian seperti ini, Henry memang mengakui jika ini semua salahnya dari awal, cukup wajar jika Anya akan salah paham, untuk Anya tahu semua itu dengan cara seperti itu.


Apalagi setelah melihat kejadian barusan.


Henry sekarang menjadi diam di ruangan itu tegah berpikir tentang bagaimana caranya untuk mengatasi masalah meluruskan kesalahpahaman ini.


Apakah dirinya harus minta maaf?


Namun apa nanti yang harus dirinya jelaskan?


Henry masih binggung disana.


Tiara yang melihat Pria itu sekarang memiliki ekspresi yang begitu sedih itu jelas mencoba mencari kesempatan ini untuk menghibur Henry.


"Kak Henry, Kakak lihat? Istri Kakak itu benar-benar keterlaluan sampai menampar kakak seperti itu maka kakak tidak apa-apa?" kata Tiara terlihat cemas sambil mencoba memegang pipi Henry yang saat ini sediki bengkak dan meninggalkan tanda merah itu.


"Astaga, ini bahkan sampai meninggalkan tanda seperti ini wanita itu jelas benar-benar tidak tahu diri," kata Tiara lagi.


Henry yang mendengar tentang Tiara yang mengatakan itu segera memberikan tatapan dingin pada gadis itu, dan menepis tangannya lalu berkata,


"Diamlah Tiara, kamu tidak perlu ikut campur soal urusanku. Tentang apa yang Istriku lakukan, itu semua urusanku,"


Mendegar kata-kata penolakan dan dingin itu, Tiara jelas menjadi tidak senang namun tetap mencoba menjaga ekspresinya.


"Tapi, Kak Henry Dia menjadi berani padamu, aku hanya sedikit khawatir tentang kakak tidak bermaksud untuk menyampuri urusan Kakak,"


Mendegar itu, Henry hanya segera menghela nafas lalu berkata,


"Kamu tidak usah terlalu khawatir. Terimakasih atas perhatianmu, namun kamu harap kamu sedikit mengerti saat ini aku membutuhkan waktu untuk jadi bisakah kamu meninggalkanku di sini?"


Tiara yang tiba-tiba diusir itu jelas merasa tidak senang namun tidak memiliki pilihan selain pergi.


Dan sekarang hanya ada Henry yang ada di balkon itu mulai menatap ke arah langit gelap di luar sana.


Pikirannya menjadi tenggelam tentang bagaimana untuk menjelaskan semua masalah ini.


Henry jelas tidak senang jika sampai ke salah pahaman ini berlanjut terlalu lama.


Namun bagaimana caranya untuk menenangkan Anya?


Henry lalu segera memejamkan matanya sebenarnya ada sebuah solusi mudah untuk ini.


Apakah ini sudah saatnya?


Ketika memikirkan soal solusi ini, sebenarnya Henry merasa sedikit ragu.


Karena saat ini Henry masih ragu soal perasaan Anya padanya...


Dirinya menilai ini terlalu cepat.


Namun jika tidak segera mengungkapkan perasaannya menjadi takut jika kesalahpahaman mereka akan menjadi semakin meningkat, yang membuat Anya malah semakin membenci dirinya.


Itu jelas bukan hal yang baik.


Namun Henry merasa cukup malu jika mengungkapkan soal perasaannya itu.


Bagaimana jika nanti dirinya ditolak?

__ADS_1


Tidak, bahkan walaupun di tolak, Anya tidak bisa kemana-mana karena wanita itu masih menjadi istrinya, bahkan mereka akan segera memiliki anak segera.


Namun bagaimana jika nanti Anya malah mengejeknya?


Henry tiba-tiba merasa malu ketika memikirkan itu.


Terutama, karena dirinya sendirilah yang memulai permainan ini dari awal.


Namun pada akhirnya dirinya yang terlalu tenggelam dalam permainan hingga dirinya jatuh hati pada wanita itu.


Sebuah perasaan yang tidak akan pernah dirinya duga, hal-hal yang muncul terlalu tiba-tiba dan tidak terkira.


Itulah namanya cinta...


Sebuah perasaan misterius, namun juga sangat menyenangkan.


Henry sekali lagi mencoba menarik nafas dalam-dalam dan mulai untuk menormalkan perasaannya.


Henry sepertinya sudah mulai mengambil kesimpulan tentang apa yang harus diambilnya.


"Hah, ini sedikit cepat namun tidak apa-apa aku akan segera mengungkapkan perasaanku agar aku bisa memperjelas hubungan antara Aku dan Anya... Tunggu sebentar lagi,"


Henry yang sudah memantapkan niatnya itu segera untuk menelepon anak buahnya untuk menyiapkan sesuatu.


Tidak perlu menunggu terlalu lama nanti begitu mereka sampai di Apartemen, setelah pesta ini berlangsung dirinya akan segera mengatakannya pada Anya.


####


Disisi lainnya, saat ini Anya sedang berada di salah satu ruangan kosong di rumah itu sedang berbicara berdua hanya dengan adiknya.


"Sherly, sekarang coba kamu katakan padaku apa yang sebenarnya terjadi,"


Sherly yang ditanya oleh kakaknya itu segera menjadi diam.


"Sherly! Coba jelaskan padaku!"


Mendegar kakaknya marah, Sherly masih menunduk karena bingung bagaimana cara menjelaskan hal ini kepada kakaknya.


"Sherly, ini bukan saatnya kamu meminta maaf sekarang katakan padaku hal yang sebenarnya terjadi kenapa kamu sampai berlutut seperti itu?"


Sherly sejujurnya menjadi tentang bagaimana cara untuk menceritakan ini.


"Tidak apa-apa, kamu tidak perlu takut pada siapapun ceritakan saja dengan jujur sebenarnya apa yang terjadi",


"Kakak tahu bukan jika dulu Aku pernah menyinggung Tuan Muda itu? Hal-hal itu, karena awalnya Tuan Muda itu mencoba untuk mengoda dan melecehkanku disalah satu Pesta, Aku hanya kesal dan tidak sengaja untuk mendorongnya untuk membela diriku namun Tuan Muda itu malah jatuh dari tangga, setelahnya dia menjadi begitu marah, aku merasa itu bukan salahku, karena dia duluan yang mulai gara-gara denganku yang menyebabkan insiden itu, namun hal itu berakhir dengan dia yang membuat bangkrut Perusahaan Keluarga, hingga akhirnya terjadilah permintaan aneh itu, hingga Kak Anya harus mengantikanku untuk menikah,''


Anya yang mendengar itu sejujurnya cukup terkejut karena ini juga pertama kalinya dirinya mendengar cerita ini secara lengkap yang dirinya tahu hanyalah adiknya ini pernah membuat masalah dengan Tuan Muda itu.


Melihat sikap Tuan Muda itu dimasa lalu, di mana tuan muda itu sangat suka bermain wanita wajar jika dia akan mulai menggoda beberapa gadis di luar sana, untuk di ajak bermain-main.


Jadi awalnya adiknya yang di incar?


Hah, pantas saja Tuan Muda itu benar-benar menjadi sangat marah ketika yang menikah dengannya bukan Sherly namun dirinya.


Semua masalah itu memang dimulai dari situ.


"Lalu, berikutnya apa yang terjadi?" tanya Anya lagi.


Sherly menjadi terdiam lalu segera mulai menceritakan hal-hal berikutnya.


"Saat Pesta Pernikahaan Kakak, Kakak menyuruhku untuk bersembunyi di salah satu hotel. Karena hari sudah berlalu, siang itu Aku pikir Aku sudah aman, jadi Aku mulai pergi dari hotel itu ke restoran di depan hotel untuk mencari makan siang, namun Aku malah bertemu dengan Tuan Muda itu, dia marah padaku, lalu mulai mengancanku, untuk minta maaf dan berlutut padanya, untuk menyerahkan diriku, kalau tidak, dia akan melakukan sesuatu yang buruk pada Kakak... Aku hanya panik dan takut saat itu..."


Anya yang akhirnya mendengar keseluruhan ceritanya yang memang seperti yang terlihat dan terdegar tadi, sejujurnya tidak tahu harus berkata apa.


Masalah itu memang cukup rumit jika dipikirkan...


Namun ketika memikirkannya sekarang entah kenapa ada sebuah kekecewaan mendalam di hati Anya, memikirkan yang Tuan Muda itu inginkan bukanlah dirinya namun adiknya.

__ADS_1


Perasaan kesal, marah dan kecewa.


Namun Anya juga mulai menyadarinya.


Untuk apa dirinya marah, kesal dan kecewa?


Karena pada akhirnya, Anya sendiri yang paling tahu jika dirinya ini tidak lebih dari Istri Mainan Tuan Muda itu.


Hubungan mereka bisa diakhiri kapanpun ketika tuan muda itu menginginkannya...


Perasaan kehilangan dan sakit hati yang ada di hatinya ini, akhirnya membuat Anya sadar.


Mungkin jika sekarang dari lubuk hatinya yang paling dalam, dirinya juga mengiginkan Tuan Muda itu, untuk menjadi miliknya, menjadi miliknya satu-satunya.


Anya tiba-tiba merasa dirinya kalah, kalah dalam permaianan ini, karena dirinya telah terjerat oleh pesona Tuan Muda itu.


Apakah itu adalah bagian dari permainan Tuan Muda itu?


Perasaan ini menjadi terasa begitu Salah ketika dirinya memikirkan semua ini.


Hanya kenapa dirinya harus jatuh cinta...


Pada Tuan Muda itu, dari semua orang?


Seseorang yang suka untuk mempermainkan perasaan wanita.


Bisa-bisanya, dia mencoba mempermainkan dirinya dan adiknya Sherly.


Hanya seberapa buruk tuan muda itu ternyata?


Namun, Anya juga menyadarinya bahwa setelah dirinya tahu semua kelakuan buruk itu kenapa bisa rasa cinta di hatinya tidak berubah?


Sherly melihat tentang bagaimana kakaknya itu menjadi terdiam jelas menjadi khawatir.


"Kak Anya tidak apa-apa"


Suara Sherly, segera membiarkan lamunan Anya.


"Ya, tidak apa-apa, aku hanya merasa sedikit haus saja,"


"Emm, bagaimana kalau kita keluar saja dan mengambil minum untuk Kakak? Bagaimanapun juga, kakak sedang hamil, kakak harus menenangkan diri, aku benar-benar minta maaf sampai membuat masalah seperti ini tapi sungguh aku hanya benar-benar ingin memperbaiki semuanya..."


"Tidak apa-apa, kamu tidak salah, hanya dia saja yang terlalu brengsek,"


Namun sekali lagi, Anya menjadi frustasi sendiri, kenapa dirinya bisa-bisanya menyukai Pria Brengsek macam itu?


Astaga...


Cinta apakah bisa segila itu?


Anya yang tidak mau terlalu memikirkannya segera mengajak adiknya keluar dari sana lalu kembali ke ruangan pesta.


Anya dan Sherly tentu saja tidak menyadari jika mereka berdua diikuti oleh seseorang dari tadi.


Pria itu, lalu segera berkata pada salah satu Pelayan yang sudah di siapkan sebelumnya,


"Kamu lihat, wanita yang mengenakan gaun berwarna biru muda itu? Kamu harus memberikan obat ini ke dalam minuman," kata Pria itu, lalu memberikan beberapa pil pada pelayan itu.


"Tentu Tuan Stevan, saya akan menjalankan rencana sesuai yang anda perintahkan,"


"Bagus, ini semua jelas tidak boleh gagal,"


Pelayan itu, jelas segera pergi dari tempat itu dan menuju ke stand minuman lalu mulai meletakkan isi pil itu kedalam sebuah minuman.


Pelayan itu berjalan cukup cepat dan tangap, jadi ketika Anya akan mengambil minum, pelayan itu sudah lebih dulu menawarkan minum padanya,


"Ini Nyonya, ini Jus buah, minuman ini cocok untuk kesehatan anda,"

__ADS_1


Anya yang mendapatkan tawaran minuman itu, lalu segera mengambil gelas di nampan yang di beikan pelayan.


Anya benar-benar merasa sangat haus sekarang.


__ADS_2