
Pada akhirnya, hari itu Henry tidak berani untuk menampakan dirinya di depan Anya, Henry entah kenapa menjadi sedikit takut ketika memikirkan dirinya mungkin akan ditolak oleh Anya.
Atau setidaknya, begitulah seberapa besar mungkin Anya membencinya.
Setelah semua, Henry yang paling sadar, dirinya lah yang terlalu egois sejak awal, yang memaksa Anya melakukan ini dan itu, tanpa benar-benar tahu apakah Anya mengiginkannya atau tidak.
Permintaan yang dirinya buat selalu terkesan tidak masuk akal.
Wajar jika Anya membencinya.
Henry kembali meletakan bunga miliknya itu, lalu berangsur-angsur segera mengendarai mobilnya, dan menjauh dari tempat itu.
Di sisi lainnya, Anya tiba-tiba menoleh kearah ujung jalan, merasa seperti ada seseorang yang menatapnya?
Namun ketika berbalik tidak ditemukan siapa-siapa di sana.
Hanya ada hembusan angin dingin yang menerpa dirinya.
Mungkin ini hanya perasaannya saja.
Anya lebih memilih, untuk tidak mau terlalu memikirkan hal-hal rumit jadi dirinya memilih bekerja untuk melupakan segala masalah yang dirinya miliki.
Yah, mungkin dengan bekerja begitu keras dirinya akan sedikit bisa melupakan kesedihan yang ada di hatinya.
"Aku cukup terkejut kamu benar-benar bisa menyelesaikan desain baru ini dengan cepat," puji Asisten Anya itu.
Anya segera tersenyum dan berkata,
"Aku hanya memiliki beberapa waktu luang,"
Ya, benar Anya kembali mencoba fokus untuk melanjutkan pekerjaannya mencoba mengabaikan perasaan dan pikiran-pikiran tidak nyaman yang menghantui dirinya.
Kalau dipikirkan lagi Bukankah ini sudah seperti rencana awal yang dirinya miliki?
Ketika Tuan Muda itu, mulai bosan dengan dirinya Tuan Muda itu akan melepaskan dirinya.
Dan dirinya, bisa kembali ke dalam kehidupan damainya melanjutkan Mengejar Mimpi yang dimilikinya kembali ke hari-hari biasa.
Ini adalah hal yang sangat dirinya inginkan sejak dirinya terlibat dalam kekacauan Pernikahan dengan Tuan Muda itu.
Untuk di tinggalkan oleh Tuan Muda itu, hingga akhirnya mereka berdua tidak perlu lagi bertemu lagi.
Ya, ini sesuatu yang dirinya inginkan namun kenapa rasanya sekarang ada kehampaan besar di dalam hatinya?
Anya tahu, itu mungkin karena dirinya sudah jatuh terlalu dalam?
Hah...
Namun tidak apa-apa ini mungkin memang jalan yang terbaik.
Anya terus menyakinkan dirinya, jika ini sudah lewat.
Dan dirinya bisa kembali ke kehidupan lamanya.
Anggap saja, kisahnya dengan Tuan Muda itu, hanya bagian dari sebuah mimpi, mimpi buruk dan mimpi indah untuk sesaat.
__ADS_1
Hal-hal yang sudah berlalu.
####
Ini adalah hari yang lain, di hari-hari yang berlalu dalam sekejap.
Saat ini di sebuah di Ruang Tamu Keluarga Achilles, terlihat Kakek Henry, sedang berbicara dengan seseorang di sana.
"Stevan, hal penting Apa yang ingin kamu bicarakan denganku?"
Pria yang diajak bicara itu segera mengeluarkan ponselnya.
"Kakek mungkin harus mendengarkan sendiri hal-hal yang aku dapatkan ini, sebuah rekaman suara,"
"Kenapa kamu tidak langsung ke intinya dan rekaman tentang apa itu?"
Stevan lalu segera tersenyum dan berkata lagi,
"Ini soal Kak Herny dan Pernikahannya, tidakkan Kakek berpikir, jika Pernikahan Kak Henry itu sebuha rekayasa? dia sengaja mencari seorang wanita untuk dia sewa agar berpura-pura menikah dengannya dan menjadi istrinya, hanya untuk menyenangkan Kakek,"
Kakek Henry yang mendengar itu jelas menunjukkan ekspresi terkejut dan syok lalu segera berkata dengan marah,
"Stevan, kamu jangan bicara sembarangan soal kakakmu itu!!"
Stevan yang sudah menduga bahwa dirinya akan mendapatkan respon dingin itu, jelas segera berkata lagi,
"Itulah kenapa aku harus menunjukkan video ini,"
Ya, ini adalah sebuah video pengakuan yang dilakukan oleh Sherly dulu, saat dirinya menipu gadis itu.
Salah satu bukti yang susah payah dirinya dapatkan.
Kakek Henry lalu segera menatap ke arah ponsel dan kemudian sebuah video segera diputarkan.
Kakek Henry lalu mulai melihat seorang gadis muda yang terlihat sangat familiar di sana.
Kakek Henry ingat, bahwa Anya pernah memperkenalkan gadis itu sebagai adiknya?
Ketika melihat wajah yang familiar itu, wajah Pria tua itu, segera menjadikan tegangan.
Video setelah itu mulai diputar, dimana Sherly mulai menceritakan hal-hal yang terjadi didalam Video itu.
Tentang, bagaimana pertemuannya dengan Henry, yang membuat Henry marah dan tersinggung, hingga Henry yang mulai sewenang-wenang mengganggu perusahaan milik keluarganya.
Dan kisah dimana, Tuan Muda itu menawarkan sebuah Pernikahan agar Tuan Muda itu mau membebaskan utang dari Perusahaan Keluarga yang hampir bangkut itu, hingga Kakaknya Anya terpaksa mengantikan dirinya untuk menikah dengan Tuan Muda itu.
Anya yang awalnya tidak tahu apa-apa harus terlibat dalam kekacauan yang dibuat oleh dua orang itu.
Kemudian, video berakhir.
Kakek Henry, yang menonton video itu jelas merasa syok dan tidak pernah mengira hal-hal seperti itu bisa terjadi.
Dirinya tahu, pernah menyuruh cucunya itu, agar cepat menikah, atau cucunya itu tidak akan diberi warisan.
Tentu saja Ini hanya semacam lelucon yang dirinya buat.
__ADS_1
Karena yang dirinya inginkan hanyalah cucunya itu segera menikah dan memiliki keluarga.
Kakek Henry, benar-benar tidak mengira jika cucunya itu malah sampai melakukan hal-hal konyol itu dengan memaksa seorang wanita untuk menikah dengannya, hanya demi rencana licik cucunya.
Kemarahan tiba-tiba memasuki hati pria tua itu.
Jika memikirkan lagi, Cucunya Henry tentu saja bisa berbuat hal-hal semacam itu.
Cucunya Henry adalah tipe, yang akan melakukan apa saja demi hal-hal yang dia inginkan.
Mengunakan, kepintaran dan kehebatannya.
Sikap egois yang memang sudah tumbuh dari sejak cucunya itu kecil.
"Kakek lihat sendiri bukan? Semua bukti ada di video itu,"
Kakek Herny itu lalu segera menghela nafasnya.
"Ya, aku akan mengurus ini jadi sebaiknya kamu pergi saja Stefan,"
"Kakek? Apakah kakek tidak percaya padaku aku sudah berhasil mendapatkan buktinya,"
"Cukup, Aku tahu aku hanya ingin menenangkan diriku tidakkah kamu mengerti?"
"Baiklah Kakek, Aku mengerti, Kakek harus segera mempertimbangkan hukuman apa yang layak untuk Kak Herny yang menipumu. Mungkin soal kehamilan Istrinya itu juga semacam tipuan,"
Kakek Henry, segera merasa sakit kepala hanya memikirkan dengan kekacauan yang dibuat oleh Henry.
Tidak mengira Henry cucunya bisa sampai segitunya, hanya demi warisan?
Hah, bahkan sampai memaksa seorang gadis yang tidak tahu apa-apa.
Rasa kekecewaan memenuhi hati, Pria tua itu.
Dan segera setelah Stefan pergi, dia segera memanggil Herny dari telepon.
Awalnya, Henry masih tenggelam dalam pikirannya, masih tidak berani menampakkan wajahnya di depan Anya, hanya kadang-kadang dirinya akan muncul untuk mengamati wanita itu dari jauh.
Hanya sekedar untuk mengurangi rasa rindu di hatinya.
Hal-hal ini sangat berat.
Ketakutan akan di tolak.
Henry bahkan menjadi tidak fokus pada pekerjaannya di kantor.
Sampai kemudian, Henry yang sedang mencoba fokus dengan pekerjaannya itu menerima telepon dari Kakeknya.
Henry, yang merasa heran segera mengangkat telepon, namun yang dirinya dengar adalah nada kemarahan dari Kakeknya.
"Henry, segera temui kakek sekarang dan pulanglah ke Rumah Keluarga Achilles, tidak ada keterlambatan,"
"Ada apa Kakek? Kenapa tiba-tiba?"
"Kamu datang saja sekarang,"
__ADS_1
Pada akhirnya, Henry tidak memiliki pilihan selain datang ke rumah kakeknya itu.
Namun begitu Henry tiba di depan Kakeknya, yang Henry dapatkan adalah semua tamparan.