Istri Mainan Sang Tuan Muda

Istri Mainan Sang Tuan Muda
Episode 60: Tanpa Aku


__ADS_3

Saat ini di sebuah mobil yang tengah berhenti di jalanan yang cukup sepi, di depan sebuah Rumah, terlihat seorang pria mengenakan setelan baju yang cukup rami, dan juga sebuah ekspresi datar di wajahnya.


Namun ekspresi tentang itu perlahan-lahan menjadi sebuah kecemasan ketika pria itu mulai menatap ponselnya.


Setelah diam beberapa hal pria itu segera menelepon seseorang dengan ponsel itu.


Butuh waktu cukup lama sampai ponsel itu diangkat.


Ada suara seorang gadis dari balik telepon itu yang terlihat bingung mendapatkan telepon yang tiba-tiba.


"Tiara, keluarlah dari rumah dan temui aku depan Ada hal penting yang ingin aku bicarakan denganmu, Aku menunggumu di depan,"


Tepat setelah mengatakan itu, Pria itu, Isacc langsung segera menutup teleponnya bahkan, tanpa menunggu jawaban dari gadis yang di teleponnya.


Dan tidak lama sampai seorang gadis keluar dari rumah itu dan mulai mengetuk pintu mobil isacc.


"Kak Isacc, hal penting apa yang ingin kamu katakan?"


Tanpa menjawab pria itu segera membuka mobilnya, dan berkata,


"Masuklah di luar dingin,"


Tiara tanpa banyak kata-kata segera memasuki mobil itu.


Baru setelah pintu mobil kembali ditutup dan gadis itu duduk dia kembali bertanya pada pria yang ada di sebelahnya,


"Kak Isacc, ada apa?"


"Tiara, aku sudah memutuskan jika aku tidak bisa menjaga lagi rahasia yang kamu sembunyikan,"


Ekspresi kepanikan segera muncul di wajah gadis itu.


"Apa maksudmu? Kamu sudah berjanji padaku,"


"Tiara, apakah kamu tidak tahu? Keadaan Henry saat ini cukup buruk, aku tidak pernah melihat dia begitu frustasi semacam itu, aku sungguh merasa tidak nyaman karena harus berbohong pada sahabatku sendiri,"


"Tapi Kak Isacc, kamu haruslah lebih paham tentang posisiku bagaimana nanti jika dia malah membenciku? Kamu tahu bukan betapa aku mencintai dia?"


"Tapi Tiara, bukankah saat ini kamu seharusnya sadar jika Henry tidak mencintaimu, dia tidak memiliki perasaan romantis semacam itu padamu dia hanya menganggapmu sebagai adik kecilnya, tidakkah kamu merasa malu tentang perbuatan jahat yang kamu lakukan yang membuat Henry sedih?"


"Aku tidak bermaksud seperti itu..."


"Tiara, aku tahu itu bukan salahmu pada awalnya bukan kamu yang merencanakannya namun pada akhirnya kamu memanfaatkan kesempatan itu demi keuntunganmu sendiri bukan? Jika saja kamu bilang, mungkin Henry tidak akan kehilangan calon bayinya itu,"


"Aku tidak suka dia menikah dengan wanita sialan itu,"


"Tiara, kamu seharusnya mengerti bahkan walaupun Henry bercerai, kamu tetap tidak akan pernah mendapatkan hatinya ataupun bisa menikah dengannya,"


"Kenapa Kak Isacc berbicara kemungkinan buruk seperti itu?"


Isacc lalu segera menghela nafas dan berkata,


"Jika dia memiliki ketertarikan padamu walaupun sedikit saja bukankah seharusnya sudah lama kalian berkencan? Cinta tidak bisa dipaksakan jadi sekarang aku akan membawamu ke Apartemen Henry, agar kamu mengakui semua tindakanmu dan juga agar kamu memberitahu semua kebenaran yang kamu tahu di depannya soal dalang di balik insiden ini,"


"Kak Isacc, Aku sungguh tidak mau!!"


"Bahkan walaupun kamu tidak mau, aku sendiri yang akan mengatakannya,"


"Tidak...."

__ADS_1


Tiara mulai menangis di sana.


"Tiara, ini adalah saatnya kamu menjadi dewasa, jangan berpikiran sempit, Pria tidak hanya Henry seorang, jika kamu memang mencintai dia setidaknya kamu memiliki hati bukan? Kamu harus tahu, betapa Henry sangat menderita dan putus asa setelah semua kejadian ini, kalau kamu memiliki hati sedikit saja aku harap kamu ingin jujur padanya,"


Ada sebuah keheningan panjang di sana, Tiara saat ini mulai tenggelam dalam pikirannya sendiri memikirkan semua kejadian ini, namun setelah memikirkan berbagai macam kemungkinan hanya dua kata yang keluar dari mulutnya.


"Aku takut..."


"Tiara, aku akan mengurus semuanya,"


Pada akhirnya, mereka berdua sampai di Apartemen Henry, Henry sendiri cukup terkejut dengan kedatangan mereka berdua.


Henry baru saja selesai melihat-lihat desain Anya.


"Isacc? Tiara? Kenapa kalian berdua ada di sini?"


"Henry, tolong dengarkan baik-baik, Tiara ingin mengatakan sesuatu padamu,"


Tiara lalu dengan takut-takut mulai menceritakan kejadian malam itu, dimana dia melihat seorang pelayan berbicara dengan Stevan, dan Stevan yang awalnya mencoba memprovokasi dirinya, juga soal bungkus obat yang Tiara temukan di tong sampah, dan bagaimana Tiara memasukkan bungkus obat itu ke dalam Tas Anya.


Kemarahan jelas muncul di hati Henry,


"Tiara!! Aku tidak mengira kamu bisa begitu tega?? Bisa-bisanya kamu tahu hal-hal berbahaya seperti itu terjadi namun bukannya bilang padaku kamu malah memperburuk keadaan?"


Disana Tiara, mulai menangis tersedu-sedu, karena tidak tahu harus bagaimana lagi untuk meredakan kemarahan Henry.


Isacc, segera berlutut di depan Henry dan berkata,


"Henry, aku juga minta maaf karena sebenarnya aku juga tahu soal Tiara memasukan bungkus obat itu, Aku hanya awalnya tidak tahu apa itu, namun walaupun aku tidak tahu aku malah menutupi itu semua dari kamu dan belakangan aku baru tahu semuanya juga dari Tiara, aku tidak memintamu untuk memaafkan aku atau memaafkan Tiara, namun setidaknya aku ingin memintamu untuk tidak memperpanjang masalah ini,"


Henry jelas saja menjadi begitu kaget ketika melihat Asisten sekaligus sahabatnya itu tiba-tiba berlutut, jelas dirinya diliputi dengan rasa marah, kecewa dan perasaan di khianati.


"Isacc, untuk kali ini aku akan mengesampingkan masalah ini demi persahabatan kita, namun kamu harus tahu tidak ada kesempatan kedua, dan untuk kamu Tiara, aku tidak akan memperpanjang masalah ini, namun jika di masa depan sampai ada kejadian seperti ini aku jelas tidak akan diam saja bahkan walaupun itu kamu,"


Tiara sendiri kaget melihat bagaimana Isacc berlutut untuknya dan minta maaf pada Henry, ada perasaan tidak enak ketika melihatnya, hanya kenapa Isacc sampai sejuah itu membelanya?


Pada akhirnya Tiara hanya mengangguk dan setelahnya mengakui perbuatannya yang sebelumnya juga.


Henry yang lagi-lagi mendapatkan pengakuan soal obat kontrol sebelumnya, juga sangat syok.


Kemarahan segera muncul namun pada akhirnya semua ini tidak ada gunanya jika dirinya marah.


Semua hal ini terjadi karena rasa percaya yang dirinya miliki pada Anya begitu kurang.


Dengan tingkat kepercayaan seperti ini di mana dirinya selalu curiga dengan sikap atau perbuatan wanita itu apakah ini bisa disebut dengan cinta?


Henry tiba-tiba merasa dirinya bahkan tidak layak untuk Anya.


Dirinya selalu bersikap egois dan keras kepala kepada Anya, sewenang-wenang marah padanya dan menuduhnya, memperlakukan Anya seenaknya, apakah dirinya bahkan layak untuk Anya?


Anya mungkin tidak membenci calon anak mereka, namun Anya mungkin masih tetap membencinya.


Hanya apa yang sebaiknya dirinya lakukan sekarang?


Meminta maaf?


Apakah Anya bahkan akan memberikan kata maaf padanya?


Bagaimana jika Anya malah tetap ingin melanjutkan Perceraian mereka?

__ADS_1


Setelah semua tidak ada ikatan yang pasti antara mereka.


"Cukup, aku ingin menenangkan diriku aku harap kalian segera pergi dari sini. Dan Isacc, kali ini lakukan tugasmu dengan baik, aku akan mengatur rencana untuk memberikan pembalasan pada Stevan brengsek itu, carilah rekaman CCTV bukti atau apapun yang menyudutkan dia, Aku pastikan dia akan membayar harga dari membuat masalah denganku,"


Setelah itu, Isacc pergi bersama Tiara yang saat ini masih menagis, Isacc mencoba menenagkan gadis itu.


"Tidak apa-apa, setidaknya kamu sudah mau mengakui kesalahanmu,"


"Kak Isacc, kenapa kamu sampai berbuat sejauh itu demi membelaku?"


Isacc lalu segera mengalihkan tatapannya dan berkata dengan nada terlihat santai,


"Mencintai seseorang, terkadang cukup hanya melihat orang yang dicintai menjadi bahagia, Aku hanya ingin kamu menemukan kebahagiaanmu,"


Kata-kata yang penuh dengan nada ambigu yang Tiara sedikit tidak mengerti, hanya saja Tiara seolah merasa Pria yang ada di hasapannya ini baru saja mengaku?


####


Hari esok telah tiba, Henry saat ini masih berbaring di atas tempat tidurnya namun jelas dia tidak bisa tidur sepanjang malam hanya mulai memeluk barang-barang milik Anya.


Sudah berapa lama dirinya tidak bertemu Anya?


Apakah sudah hampir seminggu?


Dirinya meninggalkan Anya begitu saja di Rumah Sakit, dan lagi setelah mengatakan kata-kata yang begitu kejam itu.


Padalah, Anya pasti juga merasa sangat terpukul setelah tahu kabar jika dia Keguguran.


Henry sudah memikirkan sepanjang malam tentang apa yang harus dirinya lakukan.


Hari ini dirinya berencana untuk menemui Anya, tentu dirinya sudah tanya pihak Rumah Sakit jika Anya sudah pulang, dan sepertinya daripada pulang ke rumahnya, Anya kembali ke Apartemen yang biasa dia tinggali yang lokasinya tidak begitu jauh dari butik milik Anya.


Namun apa yang harus dirinya katakan?


Apakah dirinya harus membawa sebuah bunga untuk menunjukkan ketulusannya?


Henry memikirkannya sepanjang malam namun masih saja tetap ragu namun pada akhirnya, Henry tetap membeli bunga lalu di pagi itu dia segera ke Apartemen Anya.


Namun ketika tiba di Apartemen Anya, Henry bahkan tidak keluar dari mobil.


Sampai Henry melihat Anya baru saja keluar dari Apartemennya bersama dengan seorang wanita yang sepertinya adalah Asistennya, yang sepertinya masih tinggal di kompleks apartemen yang sama.


Henry mencoba menyembunyikan dirinya dan menatap dari jauh ketika dua orang itu mulai berjalan ke arah butik yang tidak begitu jauh dari sana.


Disana, bersama dengan Asistennya, Anya membawa beberapa lembar kertas Desain, sepertinya mulai sibuk dengan urusannya dan kembali fokus pada pekerjaannya.


Bagaimana cara Henry mengambarkannya?


Anya terlihat baik-baik saja tanpa dirinya, bahkan setelah berbagai hal sulit, Anya kembali melanjutkan hidupnya, terlihat sangat tegar dan bebas, tersenyum seperti itu menjalani hari-harinya lagi dalam damai.


Dulu, sebelum bertemu dengannya, Anya pasti juga memiliki kehidupan biasa dan damai seperti itu.


Hanya dirinya yang datang tiba-tiba dalam hidup Anya, seolah merusak segalanya.


Hanya ketika memikirkan ini, hati Henry sangat hacur.


Apakah dirinya masih bisa memasuki hidup Anya lagi tanpa merusak hidupnya?


Bagaimana tepatnya dirinya mencoba memasuki kehidupan Anya lagi?

__ADS_1


Apa yang harus dirinya lakukan?


__ADS_2