
Henry, menatap tajam pada seorang pria yang barusan memberikan bunga kepada Istrinya.
Jelas, Henry menjadi marah Jadi sebelum Anya itu menerima bunga itu, Henry sudah lebih dulu menerima bunga itu dan berkata dengan nada sarkastik.
"Terimakasih atas hadiah yang Tuan berikan pada Istri saya Anya,"
Hellio yang tiba-tiba melihat bagaimana ada seorang pria yang mengambil bunga yang akan dirinya berikan kepada Anya itu, jelas menjadi sangat kaget.
Apalagi setelah mendengar apa yang diucapkan oleh pria itu.
Hellio segera menatap Anya dengan binggung, dan bertanya,
"Anya? Siapa pria yang ada di sampingmu itu?"
Anya bisa melihat dari ekpersi Hellio, Jika dia bingung dengan situasinya.
Anya tidak memiliki pilihan lainnya, hanya segera mencoba berkata dengan jujur.
Namun bahkan sebelum Anya membuka mulutnya, Henry sudah lebih dulu memperkenalkan diri.
"Pak Hellio Amory, aku rasa kita sudah pernah bertemu beberapa kali sebelumnya, Saya Henry Achilles, dan Anya Florence adalah Istriku,"
Ekspresi Hellio, menjadi syok ketika mendengar itu namun dirinya tidak percaya begitu saja.
Dirinya tentu saja pernah tahu, Pria bernama Henry Achilles ini, dan seperti apa pria itu, yang menurut rumornya selalu bermain-main dengan wanita, juga sikapnya yang arogan dan tidak sopan.
"Aku tidak bertanya padamu, tapi bertanya pada Anya,"
Henry yang mendapatkan balasan itu jelas merasa kesal.
"Apa? Aku pikir aku sudah memberikan jawaban yang jelas, jika Aku adalah Suami Anya,"
Terlihat dua orang itu saling menatap penuh kebencian.
Anya yang ada di tengah-tengah itu jelas merasa tidak nyaman dan mencoba untuk menenangkan mereka berdua.
"Hellio, apa yang dikatakan oleh Pria yang ada di sebelahku ini bener, dia adalah Suamiku, Henry Achilles,"
Henry yang mendengar kata-kata Anya, merasa sangat bangga.
Ya, karena Anya mau mengakui dirinya sebagai suaminya dan tidak membuat alasan lagi, pada Pria tidak jelas yang memberinya bunga itu.
Henry juga seorang pria dan melihat tatapan dari pria itu kepada Anya, dirinya tahu jika pria itu mungkin memiliki perasaan juga kepada Anya.
Hal-hal itu begitu tidak Henry sukai.
__ADS_1
Ekpersi Hellio, jelas menjadi pucat ketika mendengar itu seolah-olah hatinya yang sebelumnya sempat Bahagia menjadi hancur dan remuk berkeping-keping.
Dirinya tidak pernah mengira jika, Anya ternyata sudah menikah, yah memang diumur-umur seperti itu sangat wajar jika sudah menikah, namun dirinya tidak pernah mendapatkan kabar jika wanita itu sudah menikah.
"Kalau begitu kenapa kamu tidak pernah cerita?"
Anya yang ditanya itu menjadi bingung untuk membuat alasan.
"Aku baru menikah belakangan ini, Acaranya hanya Private Party, hanya keluarga terdekat yang diundang, maaf untuk tidak mengundangmu atau teman-teman lainnya,"
Anya benar-benar terlihat menyesal ketika mengatakan itu.
Hellio yang mendengar itu mencoba menjaga ekspresinya.
"Selamat kalau begitu, Anya atas Pernikahanmu, jadi anggap saja bunga ini sebagai hadiah pernikahanmu,"
Namun lagi-lagi, bukan Anya yang menerima bunga itu, namun Henry.
"Terimakasih Tuan Hellio, atas hadiah yang diberikan, semoga kamu juga cepat menyusul kami berdua," kata Henry setelah menerima bunga itu lalu merangkul mesra Anya.
"Hellio? Kamu sudah datang Ayo sebaiknya kamu duduk saja, kami semua juga terkejut soal pernikahan Anya, Bukankah sebaiknya kita merayakan ini juga?" Kata salah satu teman wanita Anya disana.
"Benar, silahkan duduk saja Tuan Hellio, untuk hari ini aku yang akan mentraktir teman-teman Istriku, anggap saja perayaan untuk pernikahan kami berdua karena belum sempat untuk mengundang kalian,"
"Astaga, terimakasih Suaminya Anya, Kamu baik sekali. Pasti, Anya sangat senang dan bahagia memiliki suami sepertimu," kata salah satu teman Anya.
"Terima kasih banyak, ya, Anya memang senang memiliki suami sepertiku benar bukan sayang?"
Anya hanya merasa syok dengan kata-kata omong kosong yang keluar dari mulut Tuan Muda itu.
Dia benar-benar sangat hebat dalam berakting sebagai seorang suami yang baik, sampai hampir dirinya percaya jika Herny adalah suami yang baik.
Akhirnya, orang-orang mulai kembali duduk di tempat duduknya, sangat sayang hanya ada satu tempat duduk tersisa di samping Anya, yaitu di kiri, Anya jadi Hellio duduk disana, hal-hal itu sangat membuat Henry merasa tidak senang.
Dan sekarang ketika memilih-milih menu, Henry mulai memesan beberapa menu seafood kesukaannya.
Hellio sendiri, melihat ada salah satu menu yang sepertinya menu kesukaan Anya.
"Anya, ini sepertinya menu kesukaanmu? Kamu ingin memesan itu?"
Henry, melihat kearah menu, dimana disana ada menu sup daging.
Apakah itu masakan kesukaan Anya?
"Benar, ini adalah menu favoritku,"
__ADS_1
"Ternyata kamu tidak berubah sejak kita masih SMA masih sangat menyukai menu ini, lalu di tambahkan ektra bawang benar?"
"Ya, benar. Sangat segar menu seperti ini aku benar-benar suka,"
Henry melihat bagaimana dua orang itu berbicara sangat akrab.
Ini membuat Henry merasa cukup panas dan kesal.
Lalu, Henry mencoba untuk mengikuti topik pembicaraan dengan cara memilih menu yang kira-kira cocok untuk Anya.
"Anya, lihat apakah kamu mau menu ini? Ini Sup Ikan?"
Hellio yang mendengar bagaimana Henry menawarkan menu itu segera menunjukkan ekspresi heran,
"Eh? Tuan Henry tidak tahu bahwa Anya tidak suka Sup Ikan? Dia paling benci dengan itu karena menurutnya rasanya terlalu amis dan asin,"
Henry yang mendengar itu segera memiliki ekspresi pucat.
Karena jika dipikirkan lagi dirinya sebenarnya tidak tahu tentang apa yang Anya suka atau tidak suka.
Jika dipikirkan lebih dalam sebenarnya dirinya tidak tahu apa-apa soal Anya, Istrinya itu.
Tentang Apa makanan yang dia suka, Bagaimana kehidupan sehari-harinya, atau bahkan hobinya saja dirinya tidak tahu.
Dirinya memang tidak pernah mencari tahu karena tidak terlalu peduli.
Namun sekarang tiba-tiba dirinya ingin lebih banyak tahu soal wanita yang sudah menjadi Istrinya itu.
"Ah, aku hanya sedikit lupa dengan selera Istriku, tidak apa-apa Bukan sayang?"
Anya hanya tersenyum dan berkata,
"Tentu saja tidak apa-apa,"
Sampai menu makanan tiba, sekarang ada masalah lagi.
Yaitu, Henry yang mencoba perhatian pada Istrinya itu, menawarkan Anya cabai bubuk.
Hellio sekali lagi berkata,
"Huh? kamu bahkan tidak tahu jika Istrimu Anya sebenarnya tidak menyukai masakan pedas?"
Herny yang mendengar itu segera menjadi terkejut.
Dirinya juga tidak tahu hal ini, dirinya kira Anya menyukai pedas, karena dirinya menyukai pedas dan saat mereka berdua makan bersama, dirinya suka memesan masakan pedas, Anya terlihat memakan masakan pedas.
__ADS_1
Namun Apakah itu hanya terpaksa?
Semakin memikirkannya, Henry merasa semakin tidak nyaman.