
Setelah mengganti baju yang agak lebih tertutup tapi masih terlihat anggun dan elgant, Irfan dan Dinda keluar dari kamar untuk menuju ke aula Hotel, tempat di mana akan di adakan acara malam ini.
Di sana sudah terlihat acara yang sangat meriah dan tamu juga sudah berdatangan, semua tamu di sediakan kamar untuk menginap di hotel tersebut.
Irfan dan Dinda memasuki aula Hotel dengan tangan yang saling menggenggam, semua mata tertuju pada mereka, karena tamu undangan sudah menunggu-nunggu pemegang saham terbesar dari Hotel tersebut. Dinda agak sedikit gugup saat merasakan semua orang sedang menatap ke arah nya, namun Irfan lebih mengeratkan genggaman tangan nya agar Dinda bisa kembali santai.
Saat sudah sampai di meja yang sudah tertera nama Irfan di atas nya, mereka segera duduk di sana, lalu MC memulai acara nya, tapi Kelvin belum nampak batang hidung nya, tumben sekali pria itu terlambat tidak seperti biasa nya.
Sampai acara yang di tunggu-tunggu pun tiba, yaitu sambutan dari CEO Royal Group, nama Irfan di panggil untuk maju ke atas panggung. Irfan bangun dan berjalan ke arah panggung seraya semua orang bertepuk tangan.
Sedangkan di sebrang meja terlihat Celine dengan seringai licik nya, pasti sudah ada sesuatu yang sedang di rencanakan nya, tak lama kemudian Nita sang Asisten menghampiri nya dan mebisikkan sesuatu.
Di atas panggung sana Irfan berdiri dengan gagah nya menyampaikan sambutan dan trimakasih kepada semua tim yang sudah ikut dalam kerja sama tersebut, tapi mata nya tak terlepas dari sang Istri. Dinda pun di tempat duduk nya tersenyum bahagia melihat Irfan sangat tampan sekali di atas panggung.
''Terimakasih kepada semua nya, para tim yang sudah bekerja sama untuk membangun proyek ini, kepada Asisten saya Kelvin, yang selalu setia menemani saya dan siap bekerja dalam keadaan apapun, tanpa kalian semua saya yakin proyek besar ini tak akan bisa berjalan. Dan yang terspesial saya sangat berterimakasih kepada Istri saya tercinta, yang sudah mendampingi saya sampai saat ini.'' Ucap Irfan panjang lebar, saat dia menyebut kata Istri dan menunjuk kearah Dinda, semua mata menoleh melihat wanita cantik yang dari tadi mendampingi Irfan, semua rasa penarasaran tamu undangan akan siapakah wanita cantik yang bersama Tuan Muda Irfan terjawab sudah.
Di meja sebelah sana, wajah Celine sudah memanas karana tak sekalipun Irfan menyebut nama nya, apalagi berterimakasi khusus untuk nya, Irfan malah memperkenalkan Istri nya kepada publik.
Saat Irfan turun dari panggung dan berjalan menuju ke arah Dinda, semua orang berdiri dan bertepuk tangan. Irfan berjalan dengan gagah nya menghampiri Dinda, memeluk dan mendaratkan sebuah kecupan kecil di pipi nya yang mampu membuat wajah nya sangat merona.
Sedangkan Celine di sebrang meja sangat benci menatap Dinda, seolah-olah Dinda sudah merebut Irfan dari nya, padahal Celine tak pernah ada hubungan apa-apa dengan Irfan, Halu aja si celine lah...😁
Saat ini Irfan dan Dinda sedang menikmati lagu yang di bawakan oleh pengisi acara, tiba-tiba saja datang seorang pelayan membawakan dua gelas miniman dan memberikan nya pada Dinda dan Irfan. Sesaat kemudian Celine datang menghampiri meja Irfan untuk menyapa nya di sana.
__ADS_1
''Selamat atas kesuksesan proyek ini Tuan Irfan'' Ucap Celine.
''Sama-sama Nona Celine, ini semua berkat kerja sama tim.''
''Mas, Sinda ke toilet dulu ya,'' Sela Dinda saat suami nya dan Celine sedang berbicara.
Setelah meminum minuman yang di bawakan oleh pelayan tadi, tiba-tiba saja kepala Dinda terasa pusing.
''Mas temani sayang.?'' Tanya Irfan
''Tidak usah, Mas lanjut saja, Dinda bisa sendiri kok.'' Tolak Dinda.
Dinda bangun dari tempat duduk nya, dn berjalan menuju ke toilet dengan sedikit sempoyongan. Sedangkan Celine melihat Dinda tak lagi ada di sana berseringai licik dan memberi isyarat pada Nita untuk megikuti Dinda.
''Aduh, kenapa kepala ku tiba-tiba jadi pusing ya ?'' Dinda membasuh wajah nya di toilet seraya mengerjab-ngerjab kan mata nya untung menghilang kan pusing dan ngantuk yang tiba-tiba saja menerpa nya.
Dinda memberontak dan menjerit, tapi tak terdengar sampai ke luar, karena mulut nya sudah di tutupi dengan sapu tangan, tenaga nya juga sudah hanpir habis karena kepala nya semakin terasa pusing mata pun sangat terasa ngantuk. Dinda tak kuasa melawan irang yang membekap nya, akhir nya pingsan dalam dekapan orang misterius tersebut.
Saat Dinda sudah tak sadarkan diri, Pria tersebut membawa Dinda keluar dari pintu belakang, di sana sudah ada sebuah mobil yang menunggu nya di sana.
Setelah memasukkan Dinda ke dalam mobil, para penjahat tersebut mengikat kaki dan tngan Dinda juga menutup mulut nya menggunakan kain.
Di dalam gedung Royal Hotel suasana sedikit tegang, karena Irfan sedang marah-marah mendapati Istri nya sudah tak ada di toilet, lalu mencari nya ke kamar itu pun tak membuahkan hasil.
__ADS_1
''Vin kerahkan semua anak buah mu untuk cari di mana keberadaan Dinda.'' Perintah Irfan
''Siap Tuan Muda, menurut hasil dari rekaman cctv ada dua orang pria yang membawa Nona Dinda saat keluar dari toilet tadi Tuan.''
''Cepat lacak, siapa pria tersebut dan siapa yang memerintahkan mereka.''
Irfan sangat prustasi sekali, karena seingat nya selama ini dia tak pernah memiliki musuh, lantas apa motif mereka menculik Dinda.
Kelvin segera keluar untuk memerintahkan anak buah nya mencari Dinda di setiap sudut kota, dan juga meminta bantuan kepada pihak kepolisian setempat untuk membantu menemukan Dinda.
Sedangkan di lain tempat, tepat nya di dalam kamar Hotel yang di tempati Celine, di sana Celine sedang berbicara serius dengan seorang Pria.
''Bawa dia sejauh mungkin, dan lempar dia ke tebing, setelah itu kalian pergi lah untuk menghilangkan diri''
''Siap Nona, tapi apakah bayaran kami sudah bisa kami terima ??'' Jawab Pria di sebrang telfon.
''Semua sudah beres, sekarang pergi lah kalian sejauh mungkin untuk berfoya-foya dengan bayaran yang aku berikan. Dan ingat, jika kalian tertangkap jangan pernah sebut nama kundi sana.''
''Beres Nona''
Setelah mematikan telfon nya, Celine tertawa bahagia karena sudah berhasil menyingkirkan Dinda, Jika Dinda sudah mati, maka Irfan akan mudah di dapatkan oleh nya.
''Rasakan kamu wanita sialan, jangan harap kamu bisa kembali lagi ke dunia ini, apa lagi kembali kepada Irfan, karena Irfan akan segera menjadi milikku, begitu kabar kematian mu menyebar di seluruh pelosok bumi, ha ha ha''
__ADS_1
Celine sangat bahagia sekali.
Tbc.........