
Sesampai nya di rumah, Irfan di sambut hangat oleh istri dan putra nya. Kedua nya dapat meredam amarah nya Irfan yang tadi sudah meledak-ledak.
''Papa Sudah pulang tu...'' Dinda menunjuk suami nya pada sang putra.
''Hay sayang-sayang nya papa.'' Irfan membentang tangan seraya terus berjalan mendekati kedua nya yang tengah asik bermain di ruang khusus area bermain nya Al.
Biasa nya kalau Dinda tidak di rumah, Al akan bermain dengan Mbak Nunun di sana. Karena hari ini Dinda tidak ada kegiatan apapun, jadi mbak Nunun nya di suruh istirahat, biar diri nya saja yang menjaga Al.
Saat sudah di sana, Irfan segera membuka sepatu nya dan masuk ke dalam area tersebut.
Cup... Irfan mengecup singkat kening sang istri dan langsung menggendong buah hati nya.
''Papa seharian rindu dengan jagoan papa yang satu ini. Apa kamu juga rindu dengan papa, hah ?'' Irfan terus mencium dan mengelitik putra nya itu, sampai anak itu pun ikut tertawa seperti dirinya.
***
Dua bulan berlalu, Irfan dan Kelvin semakin gencar menghancurkan perusahaan Celine, saat ini Celine sedang sibuk mencari-cari investor untuk mau menginvestasi ke perusahaan nya itu. Kendati demikian Celine belum juga berniat untuk mengaku dan minta maaf pada Dinda tentang perbuatan nya yang telah di lakukan dulu, meski sesekali Kelvin masih menerornya dengan mengirim foto Irfan, seolah-olah si pembunuh itu lah yang mengirim nya.
Satu bulan lagi genap setahun usia cucu pengusaha kaya raya yang begitu terkenal di dunia bisnis, siapa lagi kalau bukan tuan Mario, yang bisnis nya sudah menggurita hingga ke luar negri sana.
Mama Rose berencana akan menggelar pesta ulang tahun cucu satu-satu nya itu dengan meriah dan megah.
''Fan, mama mau acara ulang tahun Al harus di persiap kan sesempurna mungkin.'' Ucap Mama Rose,
Saat ini mereka tengah bersantai di ruang keluarga, karena mereka baru saja selesai makan malam.
''Ma, Al baru satu tahun. Irfan rasa tak perlu mengadakan pesta yang berlebihan''
''Kenapa tidak, mama ingin mengundang semua orang untuk datang di acara itu.''
''Kayak nya bener kata Mas Irfan deh ma, tak perlu membuang-buang uang.''
''Hei, kalian berdua suami istri kok kompak sih melarang mama. Dulu mama batal buat acara resepsi nya kalian karena Dinda di culik, jadi sekarang jangan melarang mama untuk ngadain pesta ulang tahun nya Al. Lagian mama gak minta kalian untuk ngeluarin uang'' Mama Rose tak mau kalah.
__ADS_1
''Bukan Uang masalah nya ma.'' Irfan menghela nafas berat.
''Biar papa yang akan biayain semua nya.'' Sambung MamA Rose lagi.
''Loh, kok jadi papa.?'' Tuan Mario membulat kan mata nya, padahal dirinya hanya diam saja dari tadi, tapi kenapa malah dirinya yang harus keluar uang.
''Jadi siapa lagi, papa kan opah nya.''
''Tapi, Irfan kan ayah nya.'' Debat tuan Mario.
''Papa kok jadi pelit sih, uang sebanyak ini mau di kemanain kalau gak di gunakan kayak gini.''
''Bukan masalah pelit atu bukan loh, ma.''
''Pokok nya Mama mau, papa yang biayain acaranya Al nanti, dan kalian berdua π jangan coba-coba halangi mama''
Mama Rose menunjuk pasangan suami istri yang duduk di depan nya itu, sedangkan Dinda hanya diam saja, tak berani menyela, karena selama pulang kemari, baru kali ini Dinda melihat mama rose secerewet ini.
Mama Rose pergi masuk ke dalam kamar, Mama Rose merasa kesal, karena tak ada satu pun yang di pihak nya, semua tidak setuju dengan ide nya, bahkan suami nya pun menolak. Tapi mama Rose tidak peduli dengan penolakan tersebut, kalau mama Rose sudah merencanakan itu tanda nya acara itu akan tetap berjalan, suami hanya tinggal membayar segala tagihan nya saja.
''Mas, sepertinya kita ikuti saja apa kemauan nya mama, kalau tidak. Mama pasti akan lebih marah lagi nanti.''
''Sebaik nya sih gitu sayang, apalagi kata mama semua biaya akan di tanggung oleh papa, jadi kita hanya ongkang-ongkang kaki saja.''
''Mas gak boleh gitu lah, nanti dekorasi nya akan ku suruh urus sama Weny saja, agar tidak banyak membeban kan papa.''
''Kamu tenang saja sayang, papa gak akan jatuh miskin cuma gara-gara membiayai acara ulang tahun bya Al. Sepuluh acara yang megah pun sanggup papa biayain, apalagi cuma satu acara Al saja.'' Sombong Irfan.
''Heiiss,, Mas gak boleh sombong gitu. Ingat harta itu cuma titipan.''
''Iya, iya Sorry π, Sayang.'' Irfan mencubit gemas hidung istrinya itu, selama Dinda tinggal dengan pak Asep, Dinda sudah lebih banyak berubah ke arah kebaikan, walaupun dulunya Dinda memang baik.
''Mas, saat ulang tahun itu nanti, Dinda bileh ngundang keluarga pak Asep.?'' Dinda berbicara pelan, takut suami nya tidak mengijin kan.
__ADS_1
''Kenapa tidak sayang. Tentu kamu harus mengundang mereka, mereka lah nenek dan kakek nya Al yang pertama kali di kenal oleh Al''
''Benarkah mas.? Makasih Mas.'' Dinda kegirangan dan memeluk suami nya, jujur saja Dinda sangat rindu dengan keluarga sederhana itu yang selalu menyayangi nya dengan setulus hati.
''Iya Sayang, beritahukan mereka dari sekarang, agar mereka bisa bersiap-siap''
''Siap-siap untuk apa.? Mas jangan meminta kado mahal untuk Al dari mereka, karena mereka bukan orang kaya.''
''Bukan itu sayang. Tapi, Agar mereka tidak lagi menanam sayur yang baru, takut nya tak sempat panen, karena nati akan kemari.''
''Oohhh gitu, iya Mas betul juga.'' Dinda berfikir.
''Oya Mas, kata Mama. Al akan di buat kan kamar khusus, apa itu perlu ?''
''Iya harus,''
''Tapi kan Al masih kecil, jadi dia bisa tidur dengan kita saja kan.''
''Benar sayang, mama buat kan kamar khusus buat Al, hanya untuk diantidur siang saja, kadangokadang dia tidur dengan Mbak Nunun di siang hari, jadi Mbak Nunun gak perlu nganterin ke kamar kita kalau dia tidur, mbak Nunun juga bisa temani dia tidur dan main di kamar itu '' Jelas Irfan panjang kali lebar agar Dinda dapat memahami maksud dari sang mama.
Niat mama Rose juga bagus sebenar nya, jadi siapa saja bisa menemani Al untuk tidur baik itu mbak Nunun ataupun MamaRose sendiri.
Dinda pun mengangguk paham atas apa yang di jelasnan oleh sang suami, dia pun tidak membantah lagi atas apa yang telah di rencanakan oleh ibu mertua nya tersebut.
Tbc....
Jangan lupa tinggal kan jejak kalian bestieπ.
Dengan cara like,komen,subscribe dan vote
Terimakasih π
Salam sayang dari author Jhuwee dealova π
__ADS_1
Dukungan kalian jadi motivasi buat author terus menulis. π«°π«°