Istri Pengganti Tuan Muda Tampan

Istri Pengganti Tuan Muda Tampan
Bab 83


__ADS_3

Saat kedua nya sama-sama meletakkan barang di tempat yang sama, tanpa sengaja kepala mereka terbentur.


''Aduhhh...'' Keluh Nurmi.


''Maff, maaf, Nona. Saya tidak sengaja.''


''Gak papa kok Om. Gak sakit juga.'' Nurmi tersenyum memperlihat gigi ginsul nya yang begitu manis jika di pandang, yang mampu membuat hati Kelvin kian meleleh.


Setelah kedua nya siap membereskan barang-barang ke dalam mobil, mereka pun segera kemabli untuk menyusul orang-orang yang sedangang menunggu di restaurant untuk makan siang.


Sampai di sana, ternyata makanan sudah di hidang begitu banyak di atas meja, mereka tinggal menikmati nya saja tanpa harus menunggu di pesan lagi.


Suasana makan siang yang begitu indah jika di pandang oleh orang lain, sesekali mereka bercanda sambil tertawa, mereka terlihat seperti sebuah kelaurga besar di sana. Bahkan Mbak Nunun pun tidak di bedakan, mbak Nunun tidak di minta untuk memakai seragam baby sitter, cukup memakai pakaian rapi dan sopan saja, Mbak Nunun dan Nurmi pun sudah mulai akrap, karena mereka sering menjaga Al bersama-sama.


''Sekarang kita kemana lagi.?'' Tanya Dinda saat sudah selesai makan.


''Apa ada tempat yang ingin kalian kunjungi ?'' Tanya Irfan pada semua nya.


Semua saling memandang, mana mungkin Buk Tuti dan Pak Asep memiliki tempat impian yang ingin di kunjungi, menginjakan kaki nya pun baru pertama kali di kota ini.


Karena tidak ada jawaban, jadi Irfan berinisiatif untuk membawa mereka ke pusat permainan yang ada di dalam mall tersebut.


Sampai di sana semua nya bebas bermain apapun yang mereka suka, Nurmi dan mbak Nunun pun masuk ke dalam wahana rumah hantu. Dinda meminta Al agar di jaga oleh nya, dan membiarkan mbak Nunun bermain dengan Nurmi, apa lagi umur mereka berdua tidak beda jauh, jadi mereka pasti cocok.


Kali ini Kelvin pun ikut mencoba salah satu permainan yang ada di sana, Kelvin mengajak serta paka Asep bersama diri nya.


Setelah seharian mereka jalan-jalan dan belanja, akhirnya mereka pulang karena sudah kelelahan. Setelah menurun kan barang-barang belanjaan yang ada di bagasi mobil nya, Kelvin segera pamit untuk pulang, hari pun sudah mulai magrib.


Dibsepanjang perjalanan, Kelvin terbayang-bayangbakan senyuman manis yang di miliki oleh gadis desa yang sudah mengobrak abrik hati nya beberapa hari belakangan ini.


Keesokan hari nya, Irfan dan Dinda tidak kemana-mana hari ini, karena masih weekand, jadi mereka hanya berdiam diri di rumah saja, duduk santai bersama keluarga dan buah hati nya.


Persiapan hari ulang tahun nya Al pun sudah mualai di perasiap kan, tinggal satu minggu lagi hari besar itu di laksanakan. Mama Rose sibuk mengirim kan undangan-undangan untuk sahabat dan rekan bisnis suami nya juga, tidak ada yang boleh terlewat kan satu pun.


Acara ulang tahun saja sudah seperti mempersiap kan resepsi penikahan megah, itulah orang kaya, suka menghambur-hambur kan uang kan.

__ADS_1


Di belakang rumah, pak Asep sedang berbicara dengan mang Ujang yang sibuk merapikan bunga-bunga di taman samping kolam renang. Pak Asep pun ikut membantu dengan memungut daun-daun yang berjatuhan setelah di potong oleh mang Ujang.


Saat mereka sedang membersihkan tempat tersebut, tiba-tiba orang yang bertugas untuk membuat panggung pun datang, Dinda minta tolong sama Weny untuk memepersiap kan dekorasi nya, walaupun Weny belum pernah menerima job ulang tahun selama ini, tapi dengan senang hati diri nya mempersiap kan segala sesuatu untuk ulang tahun putra dari bos nya tersebut.


Selama pulang dari kampung, Dinda sudah tidak tertarik lagi untuk menggeluti fasyen nya selama ini yaitu sebagai Wading Orgenaizer, selain Dinda tidak seberapa ingat dengan pekerjaan nya dulu, sekarang pun Dinda ingin fokus mengurus buah hati nya walaupun di bantu juga oleh mbak Nunun.


Dinda yang mengetahui kedatangan Weny dari pelayan yang datang memanggil nya ke kamar pun segera turun untuk menemui nya.


''Hay Wen...'' Sapa Dinda.


Weny terus melangkah mendekati Dinda, mereka langsung saja cipika cipiki karena sudah lama tak bertemu.


''Din, orang-orang kita sudah datang ya, hari ini mereka akan menyiap kan panggung terlebih dahulu.''


''Ohh, benarkah, ayo biar aku tunjukkan lokasi nya.'' Dinda pun menarik tangan Asisten nya tersebut dan segera keluar dari pintu samping menuju ke halaman belakang yang begitu luas.


''Din, kok gak di hotel aja buat nya?'' Tanya Weny.


''Mama mau nya di sini Wen. Biar aman kata nya sih '' Jawab Dinda.


''Kejadian apa .?'' Dinda mengeryit kan Alis nya.


''Kejadian kamu di culik di hotel dulu.''


Dinda pun teringat dengan apa yang di maksud kan oleh Weny.


''Wen, nanti kamu bawa bik Marny ya saat hari acara.''


''Aku dan bik Marni di undang juga ya.'' Canda Weny


''Pasti lah, kalian kan keluarga aku juga.''


''Oke sip, Bik Marny pasti datang kok.''


Dinda menjelaskan tempat-tempat yang harus di hias dan bagai mana tata letak kursi-kursi yang harus di susun nanti, apalagi di sana ada kolam renang juga, jadi wilayah anak-anak harus sedikit jauh dari kolam, takut nya akan tercebur saat berlari-larian nanti.

__ADS_1


Setelah selesai berbicara, Weny pamit untuk pulang karena harus kembali bertemu dengan client dan meninggal kan orang-orang dari tim nya untuk memasang kan panggung dan yang lain nya di sana.


Saat masuk ke dalam, Dinda melihat Nurmi yang sedang bermain dengan Al dan mbak Nunun di ruang tengah, Dinda memandang Nurmi dari kejauhan.


''Kalau Nurmi di jodohin sama Kelvin lucu gak ya.'' Batin Dinda tiba-tiba kepikran kalau Nurmi terlihat cocok dengan Kelvin walau usia mereka tarpaut sepuluh tahun, Nurmi baru berusia sembilan belas tahun sedang kan Kelvin sudah dua puluh sembilan tahun tapi masih jomblo saja.


''Kayak nya aku harus tanya sama Mas Irfan deh, siapa tau mas Irfan setuju dengan usulan ku.'' Gumam Dinda lagi dan berjalan menyusuri tangga untuk kembali ke kamar nya.


''Mas....'' Panggil Irfan saat sudah masuk ke kamar.


''Iya, kenapa sayang.''


''Mas, Kelvin udah punya pacar nya atau belum Mas.?'' Tanya Dinda.


Irfan mengeryit kan alis nya saat mendengar pertanyaan dari sang istri.


''Untuk apa, kamu jangan coba-coba naksir sama dia.''


''Mas apaan sih'' Dinda duduk di atas pangkuan Irfan dan mengalungkan tangan di leher nya.


''Lalu untuk apa kamu ingin tau tentang pacar nya.''


''Kali aja dia masih jomblo, jadi bisa dekat kan sama Nurmi.''


Irfan menimang-nimang perkataan nya Dinda, mungkin ide nya Dinda tidak buruk, dari pada asisten nya itu jomblo seumur hidup, selama bekerja dengan nya, tak sekalipun Irfan melihat Kelvin tertarik dengan perempuan manapun.


Tbc...


Jangan lupa tinggal kan jejak kalian bestie 👉


Dengan cara like komen subscribe dan vote


Dukungan kalian jadi motivasi buat author terus menulis.🫰


Salam sayang dari author Jhuwee dealova 😘

__ADS_1


Terimakasih 🙏


__ADS_2